23 C
Jakarta
Jumat, 3 Februari, 2023

Mandiri Capital Telah Danai 14 Startup Fintech Indonesia

DuniaFintech.com – Mandiri Capital Indonesia (MCI) telah melakukan pendanaan hingga penanaman saham senilai total Rp 1 Triliun kepada 14 startup di bidang fintech sejak didirikan 5 tahun lalu. Program pendanaan tersebut dilakukan ke berbagai klaster fintech seperti pinjaman personal (P2P Lending), pembayaran dan solusi bisnis.

Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro mengatakan, program investasi dan pendanaan tersebut merupakan langkah pihaknya dalam mendorong berbagai inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group, seperti penyaluran modal ke lebih dari puluhan ribu segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), baik dari sektor bisnis konvensional hingga pertanian.

“Kami juga membantu mengembangkan digitalisasi UMKM, baik dari sisi pembayaran maupun dukungan sistem lainnya, seperti proses akuntansi dan sumber daya manusia (HR), serta penggunaan digital signature sebagai bentuk efisiensi proses bisnis,”

Perlu diketahui, Mandiri Capital telah berinvestasi di berbagai startup dengan klaster fintech yang beragam. Di sektor P2P lending, MCI telah berinvestasi di Amartha, Crowde, KoinWorks, dan Investree. Untuk pembayaran, investasi MCI telah dilakukan di LinkAja, Yokke, PTEN dan DAM. Sementara pada solusi bisnis, investasi MCI dilakukan di Mekari, PrivyID, Cashlez, Gojek, Iseller dan Halofina.

Baca juga:

5 Tahun Mandiri Capital dan Kerja Sama dengan Fintech

Mandiri Capital berdiri pada 10 November 2015 bersamaan dengan keluarnya izin sebagai Perusahaan Modal Ventura (PMV) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdirinya MCI beriringan dengan dimulainya fase disrupsi sistem keuangan oleh startup.

MCI yang merupakan gagasan Bank Mandiri didirikan bertujuan sebagai penghubung inovasi dan sinergi antara Mandiri Group dengan startup di dalam ekosistem. Chief Financial Officer MCI, Hira Laksamana menambahkan, bisnis yang dilakukan pihaknya terus bertumbuh dengan baik setiap tahun, meski kondisi perekonomian pada tahun ini mengalami berbagai tantangan.

Tren positif tersebut dapat terlihat melalui posisi ekuitas dan aset MCI per September 2020. Masing-masing ekuitas berada di kisaran Rp 1,8 Triliun dan Rp 2 Triliun. Capaian ini menempatkan MCI berada di posisi terbesar pertama untuk ekuitas dan kedua untuk aset dibandingkan dengan pelaku PMV lainnya di Indonesia.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Menteri Erick Pastikan BUMN Siap Optimalisasi Kedaulatan Pangan Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BUMN siap mengoptimalisasi industri dan kerjasama di sektor pangan demi kedaulatan pangan...

Game Penghasil Crypto tanpa Modal, Intip Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Game penghasil crypto tanpa modal penting diketahui apabila kamu ingin mendapatkan cuan dari suatu permainan. Saat ini, ada banyak game penghasil crypto...

Tips Investasi untuk Pemula dan Daftar Instrumen Investasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi untuk pemula perlu diketahui saat kamu yang masih awam ingin terjun ke dunia penanaman modal. Saat ini, tersedia berbagai jenis...

Platform Trading Crypto Terpercaya di Indonesia, Cek Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Platform trading crypto terpercaya tentu saja penting diketahui jika ingin terjun ke dunia investasi kripto. Dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto memang...

Cara Trading Bitcoin tanpa Modal dan Sejumlah Tipsnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara trading Bitcoin tanpa modal tentu perlu diketahui dan dipahami oleh para trader dan peminat aset kripto. Bitcoin sendiri hingga saat ini...
LANGUAGE