23.9 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Startup Ini Raih Pendanaan Terbesar di Kuartal III Tahun 2020

Duniafintech.com – Baru-baru ini banyak perusahaan modal ventura (PMV) yang memberikan suntikan modal ke berbagai startup di Tanah Air untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya. Misalnya saja seperti Kopi Kenangan, startup ini mendapatkan pendanaan terbesar di kuartal III, yang pada Mei lalu mendapatkan pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Sequoia Capital, sebesar 109 juta dollar AS.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar RP26,6 triliun (setara 1,9 miliar dolar AS) dana yang mengucur untuk startup di Indonesia, menurut data Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia).

Wakil Ketua 1 Amvesindo, William Gozali mengatakan, jumlah transaksi itu mengalir ke 52 perusahaan rintisan. Kira-kira startup mana saja yang menerima nominal pendanaan terbanyak?

“Startup penerima pendanaan itu mayoritas berasal dari kategori fintech, education technology, software as a service (SaaS), new retail, logistic, hingga e-commerce.”

Menurut William, Kopi Kenangan jadi salah satu startup penerima pendanaan terbesar di kuartal III pada 2020. Pada Mei 2020, Kopi Kenangan menerima  pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Sequoia Capital, sebesar 109 juta dollar AS.

Selain Kopi Kenangan, ada pula Kargo Technologies yang menghimpun 31 juta dolar AS, GudangAda senilai 25,4 juta dolar AS, Investree 23,5 juta dolar AS, Koinworks 20 juta dolar AS, dan Shipper 20 juta dolar AS.

Baca Juga:

Lebih lanjut, meski jumlah pendanaan ke startup menurun pada kuartal III 2020. jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, William menyebut, angkanya masih cukup besar.

Wakil Ketua I Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) William Gozali mengatakan setidaknya ada 4 poin yang menjadi pertimbangan para modal ventura ketika memutuskan akan memberikan pendanaan terbesar di kuartal III ke startup atau ke para UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Pertama adalah potensi pertumbuhan. PMV akan melihat sebesar apa potensi pasar yang dimiliki oleh startup tersebut. Lalu pertimbangan yang kedua adalah kemampuan beradaptasi. Di sinistartup diminta untuk terus bisa menyesuaikan diri dengan ketidakpastian yang ada saat ini.

Ketiga, kualitas founder. Para PMV juga akan melihat siapa sosok pendiri yang berada di perusahaan tersebut untuk memastikan apakah perusahaan tersebut benar-benar di tangan yang tepat atau tidak. Lalu yang keempat adalah efisiensi. PMV akan melihat apakah calon perusahaan yang diberikan suntikan dana mempunyai model bisnis yang jelas atau tidak.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE