24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Inilah Sektor Startup yang Banyak di Incar Para Investor Saat Pandemi Covid-19

Duniafintech.com – Pandemi Covid-19 tidak membuat sejumlah investor menurunkan niatnya untuk memberikan suntikan dana kepada berbagai perusahaan startup di Indonesia. Malah, selama pandemi ini ada beragam industri startup yang banyak di incar investor untuk diberikan suntikan modal guna membantu mengembangkan usahanya.

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memaparkan data tren pendanaan kepada startup di tahun 2020. Asosasi memaparkan setidaknya ada beberapa sektor favorit yang menarik perhatian investor. Sektor startup yang banyak di incar investor tersebut adalah fintech, edutech, Software as a Service (SaaS), new retail, e-commerce, dan logistik.

Menurut catatan asosiasi, kategori startup yang banyak di incar investor juga mengantongi setidaknya delapan transaksi di tahun ini, disusul oleh edutech dan SaaS dengan 6 transaksi. New retail menyusul dengan lima transaksi, kemudian logistik dan e-commerce dengan empat transaksi. Sayangnya, di Indonesia pendanaan startup mengalami penurunan dari segi jumlah. Setidaknya dibandingkan 2019, angka pendanaan startup di kuartal ketiga 2020 turun.

Baca Juga:

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup lndonesia (Amvesindo) mencatat penurunan pendanaan terjadi ke 52 perusahaan rintisan US$ 1,92 miliar atau sekitar Rp 28 triliun pada kuartal III. Namun ini bukan berarti investor tak tertarik menanamkan modal, melainkan menunda karena ada pandemi corona.

Wakil Ketua I Amvesindo William Gozali menuturkan, hingga akhir tahun nilanya diprediksi US$ 2 miliar atau lebih rendah dibandingkan 2019 yang mencapai US$ 2,95 miliar. Meski di bawah tahun lalu, tetapi kami melihat penurunan ini lebih ke penundaan dibandingkan penurunan minat. Ada beberapa sektor yang potensinya besar dan diprediksi berkembang pesat, salah satunya social commerce. Apalagi data GlobalWebIndex, penduduk Indonesia rerata mempunyai 10-11 akun media sosial pada kuartal I 2020.

William juga membeberkan ada empat poin yang menjadi pertimbangan para investor dalam memberikan suntikan dana ke startup atau ke para UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Pertama adalah potensi pertumbuhan, di mana para investor akan melihat sebesar apa potensi pasar yang dimiliki oleh startup tersebut. Kedua, kemampuan beradaptasi. Ketiga, kualitas founder.  Terakhir, yakni efisien.

“Keempat hal ini benar-benar diperhatikan para investor, sehingga mereka tidak asal sembarangan memberikan suntikan dana ke perusahaan startup yang lainnya,” ungkap William.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE