28.3 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Fintech Lending Telah Menyalurkan Pinjaman Sebesar 37,01 Triliun Hingga April 2019

duniafintech.com – Geliat bisnis perusahaan Financial Technology (Fintech) Peer-to-Peer (P2P) lending semakin meningkat dan bertumbuh. Berdasarkan catatatan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2019 lalu, jumlah pinjaman yang telah disalurkan oleh perusahaan Fintech Lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK adalah sebesar Rp 37,01 triliun. Nilai ini tumbuh sebesar 63,33% dibandingkan akhir tahun lalu atau Year-to-Date (YtD) sebesar Rp 22,66 triliun.

Pesatnya kenaikan dari penyaluran pinjaman Fintech seiring dengan semakin banyak masyarakat yang memberikan pinjaman dan meminjam di platform Fintech lending.

Adapun jumlah rekening pemberi pinjaman (Lender) sebanyak 456.352 rekening. Tumbuh 119,92% YtD dibandingkan posisi akhir tahun diangka 207.507 rekening. Jumlah rekening peminjam (Borrower) juga bertambah 78,26% dari sebelumnya 4,35 juta menjadi 7,77 juta rekening.

Angka dana saluran tersebut merupakan performa dari 106 Fintech lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Hal ini turut mendongkrak aset industri Fintech lending yang tumbuh sebesar 64,29% dari Rp 1,91 triliun di akhir tahun menjadi Rp 3,14 triliun perApril 2019.

Berdasarkan sajian berita Kontan, salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja penyaluran hingga April 2019 adalah PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar.

Chief of Officer (CEO) Kredit Pintar, Wisely Reinharda Wijaya menyatakan bahwa hingga April lalu, perusahaan telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 4 triliun.

Baca

Sekedar informasi, padahal kredit pintar baru beroperasi menyalurkan pinjaman pada tahun lalu. Fintech ini baru mendapatkan tanda daftar dari OJK pada 6 April 2018.

Agar semakin menggeliat, kini kredit pintar juga menyasar sektor produktif dengan menyasar pinjaman kepada para petani. Wisely mengatakan bahwa strategi menggarap sektor produktif bukan berarti sektor konsumtif tengah jenuh.

Menurut Wisely, masih banyak peluang di segmen ini terutama pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 35,7 juta petani pada 2018. Selain itu luas lahan pertanian mencapai 7,1 juta hektar. Sedangkan potensi pembiayaan pada sektor pertanian mencapai Rp 120 triliun.

Wisely pun mengatakan:

“Inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Kredit Pintar. Selain itu, rasio pendapatan premi terhadap biaya produksi masih di bawah 1%. Kendala petani dalam mendapatkan pembiayaan mulai dari agunan, bunga yang tinggi, keterbatasan akses, literasi, hingga infrastruktur seperti sinyal.”

Baca

Oleh sebab itu, Kredit Pintar meluncurkan produk Petani Pintar yang bertujuan untuk mengembangkan usaha petani. Terdapat dua produk yakni pinjaman Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Adapun tenor yang ditawarkan adalah selama 8 minggu. Skema pinjaman berupa tanggung renteng dengan anggota kelompok 5 hingga 10 orang. Sedangkan bunga yang ditetapkan sebesar 6,6% per tahun saja.

Wiseley pun menargetkan pada tahap awal, portofolio pinjaman Kredit Pintar bisa bergeser. Ia menargetkan ada 10% pinjaman Kredit Pintar yang nantinya akan disalurkan ke sektor produktif.

Pada tahap awal ini, Kredit Pintar akan menyasar petani di Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur. Setelah daerah ini, Kredit pintar akan menyasar desa dan kota lainnya di Jawa Timur.

Baca

picture: pixabay.com
-Syofri Ardiyanto-

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE