26.1 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

MENGENAL LEBIH DEKAT STARTUP FINTECH SEKURITAS LOKAL

duniafintech.com – Salah satu startup fintech sekuritas lokal yang cukup populer di bidang sekuritas adalah Bareksa.com. Perusahaan yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013 ini tidak hanya melakukan jual beli reksa dana dan saham secara online namun juga memberikan berbagai layanan data, informasi, obligasi dan lain sebagainya.

Forex, saham dan reksadana merupakan investasi yang pasti sudah tidak asing di telinga Anda. Tidak hanya perusahaan konvensional, belakangan perusahaan rintisan pun mulai merambah bisnis sekuritas. Startup fintech sekuritas lokal ini memungkinkan siapa pun untuk melakukan investasi secara online.

Baru-baru ini sebagai startup fintech sekuritas lokal, Bareksa.com menandatangani kerjasama dengan PT Manulife Asset Management untuk menjualkan produk reksa dana mereka melalui Bareksa.com.

Ada delapan produk yang diperdagangkan oleh Bareksa.com dari hasil kerjasama ini yaitu reksadana pasar uang Manulife Dana Kas II (MDK II). Kemudian, empat reksadana pendapatan tetap, yakni Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II), Manulife Obligasi Unggulan (MOU) dan Manulife Obligasi Negara Indonesia II (MONI II).

Startup di Bursa Efek

Seperti yang kita  ketahui, selama ini hanya perusahaan-perusahaan konvensional tertentu yang berhak melakukan IPO melalui bursa efek. Perusahan-perusahaan rintisan selain karena masih baru, sering dianggap belum siap untuk memasuki bursa saham dengan segala keterbatasannya.

Namun Kioson berhasil mematahkan semua itu saat Oktober lalu resmi mengukuhkan diri sebagai perusahaan e-commerce pertama yang melantai di BEI (Bursa Saham Indonesia). Waktu itu Kioson memasang harga Rp. 280- Rp. 300 untuk setiap lembar saham yang mereka tawarkan.

Banyak investor mulai mempertimbangkan startup sebagai pilihan investasi yang menjanjikan mengingat iklimnya semakin tumbuh subur beberapa tahun ke belakang. Dalam tempo singkat, saham Kioson naik hampir 300% dari harga awal yang membuat BEI terpaksa membekukannya untuk sementara. Masuknya Kioson ke bursa saham membuat publik takjub. Kioson dianggap menjadi pertanda munculnya era baru perusahaan rintisan di pasar modal.

Baca juga

Aturan Baru Terkait Listing Perusahaan Rintisan di BEI

Untuk menghadapi pertumbuhan startup fintech yang semakin pesat dan kemungkinan semakin banyaknya perusahaan rintisan yang akan melantai, Bursa Efek Indonesia pun telah mempersiapkan aturan baru. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK berguna untuk menilai kapitalisasi bisnis startup berdasarkan aplikasi yang dikembangkan.

Dengan rampungnya PSAK tersebut, langkah perusahaan startup untuk listing di BEI tahun 2018 akan semakin lapang sebab ada kejelasan untuk menilai seberapa besar aset dan potensi bisnis mereka yang berupa pengembangan aplikasi teknologi dan informasi (fintech). Ini merupakan bentuk dukungan besar BEI dan OJK terhadap pelaku industri fintech di Indonesia.

Setelah perusahaan rintisan mendapatkan kesempatan untuk ikut listing di BEI, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah meyakinkan para investor. Sebab karena kebanyakan investor Indonesia tidak mudah untuk berinvestasi di perusahaan yang masih baru dengan rekam jejak yang belum terbukti.

Kemudahan dan contoh sukses perusahaan fintech sekuritas dan perusahaan yang berhasil melakukan IPO ini diharapkan menjadi salah satu pemantik untuk mengobarkan semangat para pengusaha muda untuk ikut meramaikan dunia fintech dan startup yang dipastikan akan semakin menjanjikan di tahun 2018 ini.

Written by: Dita Safitri

 

1 KOMENTAR

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU