25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Game Indonesia Ikut Menyumbang Triliunan untuk PDB

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan menyatakan perkembangan industri game di Indonesia memiliki prospek yang cerah, tercatat industri game menyumbang 2,19 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian perdagangan Didi Sumedi mengungkapkan berdasarkan riset New Zoo pada tahun 2020, nilai ekonomi game mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp24,2 triliun. Selain itu juga industri game juga berhasil menyumbang 2,19 persen atau senilai Rp24,88 triliun dari total PDB.

Baca juga: Mendag: Ekonomi Digital Gerek PDB Nasional hingga Rp24.000 Triliun di 2030

“Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi ekspor jasa, termasuk Hame, baik berupa promosi di dalam maupun di luar negeri, termasuk melalui pameran dan misi dagang sebagai wadah mempromosikan game asli buatan Indonesia,” kata Didi.

Berdasarkan data ITC Trade Map 2022, Indonesia menduduki peringkat ke-60 sebagai negara pemasok konsol game (HS Code:950450) ke Jepang pada tahun 2021 dengan nilai eksppor US$19.000 (meningkat 90 persen dibanding tahun sebelumnya). Kendati pangsa pasar nilai ekspor konsol game Indonesia hanya mampu 0,001 persen kebutuhan jepang, namun nilai ekspornya menunjukkan peningkatan 52 persen sepanjang periode 2017-2021.

Baca juga: Konektivitas Jaringan 5G Diperkirakan Picu Lonjakan PDB hingga Rp3.549 Triliun di 2035

Pertumbuhan ekspor konsol game yang positif menunjukkan bahwa industri game lokal Indonesia semakin dikenal di pasar Jepang. Momentum pertumbuhan ekspor konsol game ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan untuk memajukan ekosistem game, animasi dan aplikasi lokal.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perdagangan memfasilitasi sepuluh pengembang game lokal Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi dagang ke Jepang. Misi perdagangan tersebut keikutsertaan dalam forum bisnis dan one on one business matching (penjajakan kesepakatan bisnis) dengan komunitas dan penggiat industri game Jepang dalam Tokyo Game Show (TGS) 2022.

“Ini merupakan langkah konkret kolaborasi pemerintah bersama pemangku kepentingan di Industri Game Indonesia untuk memajukan ekosistem game, animasi dan aplikasi lokal. Kami menyambut baik upaya kolaborasi seperti ini yang sangat membantu pelaku usaha Indonesia untuk go Internasional dan aktif dalam rantai pasok global industri digital dan kreatif,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Baca juga: Jaringan Kabel Bawah Laut Berkontribusi Tingkatkan PDB Indonesia Hingga Rp847,2 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE