32.8 C
Jakarta
Selasa, 21 Mei, 2024

Grup Modalku Siapkan Dana Rp229,3 Miliar Untuk Beli Kembali Saham Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com – Grup Modalku, selaku platform pendanaan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara mengumumkan pembelian kembali Employee Stock Option Plan atau Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan (ESOP).

Program ESOP ini akan diberlakukan bagi karyawan perusahaan serta mantan karyawan. Anggaran yang disiapkan perusahaan adalah senilai US$16 juta atau sekitar Rp 229,3 miliar (kurs Rp14.331/US$).

Pembelian kembali ESOP menandai keempat kalinya kebijakan ini dilakukan oleh Grup Modalku. Sebelumnya, para karyawan dan mantan karyawan perusahaan telah menguangkan saham ESOP senilai US$3,5 juta atau sekitar Rp 50,1 miliar.

Reynold Wijaya, selaku Co-Founder Funding Societies dan CEO Modalku Indonesia mengatakan, kebijakan ESOP dari Grup Modalku dirancang untuk menciptakan inklusivitas dan kesetaraan. 

Di bawah skema pembelian kembali, seluruh karyawan saat ini dan mantan karyawan yang memenuhi syarat, memiliki hak untuk menjual saham mereka tanpa potongan pada harga saham Seri C+ kepada investor yang masuk, dibandingkan dengan potongan 20% di industri pada umumnya. 

“Karyawan juga dapat memilih untuk mempertahankan ESOP mereka atau mengubah ESOP pribadi menjadi saham dan secara efektif menjadi pemegang saham,” katanya dalam keterangannya, Rabu (16/3).

Dia mengungkapkan, sumber daya manusia adalah kunci dari Grup Modalku. Dia bersyukur atas kepercayaan dan dedikasi karyawan untuk mewujudkan visi perusahaan dalam memberdayakan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara.

Keputusan perusahaan untuk melakukan pembelian kembali tanpa diskon dibandingkan dengan diskon 20% pada umumnya, setara dengan belasan miliar rupiah dalam pembayaran tunai, sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada tim. 

“Saya juga sangat senang ketika mendengar beberapa anggota tim berbagi cerita terkait rumah pertama yang mereka miliki dari keuntungan ESOP mereka,” ujarnya.

Jika dilihat dari total karyawan Grup Modalku, terdapat banyak karyawan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti kebijakan ESOP, termasuk karyawan baru. 

Perusahaan menawarkan 50% dari total gaji tahunan dalam pembagian ESOP bagi karyawan baru yang memenuhi syarat, nilai yang juga lebih tinggi dari standar industri. Grup Modalku juga menekankan penerapan kebijakan ESOP perusahaan bagi karyawan yang loyal.

Karyawan yang memenuhi syarat akan mendapatkan ESOP setiap 2 tahun masa kerja di perusahaan. Lebih dari 120 karyawan saat ini dan mantan karyawan sejak berdirinya Grup Modalku telah menerima hadiah uang tunai dari pembelian kembali saham ini. 

Reynold menambahkan, bahkan sebelum putaran Seri C+, selama tahun 2021, Grup Modalku mencatat tingkat pengurangan karyawan terendah serta tingkat kebahagiaan atau kepuasan karyawan tertinggi sejak perusahaan didirikan. 

Terlepas dari dampak Covid-19, pihaknya telah mengambil langkah-langkah nyata yang diterapkan untuk mengapresiasi tim melalui berbagai inisiatif termasuk komunikasi internal, pembelajaran dan pengembangan karyawan, serta ESOP. 

“Selanjutnya, target kami adalah meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja bagi karyawan yang juga berperan sebagai orang tua. Beberapa langkah yang telah kami ambil adalah menyediakan tunjangan keluarga yang lebih baik dan membuka kesempatan untuk posisi paruh waktu dengan jam kerja yang lebih fleksibel,” ucapnya. 

Pengumuman ini disampaikan Grup Modalku setelah Ronde Pendanaan Seri C+ yang diterima perusahaan senilai US$144 juta (sekitar Rp 2,06 triliun) yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2 dan investor-investor lain seperti VNG Corporation, Rapyd Ventures, EDBI, Indies Capital, K3 Ventures, dan Ascend Vietnam Ventures. 

Grup Modalku juga menerima fasilitas dana pinjaman sebesar US$150 juta (sekitar Rp 2,15 triliun) dari pendana institusi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. 

Sebagian besar dari dana yang telah terkumpul ini akan digunakan untuk meningkatkan layanan usaha bagi UMKM di kawasan Asia Tenggara. Total pendanaan yang didapat adalah sebesar US$294 juta (sekitar Rp 4,21 triliun). 

 

Penulis: Nanda Aria

Admin: Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU