32.4 C
Jakarta
Jumat, 3 Juli, 2020

Harapan Baru Fintech di Era Pemerintahan Jokowi Jilid 2

duniafintech.com – Industri bisnis financial technology (fintech) dinilai mempunyai peluang yang cukup besar untuk tumbuh seiring langkah pemerintahan baru. Hal ini merupakan harapan baru fintech dalam pemerintahan kabinet Joko Widodo jilid 2 yang berfokus pada pertumbuhan usaha menengah, kecil, dan mikro atau UMKM.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andreas Eddy Susetyo mengatakan bahwa fintech dapat memperluas akses penyaluran pembiayaan karena dapat menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh layanan pembiayaan konvensional. Hal tersebut dapat mendorong akses pelaku UMKM di berbagai wilayah terhadap sumber modal.

Kehadiran KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih melengkapi visi misi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Mantan ketua umum MUI digadang-gadang akan membawa arah baru bagi ekonomi khususnya di sektor syariah dalam program Nawa Cita Jilid II. Sehingga melengkapi harapan baru fintech untuk terus berkembang.

Baca Juga :

Harapan baru fintech terus menyeruak pascapilpres yang memakan energi dan emosi yang besar. Betapa tidak pascapilpres ini banyak tagihan secara politik yang harus ditunaikan salah satunya dibidang financial technology. Harapan itu akan semakin erat apabila kedua tokoh ini dapat memberikan energi positif bagi pengembangan fintech di Indonesia.

Lemahnya regulasi dan aturan pemerintah menjadi hambatan industri financial technology untuk terus berkembang. Dalam hal ini industri fintech juga harus didukung oleh aturan yang disusun oleh regulator seperti Bank Indonesia bagi fintech pembayaran dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi P2P lending dan equity crowdfunding. Selain itu, terkait dengan aspek kerahasiaan dalam pemanfaatan data pribadi, diatur oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) agar lebih diperhatikan.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan dalam debat pilpres 2019 lalu, fokus pemerintah saat ini adalah mendorong transformasi ekonomi. Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) menjadi negara dengan manufaktur dan sektor jasa berdaya saing. Menghadapi dunia yang penuh risiko, dinamis, dan kompetitif. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus mengembangkan cara-cara dan nilai-nilai baru dalam mendorong kinerja perekonomian.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Shopee Jadi Pilihan Belanja Online di Tahun 2020. Ini Rahasianya!

DuniaFintech.com - Shopee jadi pilihan belanja online di tahun 2020 menurut survei Snapchart. Tentunya Shopee memiliki daya tarik tersendiri yang menjadikannya marketplace...

Pentingnya Detoks Keuangan Sejak Dini, Lakukan Sekarang Juga!

DuniaFintech.com - Detoks keuangan merupakan cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jika sebelumnya Anda mengalami masalah keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar...

3 Kota Ini Dikategorikan Sebagai Wilayah ‘Ramah’ Mobile Game

DuniaFintech.com - Mobile game menjadi kegiatan yang semakin diminati di Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, tak ayal Indonesia menjadi sebuah...

Fintech Lending Memiliki Peran Besar dalam Inklusi Keuangan

DuniaFintech.com – Apakah fintech lending memiliki peran besar dalam inklusi keuangan? Untuk membuktikan hal tersebut, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com - Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan....
LANGUAGE