26.1 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Harga Bitcoin 12 April 2022 Anjlok, Merosot ke Bawah Rp 600 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terlihat mulai kembali ke zona merah, Selasa pagi (12/4/2022). Keseluruhan kripto jajaran teratas memberikan performa yang menurun selama 24 jam terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) anjlok cukup besar yaitu 7,51 persen dalam 24 jam terakhir, dan 13,94 persen dalam sepekan.

Pagi ini, harga bitcoin berada di level USD 39.914,62 per koin atau setara Rp 573,1 juta (asumsi kurs Rp 14.360 per dolar AS). 

Kemudian Ethereum (ETH) juga turut anjlok cukup dalam. Selama 24 jam terakhir, ETH merosot 8,96 persen dan 14,81 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.995,34 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) yang juga ikut terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 7,17 persen dan 11,14 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 396,97 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga berhasil kembali terpuruk di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA turun 11,14 persen dan 20,88 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,9454 per koin.

Sedangkan, Solana (SOL) juga  terkoreksi cukup dalam. Sepanjang satu hari terakhir SOL ambles 12,09 persen dan 23,12 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 100,88 per koin.

XRP juga bernasib sama dengan kripto lainnya. Dalam satu hari terakhir, XRP anjlok 8,91 persen dan 15,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,7008 per koin. 

Terra (LUNA) meskipun kembali memborong Bitcoin sebagai neracanya, tapi tidak berdampak apa-apa. Terra masih melemah 13,39 persen dalam 24 jam terakhir dan 28,06 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 82,92 per koin.

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah yaitu USDT sebesar 0,01 persen sedangkan USDC 0,01 persen. Dengan begitu, USDT berada di harga USD 1,00 per koin. Sedangkan, USDC turun ke harga USD 0,9998. 

Dilansir dari Liputan6.com, sebelumnya, bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar harus rela menetap di bawah level USD 42.500 atau sekitar Rp 610,3 juta pada Senin (11/4/2022). 

Penurunan harga sejak pekan pertama April ini masih tersengat sentimen meningkatnya ketidakpastian ekonomi terkait dengan konflik Rusia-Ukraina dan kenaikan suku bunga yang menjulang oleh bank sentral AS. 

CEO manajer dana Bitbull, Joe DiPasquale mengatakan, bitcoin akan berada dalam tekanan dalam beberapa minggu ke depan. 

“Sementara beberapa support terjadi pada akhir pekan, volume BTC rendah untuk mencapai dorongan besar agar mendorong harga di atas USD 48.000, BTC kemungkinan akan tetap di bawah tekanan dan berjuang untuk mencapai USD 40.000 dalam beberapa minggu mendatang,” kata DiPasquale, seperti dikutip dari CoinDesk, Senin, 11 April 2022.

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti pola akhir pekan yang serupa dan cenderung datar. ETH turun sedikit sekitar USD 3.200. 

Kinerja pasar kripto akhir-akhir ini sebagian besar sesuai dengan pasar saham utama, yang juga turun. Nasdaq yang berfokus pada teknologi menutup perdagangan Jumat turun lebih dari satu poin persentase. 

S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga turun karena investor terus memproses pusaran peristiwa bersejarah yang dapat mengirim ekonomi global ke dalam resesi.

Selama akhir pekan, Ukraina secara bersamaan bersiap untuk serangan baru Rusia di kota-kota di bagian tenggara negara itu. Sementara Uni Eropa, terus membahas pelarangan minyak dan gas Rusia.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU