Harga Bitcoin melonjak pada perdagangan Kamis (23/4), mendekati level psikologis penting US$80.000. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa BTC mulai mencoba keluar (breakout) dari fase konsolidasi panjang yang berlangsung sejak awal tahun.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh kisaran US$79.000, level tertinggi sejak Februari 2026.
Dipicu Geopolitik: AS, Iran, dan Selat Hormuz
Lonjakan harga BTC tidak lepas dari faktor geopolitik. Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, namun tetap mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz.
Di sisi lain, ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menembaki beberapa kapal:
- MSC Francesca (berbendera Panama)
- Epaminondas (berbendera Liberia)
Serangan terjadi di sekitar wilayah laut Oman. Kapal Epaminondas dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan dan roket, sementara MSC Francesca selamat tanpa kerusakan berarti.
Iran menegaskan bahwa gangguan keamanan di Selat Hormuz adalah “garis merah”, meningkatkan kekhawatiran pasar global.
Level Kunci Bitcoin: Support & Resistance
Secara teknikal, posisi Bitcoin saat ini sangat krusial:
- Support utama: US$72.000
- Resistance kuat: US$80.000
Level US$80.000 menjadi penting karena:
- Bertepatan dengan harga rata-rata investor jangka pendek
- Berpotensi memicu aksi jual (profit-taking)
- Menjadi titik validasi breakout jika berhasil ditembus
Jika BTC mampu bertahan di atas level ini, tren bullish bisa semakin kuat. Sebaliknya, kegagalan menembus bisa memicu koreksi.
Potensi Short Squeeze Dorong Harga
Analis dari K33, Vetle Lunde, mengungkapkan bahwa pasar saat ini masih didominasi posisi bearish.
- Funding rate berada di level rendah ekstrem
- Banyak trader masih membuka posisi short
- Risiko short squeeze meningkat
Kondisi ini bisa memicu lonjakan harga mendadak jika para trader terpaksa menutup posisi mereka.
Outlook: Masih Volatil, Bergantung Faktor Global
Meski momentum kenaikan mulai terlihat, arah Bitcoin ke depan masih sangat dipengaruhi oleh:
- Perkembangan konflik geopolitik
- Kebijakan global dan ekonomi makro
- Sentimen pasar terhadap risiko
Dengan kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek diperkirakan tetap volatile, terutama di sekitar area kritis US$80.000.





