29.7 C
Jakarta
Rabu, 4 Februari, 2026

Harga Bitcoin Hari Ini Terendah Semenjak Trump Menjabat

 

Harga Bitcoin hari ini kembali tertekan dan turun ke level terendah sejak kemenangan pemilihan ulang Presiden Donald Trump lebih dari setahun lalu. Pelemahan ini menghapus hampir seluruh keuntungan yang sempat diraih aset kripto terbesar tersebut setelah Trump, yang dikenal memiliki sikap ramah terhadap kripto, kembali menjabat sebagai presiden.

Bitcoin melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung hampir empat bulan. Harga sempat jatuh di bawah level US$74.424,95, yang merupakan titik terendah sepanjang tahun ini, pertama kali tercapai pada awal April setelah pengumuman awal rencana tarif Trump yang mengguncang pasar keuangan global.

Senior derivatives trader FalconX, Bohan Jiang, menjelaskan bahwa banyak pelaku pasar mencoba memanfaatkan koreksi harga dengan membeli di level rendah, berharap Bitcoin mampu rebound kembali ke atas US$80.000. Namun, tekanan jual yang berkelanjutan justru memicu likuidasi posisi beli tersebut, sehingga semakin menekan harga.

Harga Bitcoin Donald Trump

Dampak komentar Trump dan gelombang likuidasi

Meski didukung oleh pemerintahan yang pro-kripto serta meningkatnya adopsi institusional, harga Bitcoin telah turun sekitar 40% dari rekor tertingginya yang tercatat pada awal Oktober. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh likuidasi besar-besaran senilai sekitar US$19 miliar pada 10 Oktober, yang terjadi setelah komentar lanjutan Trump terkait kebijakan tarif. Dampak dari likuidasi ini masih membayangi pasar kripto hingga saat ini.

Gejolak pasar keuangan global

Pelemahan Bitcoin terjadi bersamaan dengan volatilitas di pasar keuangan global. Logam mulia sempat mengalami penurunan tajam pada akhir pekan sebelumnya setelah reli kuat, sementara indeks S&P 500 melemah akibat aksi jual di saham teknologi. Di sisi lain, harga emas dan perak kembali menguat, dan harga minyak melonjak seiring meningkatnya risiko geopolitik.

Sinyal pelemahan dari pasar derivatif

Data dari CME dan Coinglass menunjukkan penurunan signifikan pada jumlah kontrak terbuka (open interest) futures kripto selama akhir pekan, menandakan berkurangnya minat perdagangan di pasar derivatif Bitcoin. Selain itu, tingkat pendanaan futures perpetual yang dominan di pasar kripto telah berada di zona negatif, mencerminkan meningkatnya minat pada posisi bearish.

Meskipun jumlah kontrak opsi put untuk lindung nilai penurunan harga berkurang, konsentrasi harga strike menunjukkan kecemasan pasar belum sepenuhnya mereda. Partner SignalPlus, Augustine Fan, menilai sentimen pasar kripto berada di titik terendah, dengan volatilitas yang mulai meningkat setelah periode tekanan berkepanjangan selama setahun terakhir.

Apa Itu Crypto Meme Pippin dan Kenapa Harganya Melejit?

Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset berisiko

Sebelumnya, Bitcoin sempat bertahan di atas level US$75.000 setelah kemenangan Trump, yang diharapkan membawa kebijakan lebih mendukung industri kripto. Namun, tekanan jual terus berlanjut sejak aksi jual besar pada Oktober lalu.

Kekhawatiran ekonomi makro masih membayangi pasar, sementara saham global kesulitan pulih di tengah rendahnya selera risiko dan kekhawatiran akan gelembung kecerdasan buatan (AI). Walau sebagian investor institusional tetap bertahan, partisipasi investor ritel menurun, seiring aksi jual pemegang Bitcoin jangka panjang yang melepas aset senilai miliaran dolar.

Tekanan altcoin dan arus keluar ETF

Indeks MarketVector Digital Assets 100 Small-Cap, yang mencakup 50 aset digital terkecil dari 100 aset kripto teratas, anjlok hampir 70% dalam setahun terakhir. Secara umum, altcoin mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan Bitcoin dan Ether sejak persetujuan produk exchange-traded fund (ETF) kripto yang menyedot dana institusional. Bahkan, ETF spot altcoin yang mayoritas dimiliki investor ritel juga mengalami arus keluar miliaran dolar pada November.

kenapa bitcoin turun hari ini 2

Pendiri AirdropAlert.com, Morten Christensen, menilai Bitcoin masih diperdagangkan sebagai aset berisiko tinggi (high-beta), bukan sebagai “emas digital”. Menurutnya, hal ini tidak berarti tesis Bitcoin gagal, melainkan belum sepenuhnya terwujud.

Tekanan pasar yang kuat dan pergerakan harga yang stagnan mencerminkan tantangan besar bagi Bitcoin dalam mempertahankan momentum positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya risiko geopolitik. Pada Selasa, harga Bitcoin sempat anjlok hingga 7% ke level US$72.877, terendah sejak 6 November tahun lalu, sebelum kembali pulih terbatas ke kisaran US$76.000 pada sore hari waktu New York. Secara keseluruhan, Bitcoin telah turun hampir 14% sepanjang tahun berjalan.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU