Harga Bitcoin menunjukkan penguatan moderat setelah rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Maret 2026. Reaksi pasar terjadi cepat, dengan BTC sempat naik ke kisaran US$72.400 hanya beberapa menit setelah laporan inflasi diumumkan.
Kenaikan harga bitcoin terjadi di tengah kondisi pasar yang sebelumnya bergerak dalam rentang sempit di sekitar level US$72.000.
Inflasi Naik, Tapi Inti Lebih Rendah dari Ekspektasi
Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa:
- Headline CPI naik 0,9% (sesuai ekspektasi)
- Core CPI (inti) hanya naik 0,2% (lebih rendah dari ekspektasi 0,3%)
Secara tahunan:
- CPI: 3,3%
- Core CPI: 2,6%
Kenaikan inflasi secara umum didorong oleh lonjakan harga energi akibat konflik di Iran. Namun, inflasi inti yang lebih rendah memberikan sinyal bahwa tekanan harga di sektor non-energi mulai mereda.
Hal ini menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto.
Harga Bitcoin Reaktif terhadap Data Makro
Setelah data dirilis:
- Harga Bitcoin naik ke US$72.400
- Futures Nasdaq 100 naik sekitar 0,3%
- Yield obligasi AS tenor 10 tahun stabil di 4,29%
Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar melihat data inflasi inti sebagai sinyal bahwa tekanan terhadap kebijakan moneter mungkin tidak seagresif yang dikhawatirkan sebelumnya.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Berubah
Pasar kini memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan mengubah suku bunga dalam waktu dekat.
Berdasarkan data CME FedWatch:
- 99% kemungkinan suku bunga tetap pada pertemuan akhir April
- 97% kemungkinan tetap pada pertengahan Juni
Ini berbeda dengan beberapa minggu sebelumnya, ketika pasar sempat memperkirakan adanya kenaikan suku bunga akibat lonjakan inflasi energi.
Dampak Konflik Iran ke Pasar Global
Konflik di Iran tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi:
- Harga minyak (melonjak tajam)
- Inflasi global
- Sentimen investor terhadap aset berisiko
Kondisi ini menciptakan dinamika unik:
- Inflasi naik (negatif untuk pasar)
- Core inflation turun (positif untuk pasar)
Hasilnya, pasar bergerak campuran, namun kripto seperti Bitcoin cenderung merespons sisi positifnya.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin setelah rilis data CPI menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap kombinasi faktor makro:
- Inflasi yang tinggi karena energi menimbulkan kekhawatiran
- Namun inflasi inti yang lebih rendah memberi harapan stabilitas
Selama ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter masih berlangsung, volatilitas Bitcoin kemungkinan akan tetap tinggi, dengan pergerakan harga yang cepat mengikuti setiap rilis data ekonomi global.






