28.3 C
Jakarta
Minggu, 14 Juli, 2024

Harga Emas Dunia Capai US$1.900, Level Tertinggi Sejak 2011

DuniaFintech.com – Harga Emas dunia melambung ke level tertingginya selama sembilan tahun terakhir, yaitu pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan adanya ketegangan geopolitik AS-Cina yang mendorong adanya permintaan aset investasi yang aman. Alhasil harga emas pun naik 24% di sepanjang tahun ini. Kondisi ekonomi yang digambarkan memasuki periode resesi besar membuat pelaku pasar mencari perlindungan melalui emas. 

Selain itu, adanya pandemi yang berkepanjangan ini turut mempengaruhi Harga Emas dunia sebagai daya tarik investasi kian meningkat. Tidak hanya itu, melemahnya suku bunga serta merosotnya nilai US Dollar membuat emas menjadi pilihan sebagai asuransi ditengah kondisi tidak pasti. Tingkat suku bunga yang rendah dibarengi dengan inflasi yang jinak membuat suku bunga riil di AS sudah berada di teritori negatif. Banyaknya pasokan dolar AS tak hanya membuat greenback mengalami pelemahan tetapi juga membawa risiko lain yakni inflasi yang lebih tinggi.

 Di dalam negeri, harga emas dunia Antam hampir menyentuh Rp1 juta per gram pada Kamis malam (24/7/2020). Emas Antam melonjak Rp7. 000/gram dari harga sebelumnya. Dikutip dari laman logammulia.com, berikut rincian harga emas Antam di pasar spot, Emas batangan seberat 0,5 gram sebesar Rp522.000, seberat 1 gram sebesar Rp984.000, seberat 2 gram sebesar Rp1.908.000, 3 gram sebesar Rp2.837.000, hingga Emas batangan seberat 100 gram berkisar di angka Rp92.612.000.

Baca Juga:

Emas sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi tentunya mendapat berkah. Pelemahan dolar AS yang dicirikan dengan penurunan indeks dolar membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, orang cenderung ingin mengambil posisi di emas.

Reuters melaporkan, Analis Standard Chartered, Suki Cooper mengatakan “lingkungan makro yang terus berkembang mendukung [harga] emas dengan indeks dolar yang melemah ke posisi terendah dalam dua tahun dan suku bunga riil negatif turun lebih lanjut.”

Sementara disisi lain, perak anjlok 2,2 persen menjadi 22,52 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi hampir tujuh tahun di awal sesi. Sedangkan paladium turun 0,2 persen menjadi 2.142,79 dolar AS per ounce, dan platinum merosot 1,1 persen menjadi 911,53 dolar AS per ounce.

(DuniaFintech/Drean M.I)

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU