25.6 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

Hasil Survei, Metaverse Akan Jadi Tempat Paling Populer untuk Transaksi Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Metaverse akan menjadi tempat paling populer untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan cryptocurrency atau aset kripto, menurut survei baru-baru ini.

Survei tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan layanan streaming video, Agora yang telah terdaftar di Nasdaq. Survei tersebut dilakukan Agora langsung di dalam metaverse. 

Baca juga: Project Leslar Metaverse Mendapat Sorotan Media Asing, Kenapa? 

Dilansir dari Liputan6.com, perusahaan menanyakan 300 pengembang yang berbasis di AS serangkaian pertanyaan untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang mereka pikirkan tentang metaverse dan apa yang akan dilihat pada tahun-tahun mendatang.

“Para pengembang disurvei karena bagi mereka, pertumbuhan metaverse memungkinkan pengembangan komunitas baru dan memungkinkan mereka untuk terhubung lebih baik dengan pengguna,” kata pihak Agora dalam laporan survei, dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (28/4/2022).

Menurut hasil, 57 persen responden berpikir metaverse akan menjadi tempat paling populer untuk membeli, menyimpan, dan memperdagangkan cryptocurrency, sementara 18 persen tidak setuju dan 25 persen merasa netral.

Selain itu, 70 persen setuju kemajuan teknologi kripto dan blockchain akan sangat penting untuk membentuk masa depan metaverse, sementara 9 persen lainnya tidak setuju.

Baca juga: Makin Digandrungi, Ini Deretan Artis yang Terjun ke Bisnis NFT dan Metaverse

Peserta survei juga ditanya siapa yang menurut mereka akan memiliki metaverse. 55 persen responden mengatakan Meta (sebelumnya Facebook), 9 persen mengatakan Google, 7 persen mengatakan Microsoft, 6 persen mengatakan Apple, dan 5 persen mengatakan Amazon.

Sejumlah analis telah memperkirakan potensi dari metaverse. Citibank misalnya, memperkirakan metaverse bisa menjadi peluang USD 13 triliun atau sekitar 186 kuadriliun dengan lima miliar pengguna pada tahun 2030. 

Baca juga: Melihat Persiapan Indonesia di G20, Akan Tampilkan Teknologi Metaverse

Sementara itu, bank investasi Goldman Sachs dan Morgan Stanley keduanya mengatakan metaverse bisa menjadi peluang bisnis dengan nilai USD 8 triliun atau sekitar Rp 118 kuadriliun.

Baca juga: Melihat Progres Pendirian Bursa Kripto Indonesia Pasca Kepala Bapebbti Jadi Tersangka

 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE