32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Pengertian High Risk High Return dan Tips Investasi untuk Pemula

JAKARTA, duniafintech.com – High risk high return adalah salah satu istilah dalam investasi yang biasanya tidak asing lagi di kalangan investor pemula maupun berpengalaman. Melalui artikel berikut ini akan dibahas lengkap serta contoh-contoh instrumen investasinya hingga tips berinvestasi di instrumen tersebut dengan aman. 

Apa itu High Risk High Return?

Hal ini merupakan karakteristik yang dimiliki oleh beberapa jenis investasi crypto, saham, dan forex. Dalam artian hal ini berarti suatu investasi yang akan memberikan sebuah peluang keuntungan yang tinggi pada investor, namun instrumen investasi juga akan memberikan potensi risiko yang sama tingginya kepada investor.

Misalnya pada saham, yakni ada beberapa aset saham bisa membuat investor memperoleh return berupa capital gain jika harga saham saat ini bernilai lebih tinggi dari harga saham ketika investor melakukan pembelian. Di sisi lain, yaitu harga saham sering berfluktuasi, artinya terkadang investor harus menjual saham dengan harga lebih rendah dari harga beli. Peristiwa inilah yang sering disebut dengan capital loss.

Contoh High Risk High Return dalam Investasi

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa setiap instrumen investasi pasti akan memperoleh return yang tinggi sebanding dengan risikonya. Oleh karena itu, tiap investor harus lebih teliti dalam menggeluti dunia investasi. Berikut ini adalah contohnya, antara lain:

  • Saham

Ada beberapa jenis saham, salah satunya adalah modal ventura yang biasanya berfokus pada pendanaan startup atau perusahaan rintisan yang memiliki risiko cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan sebagian perusahaan kemungkinan hanya memberikan sedikit return atau bahkan tidak sama sekali.

Contoh lainnya adalah saham IPO (Initial Public Offering), berarti saham tersebut bisa naik turun secara drastis. Salah satu contohnya adalah saham Sanurhasta Mitra Tbk yang sempat melonjak hingga 5.110% dalam waktu kurang lebih 2 tahun sejak IPO. Namun di lain sisi, ada juga saham bukalapak yang turun hingga kurang lebih sebesar 6,76% hanya dalam rentang waktu 3 hari sejak IPO.

Sesuai dengan namanya, yakni kedua jenis aset tersebut merupakan contoh dari high risk high return dalam investasi.

  • Forex

Salah satu contoh lainnya dari investasi yang dapat memperoleh keuntungan besar dengan risiko tinggi adalah Forex atau Foreign Exchange Market. Prinsip dasar dari instrumen investasi ini adalah membeli mata uang dengan harga yang rendah, kemudian menjualnya dengan nilai lebih tinggi untuk memperoleh sejumlah keuntungan. Salah satu penyebab forex memiliki risiko tinggi adalah nilainya yang rentan mengalami fluktuasi dan bergantung pada kondisi politik serta ekonomi di suatu negara.

  • Aset Kripto

Investasi aset kripto memang menawarkan return yang menggiurkan bagi investor. Sebagai contoh, yaitu harga bitcoin sebagai salah satu aset kripto yang kini telah melesat hingga kurang lebih sebesar 270% dalam rentang waktu selama 1 tahun belakangan (per 13 Agustus 2021). Sementara itu, dalam rentang waktu serupa, harga ETH juga telah meningkat kurang lebih hingga 587%.

Namun di lain sisi, risiko investasi aset kripto adalah ketidakpastian di masa mendatang karena teknologi kripto masih tergolong baru dan bersifat terdesentralisasi, sehingga kebijakan pemerintah juga kepopulerannya sangat mempengaruhi harga dari aset kripto tersebut kedepannya.

Tips Investasi  dengan Aman

Minimnya informasi terkait investasi ini pada masyarakat luas membuat banyak investor membeli maupun menjual aset secara sembrono tanpa harus berpikir panjang lebih dulu. Oleh karena itu untuk meminimalisir hal tersebut, maka diversifikasi adalah salah satu tips investasi secara aman.

Sejak abad ke-19 sebenarnya taktik diversifikasi telah dikenal oleh masyarakat luas yang menyebutkan bahwa “Janganlah memasukkan semua telur milikmu ke dalam satu keranjang”. Mengapa demikian? Pasalnya, jika satu keranjang berisikan telur itu jatuh, maka semua telur milikmu juga akan jatuh dan hancur. Hal yang sama juga berlaku dalam investasi, yakni janganlah meletakkan semua asetmu pada satu instrumen investasi saja, terutama untuk investasi jenis ini.

Terdapat dua cara bagi investor yang dapat dilakukan dalam diversifikasi investasi, antara lain:

  • Pertama adalah diversifikasi random, yaitu ketika investor mengambil beberapa jenis aset tertentu dari berbagai sektor secara acak tanpa perlu memperhatikan nilai return ketika membuat suatu portofolio. Namun sayangnya, diversifikasi random tidak dapat menghasilkan portofolio yang optimal.
  • Diversifikasi Markowitz merupakan teknik yang didasarkan pada teknik khusus guna mencari kombinasi portofolio terbaik sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Apabila kamu tertarik dengan jenis investasi high risk dan high return, maka aset kripto bisa menjadi salah satu rekomendasi pilihan untukmu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu terkait kenaikan harga aset kripto bisa mencapai ratusan persen tiap tahunnya. Namun, tentu saja ada risiko tersendiri karena kripto merupakan aset yang saat ini masih terus berkembang.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE