33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Perusahaan HighRadius Jadi Fintech Unicorn Pertama di 2020

duniafintech.com – Di awal tahun 2020 ini kabar gembira datang dari sektor fintech. HighRadius, perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak berkekuatan kecerdasan buatan untuk fintech mengumumkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan $125 juga dalam sebuah pendanaan seri B yang dipimpin oleh ICONIQ Capital.

Dibanding sektor lain, jumlah perusahaan unicorn di sektor fintech memang masih terbilang sedikit. Berdasarkan data per kuartal III tahun 2019 silam, perusahaan dengan nilai valuasi sebesar $1 miliar ini berjumlah 58 perusahaan. Amerika menjadi penyumbang terbanyak dengan 36 startup sementara Eropa menyumbang 10, Asia 10 dan Australia 2 perusahaan.

Baca juga:

Tanpa menyebutkan secara lebih spesifik, CEO HighRadius, Sashi Narahari menyebut bahwa raihan dana ini menambah value perusahaan menjadi lebih dari $1 miliar. Artinya, HighRadius kini menjajaki langkah baru sebagai perusahaan fintech yang berstatus unicorn. HighRadius juga mencatatkan diri sebagai perusahaan fintech yang meraih status tersebut di awal tahun 2020 ini.

Para investor sebelumnya yakni Susquehanna Growth Equity dan Citi Ventures juga berpartisipasi dalam babak baru pendanaan ini. Dengan putaran terakhir ini, dana HighRadius yang diketahui (total ekuitas dan modal swasta) yang berbasis di Houston naik menjadi $ 175 juta. Ini sebelumnya mengumpulkan Seri A $ 60 juta selama akhir 2017 dan awal 2018.

Perusahaan yang memproduksi perangkat lunak sebagai perusahaan layanan (SaaS), yang berkantor pusat di Hyderabad dan Houston, adalah startup India ke-25 yang menjadi unicorn. Didirikan bersama pada tahun 2006 oleh pengusaha asal India Sashi Narahari, perusahaan ini tetap melakukan bootstrap hingga putaran pendanaan pertamanya pada tahun 2017.

Hingga saat ini, perusahaan telah mengumpulkan $ 175 juta dalam tiga putaran, termasuk $ 50 juta yang diperolehnya pada bulan September 2017.

HighRadius memungkinkan bisnis untuk mengotomatisasi fungsi back-office utama seperti piutang dagang dan manajemen keuangan. Mereka menggunakan platform AI untuk mengotomatisasi tugas-tugas keuangan rutin dan untuk memprediksi tanggal pembayaran faktur. Kliennya termasuk perusahaan-perusahaan top seperti Adidas, Cargill, Danone, Walmart, Johnson & Johnson dan Starbucks.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Strategi Bisnis Cepat Kaya ala Bob Sadino, Modal Kecil Untung Besar

DuniaFintech.com - Tak sedikit orang yang membatalkan niat membuka usaha karena mengaku tak punya dana. Padahal modal uang bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan bisnis yang...

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...
LANGUAGE