24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

IBM MELUNCURKAN LAYANAN DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN

Blockchain berpotensi menjadi bagian integral dari masa depan kita. Mungkin kita telah sering membaca di berbagai media bahwa Blockchain adalah buku besar digital yang terdesentralisasi, dimana tingkat keamanannya terjamin dengan kriptografi dan memiliki sifat transparansi yang tidak tertandingi dalam platform digital. Pada mulanya teknologi Blockchain ini sering dikaitkan dengan mata uang digital, seperti Bitcoin. Namun kemampuan dari teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang di luar dari Bitcoin.

Jaringan Blockchain bisa diaplikasikan di sektor keuangan, di program Universal Basic Income (UBI), bahkan bisa juga untuk tujuan kemanusiaan. Sejumlah lembaga telah pula mulai melakukan penelitian dan pengembangan untuk mengaplikasikan teknologi Blockchain pada berbagai industri.

IBM sendiri melihat potensi Blockchain sejak pertama kali mengenal teknologi tersebut pada tahun lalu. Tujuan dari pelayanan publik adalah untuk memberikan pelanggan sebuah sarana dengan membangun jaringan Blockchain yang aman. Oleh karena itu IBM meluncurkan programnya sendiri yang disebut dengan “Blockchain as a Service,” dan telah siap untuk mengimplementasikan program pertama IBM Blockchain tersebut.

Blockchain ini berbasis open-source Linux Foundation Hyperledger Fabric. Di sebuah situs dijelaskan bahwa program ini anggap saja sebagai sistem operasi untuk marketplace, jaringan berbagi data, micro-currency, dan komunitas digital desentralisasi yang sangat efisien dan kompleks untuk mendapatkan hal-hal yang dilakukan di dunia nyata.

Melalui Hyperledger, IBM menawarkan satu set layanan berbasis cloud untuk membantu pelanggan membuat, menyebarkan, dan mengelola jaringan Blockchain. Jerry Cuomo selaku Vice President teknologi Blockchain di IBM mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihak IBM dan beberapa anggota lain dari berbagai industri datang untuk melihat bahwa perlu ada sekelompok orang yang menjaga, mengatur, dan mengikuti teknologi sekitar Blockchain secara serius untuk kepentingan bisnis.

Hyperledger menjanjikan program ini berjalan dengan aman melalui sistem open-sorce dengan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang dapat menjamin tranparansi, berumur panjang, bersifat interoperabilitas, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan agar mampu membawa teknologi Blockchain lebih terdepan untuk diadopsi di bidang perdagangan. Itulah visi Hyperledger sehingga membutuhkan komunitas pengembang software guna membangun platform teknologi Blockchain tersebut. Untuk memberikan kepuasan layanan kepada pelanggan, IBM menambahkan jaringan keamanan lain menggunakan cloud IBM, dan menyatakan bahwa jaringan Blockchain mereka dibangun dengan sangat auditable yang bisa melacak semua aktivitas. Hal tersebut memberikan kelonggaran kepada administrator untuk mengikuti semua jejak transaksi dan merespon dengan cepat jika ada pelanggaran.

Visi IBM terhadap teknologi Blockchain tidak hanya terbatas pada penggunaan di perusahaan. Pada tahun 2015, IBM dan Samsung menggaungkan Internet Desentralisasi Atraksi (IOT) yang disebut dengan Otonomi Desentralisasi Peer-to-Peer Telemetry (ADEPT). Ini adalah bukti betapa banyaknya potensi yang dimiliki oleh Blockchain. Pada akhirnya teknologi ini berperan penting pada sistem keamanan digital dan transparansi, dan kita harus mendorong lebih lanjut ke masa depan untuk konektivitas yang lebih ekstrim.

Source: Futurism

Written by : Sintha Rosse

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE