26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

IMF Memprediksi Bank Sentral Akan Mengeluarkan Mata Uang Digital

duniafintech.com – Dana Moneter Internasional (IMF) percaya bahwa bank sentral dapat menerbitkan mata uang digital di masa depan, menurut laporan dari IMF pada 27 Juni

Menurut sebuah laporan lengkap, IMF dan Bank Dunia melakukan survei pada fintech, dimana meminta jawaban dari lembaga keuangan di semua negara anggota, dan telah mendasarkan kesimpulannya sebagian dari 96 tanggapan yang diterima.

Menurut koran itu, beberapa bank sentral di berbagai negara sedang mempertimbangkan untuk menerapkan beberapa bentuk Central Bank Digital Currency (CBDC). Uruguay dilaporkan telah meluncurkan program percontohan CBDC, sementara Bahama, Cina,  Eastern Caribbean Currency Union, Swedia dan Ukraina “di ambang” menguji sistem mereka.

Baca juga: CEO Bitocto: Halving Bitcoin Tingkatkan Volume Transaksi Kripto

Selain itu, sejumlah bank sentral dilaporkan telah melakukan penelitian tentang dampak potensial CBDC terhadap stabilitas keuangan, struktur sektor perbankan, masuknya lembaga keuangan bukan bank, dan transmisi kebijakan moneter.

Berdasarkan laporan tersebu, motivasi untuk menawarkan CBDC bervariasi. Baik ekonomi berkembang maupun ekonomi maju dikatakan mempertimbangkan opsi CBDC, dengan yang terakhir berusaha untuk memberikan alternatif uang tunai karena frekuensi penggunaannya berkurang. Untuk negara-negara berkembang di sisi lain, hasil utama dari CBDC akan mengurangi biaya perbankan, serta berpotensi membuat bank lebih tersedia untuk warga negara yang tidak memiliki rekening bank.

Baca juga: Mike Novogratz: Bitcoin Diprediksi Akan Stabil Antara $10.000-$14.000

Satu kesamaan adalah bahwa sebagian besar bank sentral kurang tertarik untuk mengeluarkan CBDC yang sepenuhnya anonim, karena lembaga menginginkan transaksi pada akhirnya dapat dilacak oleh otoritas ketika diperlukan. Namun, beberapa lembaga ini mempertimbangkan untuk membagi sebagian token yang disediakan untuk kepemilikan dan transaksi besar, dan hanya membuat yang dapat dilacak.

Seperti dilaporkan sebelumnya, ekonom konservatif Stephen Moore baru-baru ini bergabung dengan sebuah proyek untuk membuat entitas seperti Federal Reserve untuk mata uang kripto. Proyek ini dengan sistem Decentral, sebagai upaya yang dimaksudkan untuk mengatur pasokan cryptocurrency guna mengurangi volatilitas di pasar crypto.

Baca juga: Peresmian Kantor Baru, Indodax Berkomitmen Berikan Pelayanan Lebih Baik

Image by kai kalhh from Pixabay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE