26.2 C
Jakarta
Kamis, 25 Juli, 2024

Indonesia Masuk 150 Startup Digital Health Paling Menjanjikan di Dunia

DuniaFintech.com – Indonesia masuk jajaran ranking tahunan CB Insights untuk 150 startup digital health yang paling menjanjikan di dunia. Diwakil oleh Halodoc, sejumlah usaha rintisan berbasis teknologi tersebut dinilai memiliki inovasi yang terdepan.

Ada pun beberapa negara dari 150 startup tersebut berasal dari negara-negara ternama, seperti Inggris, Amerika Serikat, Israel, Kanada, Tiongkok dan Prancis. Dalam keterangannya, CEO CB Insights, Anand Sanwal merilis pernyataannya terkait hal tersebut.

“Daftar Digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang kami adakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara,”

Anand mengatakan, beragamya wilayah serta inovasi dari rantai nilai kesehatan menjadi acuan penilaian. Hal itu merujuk pada teknologi yang bermanfaat bagi perusahaan farmasi, bioteknologi, sistem transaksi, fasilitas kesehatan, asuransi, serta beberapa elemen lainnya.

“Pemenang Digital Health 150 tahun lalu mendapat pengakuan dan mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir USD5 miliar,”

Baca juga:

Halodoc Kembali Masuk Daftar 150 Startup Digital Health Versi CB Insights

Untuk Halodoc, tahun ini menjadi kedua kalinya masuk daftar 150 startup digital health paling inovatif di dunia versi CB Insights. Jonathan Sudharta selaku CEO Halodoc menilai hal ini sebagai motivasi tehadap pihaknya untuk terus berinovasi serta memberikan akses yang merata ke seluruh penjuru negeri.

“Melalui pencapaian ini, kami berharap dapat menginspirasi ekosistem perusahaan rintisan lokal dalam meningkatkan daya saing serta membuktikan bahwa Indonesia mampu berada di level yang sama dengan perusahaan global,”

Halodoc terpilih sebagai satu-satunya startup Indonesia yang masuk dalam daftar 150 digital health untuk kategori Virtual Care Delivery. Pencapaian Halodoc tahun ini yang menyamai rekornya pada 2019 menjadikan alasan diperolehnya kategori tersebut.

Tim riset CB Insights memakai metode penelitian berbasis data dalam menyeleksi 150 startup digital health. Terdapat ratusan aplikasi yang masuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor, beberapa diantaranya nilai ekonomis, pemberitaan media, inovasi, potensi serta kolaborasi.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU