31 C
Jakarta
Rabu, 29 Juni, 2022

INDOTRADING, DIREKTORI BISNIS ONLINE DAN JASA DIGITAL MARKETING

duniafintech.comDi Tanah Air, sengitnya persaingan bisnis e-commerce justru menstimulus lahirnya perusahaan-perusahaan berbasis digital baru yang menawarkan berbagai jenis inovasi layanan. Salah satu perusahaan yang belum lama didirikan adalah Indotrading.com.

Perusahaan yang sebentar lagi menginjak usianya yang ke-lima ini awalnya bergerak di layanan Bussiness to Bussiness (B2B), didirikan oleh Handy Chang, layanan Indotrading.com didorong oleh harapan agar UKM menyadari akan pentingnya ekspansi bisnis di ranah online. Melalui situs yang dibangunnya ini diharapkan mampu menjawab kesulitan para pelaku UKM dalam bersaing dengan pemain-pemain besar di pasar lokal maupun internasional.

Pada awalnya, Indotrading.com memang dibangun sebagai situs direktori B2B marketplace, namun untuk mendorong UKM lebih maju, direktori situs pun diubah menjadi Bussiness to Customer (B2C), hal ini dilakukan karena banyak UKM Indonesia yang memasarkan produknya untuk dijual langsung ke pelanggan.

Untuk mendorong UKM Indonesia, Indotrading menawarkan layanan-layanan seperti; jasa pembuatan website, Search Engine Optimiation, Google Adwords, pemberian data statistik, serta manajemen konten dan pemasaran digital lainnya.

Untuk berlangganan Indotrading.com relatif terjangkau. Biaya yang diperlukan untuk mendapatkan jasa digital marketing lengkap dibandrol dengan kisaran harga Rp 1.9 juta hingga Rp 5 juta. Fasilitas member ini membantu Anda memaksimalkan penjualan di ranah digital, selain itu Anda juga mendapatkan revenue dari membership.

Namun, jika Anda tidak sampai memerlukan jasa digital marketing lengkap, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 2.3 juta saja.

Keunggulan lain dari Indotrading adalah, situs ini mencapai 4.500.000 pengunjung per bulan. Selain itu, produk yang dipasarkan mencapai 250.000 produk dari 40.000 perusahaan. Untuk kategori produk yang dipasarkan, boleh dibilang sangat lengkap, di antaranya ialah alat elektronik, konstruksi dan properti, mesin dan alat berat, alat ukur, alat proteksi diri dan keamanan, kerajinan, serta masih banyak lainnya.

Sumber : www.indotrading.com

Written by: Hendratanu Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

3 Hal Ini Perlu Diatasi Agar Tak Terjadi NFT Bubble, Apa Itu? 

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini semakin banyak pelaku dan penikmat seni di Indonesia yang saat ini mulai sadar akan manfaat Non-Fungible Token (NFT). NFT...

Alasan P2P Lending Syariah Menjadi Sumber Investasi Menguntungkan

JAKARTA, duniafintech.com - P2P lending syariah menjadi sumber investasi yang menguntungkan, ada benarnya. Bentuk potensi dari pengembangan investasi dana P2P LendingSyariah memberi pengalaman penting bagi...

Mengulik Cara Kerja Asuransi di Indonesia, Simak Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Meski kamu sudah sering mendengar asuransi, tetapi tahukah kamu seperti apa cara kerja asuransi? Tanpa manfaat asuransi, kamu memang bisa mengalami kerugian...

Tenang Saja, Metaverse Akan Tetap Bertahan saat Crypto Crash

JAKARTA, duniafintech.com – Crypto crash yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan keraguan bagi mereka yang berminat berinvestasi dalam pengembangan teknologi blockchain. Tapi tak...

Kata Mendag, Kalau tidak Mau Pakai KTP, Beli Saja Minyak Goreng Biasa

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) Rp14.000 per liter, masyarakat diwajibkan untuk melampirkan fotokopi KTP. Akan tetapi , banyak konsumen...
LANGUAGE