25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Industri Fintech E-Money Indonesia Berkembang Pesat?

Saat ini penggunaan uang elektronik semakin marak di masyarakat. Sebagai contohnya, dapat dilihat dari penjualan E-toll card yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan industri fintech e-money di Indonesia berkembang pesat.

Penggunaan uang elektronik atau electronic money (E-money) diprediksi akan terus tumbuh secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat pula dari tiga operator seluler tanah air, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata, berkolaborasi dengan inovasi layanan “E-Money Interoperability” atau pengiriman uang elektronik lintas operator.

Manfaat yang bisa dinikmati pengguna seluler dengan layanan pengiriman uang elektronik lintas operator ini antara lain pelanggan dapat dengan mudah dan leluasa melakukan transaksi keuangan melalui ponsel.

Tidak hanya itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan BRIZZI, BPD DKI Jakarta dengan produk Jak Card, PT Indosat Tbk mengeluarkan Dompetku, PT Skye Sab Indonesia dengan produk Skye Card, dan masih banyak lagi.

Ditahun 2018 ini, digadang-gadang akan ditetapkannya kebijakan pembelian Elpiji bersubsidi volume 3 kilogram menggunakan E-money, ini berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan ini akan dilakukan agar distribusi gas bersubsidi tersebut lebih tepat sasaran.

Studi  dari Amdocs dan Analysys Mason yang dilansir dari techinasia.com mengemukakan dua tren yang memprediksi pertumbuhan penggunaan E-money. Yang pertama adalah bagaimana Bank Indonesia melonggarkan regulasi, mengijinkan perusahaan telekomunikasi untuk memungkinkan pelanggannya menguangkan E-money yang mereka miliki tanpa biaya tambahan apapun.

Kedua, tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia memungkinkan penggunanya menggunakan E-money – T-Cash milik Telkomsel, Dompetku milik Indosat, dan XL Tunai milik XL Axiata – untuk mengirimkan uang ke orang lain meskipun menggunakan alat E-money yang berbeda, sehingga mempermudah proses pembayaran antara pengguna E-money.

Meski bertransaksi secara manual menggunakan uang tunai masih akan tetap dilakukan masyarakat. Dengan melihat berbagai macam manfaat yang disediakan E-money, pertumbuhan industri fintech E-money pun kian berkembang di Indonesia. Selain kemudahan dalam bertransaksi, manfaat lain dari uang elektronik ini dapat mengurangi jumlah peredaran uang palsu. Selain itu biaya untuk pencetakan uang kertas dapat diminimalisir dengan adanya uang elektronik ini.

-Dinda Luvita-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE