33.7 C
Jakarta
Minggu, 23 Juni, 2024

Industri Kripto Gabung FATF, Tingkatkan Keamanan Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait industri kripto di Indonesia meraih pencapaian signifikan dengan diterimanya secara aklamasi sebagai anggota ke-40 Financial Action Task Force (FATF). FATF, organisasi internasional yang fokus pada upaya global pemberantasan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan senjata pemusnah massal, telah mengakui komitmen Indonesia untuk memastikan keamanan ekosistem kripto di dalam negeri.

Menurut laman resmi PPATK, aset kripto, termasuk bitcoin, seringkali menjadi target tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Dengan keanggotaan Indonesia di FATF, diharapkan langkah-langkah pengamanan akan semakin ketat untuk menjaga integritas ekosistem kripto.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Bitcoin Loyo Lagi, Cek Daftar Harga Kripto di Sini

VP of Operations Upbit Indonesia Resna Raniadi menyambut baik keanggotaan Indonesia di FATF. Menurutnya, kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto di Indonesia diharapkan akan meningkat, seiring dengan langkah-langkah keamanan yang diterapkan.

“Keanggotaan ini tentunya akan berdampak positif untuk meningkatkan kepercayaan terhadap Indonesia baik itu dari segi bisnis dan iklim investasi, termasuk industri kripto,” ujar Resna.

Sebagai negara anggota FATF, Indonesia diharuskan mematuhi travel rule yang diberlakukan oleh organisasi tersebut. Travel rule merupakan regulasi global yang menetapkan kewajiban institusi finansial memberikan informasi tambahan dalam pengiriman dan penerimaan aset antar institusi. Aturan ini juga telah diterapkan pada transaksi aset digital sejak 2019.

Selain travel rule, FATF juga memerlukan negara anggota untuk memiliki aturan terkait Decentralized Finance (DeFi) dan sistem anti pencucian uang. Upbit, sebagai pemain kunci dalam industri kripto di Indonesia, telah menerapkan travel rule sejak Maret 2020 dengan bekerja sama dengan VerifyVASP, penyedia solusi travel rules untuk perdagangan digital.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Kripto Naik

Resna menekankan komitmen Upbit untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekosistem perdagangan kripto yang lebih aman dan terpercaya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan pertumbuhan positif dalam jumlah investor kripto di Indonesia. Hingga September 2023, total investor kripto mencapai 17,91 juta orang, meningkat 0,67% dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tahunan mencapai 10,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, nilai transaksi kripto di Indonesia menunjukkan penurunan sebesar 25,2% month-to-month pada September 2023, mencapai Rp7,96 triliun. Meskipun demikian, industri kripto terus berkembang, dan keanggotaan Indonesia di FATF diharapkan akan menjadi pendorong positif untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pergerakan Harga Bitcoin dan Kripto Teratas: Mayoritas Kripto Masih Berada di Zona Merah

Harga Bitcoin dan sejumlah kripto teratas kembali mengalami pergerakan seragam pada hari Rabu ini. Meskipun beberapa kripto menunjukkan potensi penguatan, mayoritas masih berada di zona merah, seiring dengan dinamika pasar kripto global.

Menurut data yang diperoleh dari Coinmarketcap, Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami pelemahan sebesar 2,91 persen dalam kurun waktu 24 jam. Meskipun demikian, secara mingguan, Bitcoin masih menunjukkan kekuatan dengan kenaikan sebesar 0,84 persen. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 35.554 atau sekitar Rp 549,2 juta dengan asumsi kurs Rp 15.449 per dolar AS.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Pajak Tinggi Akibatkan Transaksi Kripto Turun

Ethereum (ETH), kripto lain dengan posisi kuat, juga mengalami penurunan sebesar 4,18 persen dalam sehari, tetapi tetap menunjukkan kekuatan dengan kenaikan sebesar 5,40 persen dalam seminggu. Harga Ethereum saat ini berada di level Rp 30,60 juta per koin.

Binance coin (BNB), Solana (SOL), XRP, dan Dogecoin (DOGE) semuanya terpantau kembali berada di zona merah dengan penurunan harga masing-masing. BNB, misalnya, mengalami koreksi sebesar 0,37 persen dalam 24 jam dan 1,69 persen dalam seminggu, dengan harga mencapai Rp 3,73 juta per koin.

Namun, SOL menguat dengan signifikan, terbang sebesar 6,50 persen dalam sehari dan 30,29 persen dalam seminggu. Harga SOL saat ini mencapai Rp 868.913 per koin.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Cara Atasi Penurunan Transaksi Aset Kripto

XRP dan DOGE masing-masing turun 1,38 persen dan 4,61 persen dalam sehari, dengan harga berturut-turut Rp 10.283 dan Rp 1.173 per koin.

Stablecoin seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD) menunjukkan stabilitas dengan kenaikan 0,01 persen, menjaga harganya tetap di level USD 1,00.

Dengan melihat seluruh kapitalisasi pasar kripto, data menunjukkan angka sekitar USD 1,38 triliun atau setara dengan Rp 21.332 triliun pada hari ini. Pergerakan pasar kripto terus menjadi sorotan, dan para pelaku pasar terus memantau tren yang muncul untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Kami akan terus memperbarui perkembangan ini seiring berjalannya waktu. Stay tuned!

Iklan

ARTIKEL TERBARU