Produk investasi kripto global mencatat arus dana masuk yang sangat kuat pada pekan lalu, sekaligus menjadi periode inflow terbesar sepanjang 2026 hingga saat ini.
Berdasarkan laporan terbaru CoinShares, produk Exchange-Traded Product (ETP) berbasis kripto membukukan arus masuk bersih sebesar US$2,17 miliar atau sekitar Rp34,7 triliun, level tertinggi sejak Oktober 2025.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin (19/1/2026), CoinShares mengungkapkan bahwa sebagian besar dana masuk terjadi pada awal pekan. Namun, sentimen pasar sempat melemah menjelang akhir pekan setelah tercatat arus keluar sebesar US$378 juta atau sekitar Rp6 triliun pada Jumat.
Head of Research CoinShares, James Butterfill, menjelaskan bahwa tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Greenland, serta kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan tarif global. Selain itu, sentimen juga tertekan oleh kabar mengenai Kevin Hassett, kandidat kuat Ketua The Fed berikutnya yang dikenal mendukung kebijakan moneter longgar, yang disebut berpotensi tetap bertahan di posisinya saat ini.
Bitcoin Masih Mendominasi Produk Investasi Kripto
Bitcoin kembali menjadi motor utama arus dana masuk dalam investasi kripto. Sepanjang pekan lalu, produk berbasis Bitcoin menyerap dana sebesar US$1,55 miliar atau sekitar Rp24,8 triliun, setara lebih dari 71 persen dari total inflow mingguan.
Produk investasi kripto berbasis Ethereum juga mencatatkan performa solid dengan arus masuk mencapai US$496 juta atau sekitar Rp7,9 triliun. Sementara itu, produk berbasis XRP dan Solana masing-masing menarik dana sekitar US$70 juta (sekitar Rp1,12 triliun) dan US$46 juta (sekitar Rp736 miliar).
Beberapa altcoin dengan kapitalisasi pasar lebih kecil, seperti Sui dan Hedera, turut mencatatkan inflow meskipun dalam skala terbatas. Produk berbasis Sui membukukan arus masuk sebesar US$5,7 juta, sementara Hedera mencatat US$2,6 juta.
CoinShares menilai ketahanan inflow pada investasi kripto berbasis Ethereum dan Solana cukup menarik, terutama di tengah pembahasan RUU CLARITY Act di Komite Perbankan Senat AS. RUU tersebut berpotensi membatasi skema imbal hasil stablecoin dan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek ekosistem aset digital di Amerika Serikat.
Di sisi lain, produk investasi kripto multi-aset serta produk short Bitcoin justru mencatatkan arus keluar secara bulanan hingga akhir pekan, masing-masing sebesar US$32 juta dan US$8,6 juta.
ETF Kripto dan Investor Institusi Kembali Aktif
Dari sisi penerbit, seluruh pemain utama mencatatkan peningkatan arus dana yang signifikan. BlackRock melalui produk ETF iShares memimpin dengan inflow mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp20,8 triliun. Grayscale Investments dan Fidelity Investments menyusul dengan arus dana masuk masing-masing sebesar US$257 juta dan US$229 juta.
Secara regional, Amerika Serikat menjadi pendorong utama arus dana investasi kripto, dengan inflow mencapai US$2 miliar. Sebaliknya, Swedia dan Brasil mencatatkan arus keluar kecil, masing-masing sebesar US$4,3 juta dan US$1 juta.
Dengan tambahan arus dana tersebut, total aset kelolaan (AUM) produk investasi kripto global kini melampaui US$193 miliar atau sekitar Rp3.088 triliun, untuk pertama kalinya sejak awal November. Pencapaian ini memperkuat sinyal kembalinya minat investor institusional ke pasar aset digital, meskipun dinamika makroekonomi dan regulasi global masih menjadi tantangan.





