34.4 C
Jakarta
Minggu, 25 Juli, 2021

Ini Perbedaan Decentralized Finance dan Centralized Finance

Ada dua sistem finansial yang berlaku di dunia saat ini, yaitu centralized finance dan decentralized finance. Kedua sistem ini memiliki perbedaan dan kecenderungan masing-masing. 

Lantas, apa saja perbedaan antara DeFi dan CeFi ini? Berikut penjelasannya.

Definisi Sentralisasi

Sentralisasi adalah sebuah sistem penyatuan dengan maksud mengontrol atau menguasai. Sentralisasi melahirkan dan mempelopori insitusi birokrasi, yang artinya hanya satu orang atau satu keputusan sistem yang memegang kendali.

Baca Juga : Wire Transfer, Cara Mudah Kirim Uang ke Luar Negeri

Baca Juga : Mengenal KYC Serta Mengetahui Manfaatnya dalam Dunia Keuangan

Keputusan tersebut nantinya berjalan melalui struktur hirearki dan juga adopsi massal. Sentralisasi itulah yang menjadi sistem entitas akan mengatur bagaimana sistem operasi idan bagaimana tujuan terlayani.

Mengenal Centralized Finance (CeFi)

CeFi merupakan sistem semua perintah berasal dari satu pihak pusat yang pihak lainnya. CeFi bertujuan untuk membangun perdagangan yang adil sehingga semua aturan yang berlaku melalui bursa pusat. Artinya, harga yang tertera pada bursa sentral adalah satu-satunya harga yang berlaku.

Hampir seluruh sistem keuangan negara menggunakan sistem terpusat CeFi ini. Negara punya lembaga yang mencetak serta mengatur mata uang lewat bank. Bank tersebutlah yang mengendalikan akun yang kamu miliki secara utuh.

Bank sebagai pihak ketiga punya kendali penuh atas aset serta uang yang kamu punya. Karena itu, selaku nasabah, maka harus mempercayai bank untuk mengamankan aset yang kamu punya. Atas hal ini, bank juga membebankan biaya, misalkan administrasi, untuk layanan yang telah mereka berikan.

Keunggulan Centralized Finance (CeFi)

Apa saja keunggulan dari sistem keuangan terpusat alias CeFi ini? Berikut penjelasannya.

1.       Pertukaran terpusat, yang memungkinkan perdagangan adil sebab pesanan pembelian dan penjualan lewat pertukaran pusat.

2.       Fleksibilitas konversi fiat, yang dapat mengubah mata uang fiat ke aset kripto atau kebalikannya sehingga dapat menjadi relatif mudah.

3.       Ketersediaan layanan Cross-chain, yaitu layanan yang mendukung koin pada platform blockchain independen.

4.       Fitur lengkap yang memberikan penggunanya dengan sistem keuangan yang dimiliki DeFi.

5.       Regulasi, yaitu pihak bank sentral dapat lebih mudah mengatur.

Pengguna yang berada di bawah otoritas CeFi akan lebih mudah mempercayai institusi keuangan pusat untuk mengelola dana nasabah, serta memastikan pengoperasian platform tetap berjalan.

Apa Itu Decentralized Finance (DeFi)

Decentralized Finance (DeFi) merupakan sistem yang menawarkan alternatif dari sistem keuangan konvensional, yang tidak membutuhkan perantara alias pihak ketiga. DeFi dapat membantu penggunanya mengelola dana secara mandiri.

Hal ini disebabkan pengguna mengantongi private key-nya masing-masing, mengonfirmasi transaksi pada teknologi blockchain, serta tidak mesti mengeluarkan biaya tambahan kepada pihak ketiga sebagaimana sistem CeFi.

Aset kripto dan decentralized apps adalah contoh bentuk keuangan yang telah terdesentralisasi. Tidak ada pihak yang punya kendali penuh atas sistem, meski begitu sistem tetap berfungsi secara efisien dan lancar.

Sebagai informasi, Decentralized Applications (DApps) merupakan aplikasi yang digunakan oleh pengguna untuk menjalankan sistem blockchain saat bertransaksi aset kripto. DApps punya jaringan dua arah (peer-to-peer/P2P) yang membuat penggunanya dapat bertransaksi aset kripto secara langsung tanpa pihak lain.

DeFi yang menggunakan sistem peer-to-peer yang membuat pengguna dapat mengirim, menerima, serta menukar aset kriptonya dengan siapapun dengan biaya yang minim, bahkan gratis.

Keunggulan Sistem Decentralized Finance

Adapun keunggulan dari sistem DeFi ini adalah sebagai berikut.

  1. Aksesibilitas dan privasi: siapa pun yang punya wallet kripto akan dapat menggunakan platform Decentralized Finance kapan pun dan di mana pun tanpa harus memberikan informasi pribadi.
  2. Otonomi, yaitu tidak adanya regulasi terpusat yang punya kekuasaan atas aset dan transaksi.
  3. Tingkat transparansi, yaitu data tersedia secara umum serta dapat diakses oleh siapa pun.
  4. Keamanan yang dimiliki DeFi lebih tinggi daripada CeFi. DeFi punya berbagai metode kriptografi yang membuat data pengguna disebar pada beberapa node. Hal ini membuat peretas sulit mengakses data itu.
  5. DeFi menghilangkan kebutuhan perantara atau pihak ketiga. DeFi dapat menghubungkan pengguna secara langsung tanpa memotong keuntungan atau transaksi yang dilakukan pengguna.

Apa Saja Perbedaan CeFi dan DeFi

DeFi alias decentralized finance merupakan salah satu keunggulan mata uang kripto. Para analis keuangan memprediksi kehadiran DeFi akan mendisrupsi lembaga keuangan tradisional.

Sistem ini pada dasarnya bersaing dengan layanan keuangan tradisional yang menerapkan sistem keuangan terpusat alias Centralized Finance (CeFi). DeFi punya visi ke depan, sistem keuangan berjalan tanpa perantara atau pihak ketiga. Apa saja perbedaan dari DeFi dan CeFi ini? Berikut penjelasannya.

Desentralisasi ledger bukanlah suatu hal yang baru. Teknologi ini dapat menjadi solusi inovatif untuk melakukan pencatatan secara lebih efektif dan sistematis. Ini menetapkan konsunses untuk mesin dalam jaringan tanpa memerlukan server pusat lagi.

Mesin tersebut akan bekerja untuk menyimpan dan membagikan informasi. Informasi itu tersimpan pada ledger. Dalam ledger tersebut,  perubahan sekecil apa pun membutuhkan konsensus semua mesin.

DeFi punya mekanisme yang menjadi solusi atas kekurangan dari CeFi. Artinya, teknologi milik DeFi dapat memberikan keamanan, stabilitas, serta transparansi dalam sistem tanpa memerlukan pihak yang membuat regulasi lagi.

Blockchain merupakan sebuah contoh teknologi distributed ledger yang dianggap sebagai tulang punggung operasi dan pertumbuhan untuk aset kripto.

Kehadiran DeFi pada ekosistem keuangan bahkan bisa menghilangkan masalah seperti double spending. Meski demikian, aset kripto akan punya perjalanan cukup panjang sebelum dianggap menjadi instrumen investasi yang legal.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE