32.1 C
Jakarta
Jumat, 2 Desember, 2022

STARTUP YANG LOLOS KE TAHAP BOOTCAMP DI KOTA DENPASAR DAN MAKASSAR

duniafintech.com – Semangat akan Gerakan Nasional 1000 startup digital semakin meningkat. Hal ini terlihat dari antusiasnya para startup mengikuti kegiatan Bootcamp yang dilangsungkan di dua kota, yaitu Denpasar (29-30 Juli) di Aula Lantai 4 STMIK Primakara) dan Makassar (5-6 Agustus di Aula Lantai 4 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Muslim Indonesia).

Tiga sesi yakni sesi talks, sesi mentoring 1on1, dan sesi pitching telah dilalui oleh para peserta startup di tahapan Bootcamp. Dikutip dari laman 1000startupdigital.id, tahapan dalam program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, adalah:

  • Ignition, yaitu penanaman pola pikir entrepreneurship
  • Workshop, yaitu pembekalan keahlian dasar yang dibutuhkan dalam membuat startup digital.
  • Hacksprint, yaitu pembentukan tim yang saling melengkapi skill untuk membuat prototype produk.
  • Bootcamp adalah tahapan pembinaan mendalam bersama mentor untuk menyiapkan peluncuran produk.
  • Inkubasi, ialah pembinaan lanjutan sampai akhirnya siap jadi bagian dari ekosistem startup digital.

Berikut adalah rangkuman ulasan program ini di kedua kota tersebut.

Bootcamp di Kota Denpasar

13 tim startup telah mengikuti serangkaian tahapan pada Bootcamp di Kota Denpasar, yaitu Art-tees, Indofunding, Kinerja Bank, Hi Guide, Amacall, Zakki, Renkarnesia, Invite You, SHUSHI, Lokaleisure, Childminder.id, Smart Medika, dan ZiBiGiZiBiGi. Para startup tersebut, dari beragam bidang yang masing – masingnya siap memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Selain itu potensi pasar yang mereka pilih juga sudah tervalidasi dengan baik dan mereka memiliki orang yang paham industri di dalam timnya,” ungkap Faye Alund, Presiden Coworking Indonesia, yang menjadi salah satu juri pada sesi pitching di Bootcamp Denpasar.

Bootcamp di Kota Makassar

Di Makassar, ada empat hal yang menjadi perhatian startup di sini. Mereka yang lolos merupakan startup yang fokus pada bidang pertanian, edukasi, layanan jasa, dan kesehatan. Para peserta tersebut yaitu B-TRI, Kopitani.id, Pasar Bumi, Dibantu.in, Kawan Jamur, Otota, Belliki.com, Studyhub, Kring Kring Sampah, Kursus.in, dan Bidan Siaga.

Setelah melalui tahapan Bootcamp, para peserta diharapkan sudah dapat menghasilkan sebuah strategi bisnis yang sesuai dan berkesinambungan untuk produk yang mereka hadirkan. Selain itu, mereka juga harus mempersiapkan roadmap untuk pengembangan termasuk rencana untuk meluncurkan produknya ke pasar,” kata Noor Iza Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

Source : an.tv

Written by : Fenni Wardhiati

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Lagi Loyo! Cek Harga Bitcoin Cs di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Jumat (2/12). Adapun mayoritas kripto jajaran teratas terpantau...

Berita Fintech Indonesia: Open Finance akan Jadi Masa Depan Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini mengulas soal open finance dan masa depan financial technology (fintech). Seperti diketahui, transformasi digital yang berjalan kian...

Cek Resi Standard Express Shopee dari Korea, Begini Caranya

JAKARTA, duniafintech.com – Cek resi Standard Express Shopee dari Korea sangat penting diketahui dan dipahami oleh para pengguna Shopee. Sebagai informasi, Standard Express merupakan layanan...

Cara Investasi Emas di Shopee Plus Kelebihan & Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas di Shopee bisa menjadi salah satu investasi jangka panjang yang mudah, praktis, dan aman. Saat ini di Shopee memang...

Cara Menggunakan NFC: Cek Saldo ATM hingga Top Up e-Money

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menggunakan NFC tentu penting diketahui oleh para pengguna smartphone yang memiliki fitur canggih ini. Merupakan singkatan dari Near-field Communication, NFC adalah...
LANGUAGE