24.6 C
Jakarta
Sabtu, 15 Agustus, 2020

Inovasi Blockchain Resmi Diterapkan Induk Perusahan Mercedes Benz

DuniaFintech.com – Daimler AG, Induk perusahaan Mercedes Benz memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengoleksi monetisasi data secara rahasia. Peluncuran proyek ini mengajak Ocean Protocol sebagai pihak pengembang pertukaran data. Nantinya program ini akan melakukan koleksi, pembagian desentralisasi data yang hendak dijadikan acuan dalam menganalisis pasar.

Proyek ini akan menunjukkan produk baru dari Ocean Protocol yakni protokol data Daimler yang terkomputerisasi untuk dilindungi kerahasiaannya. Nantinya, sekumpulan data tersebut akan dianalisa dsn diakumulasikan oleh pihak ketiga, yakni Ocean Protocol itu sendiri.

Ocean Protocol berharap, peluncuran proyek ini menjadi rekomendasi berbagai perusahaan besar dunia untuk bermitra dengannya. Pasalnya proyek ini dinilai sebagai ‘cetak biru’ yang terukur dalam penyebaran data dari perusahaan. 

Daimler wilayah Asia Tenggara meyakini solusi blockchain dalam mengoleksi dan monetisasi data perusahaan. Hartmut Muller, Vice President untuk urusan teknologi dan informasi Daimler mengklaim efektivitas yang diterapkan blockchain melalui cara yang terukur, memudahkan urusan bisnisnya.

“Melalui cara desentralisasi, kami percaya kemampuan blockchain dalam membuka nilai sebuah data,”

Desentralisasi Data ala Blockchain Pikat Mercedes Benz

Di sisi lain, Frank Schur, Manajer Senior Teknologi Daimler Singapura melihat adanya desentralisasi data pasar sebagai posisi strategis untuk pihaknya. Ia mengklaim adanya kesempatan yang menarik untuk melakukan perbandingan data dengan pendekatan kompensasi yang jelas. 

Produk Mercedes Benz akan memakai kerangka kerja teknologi blockhcain milik Ocean Protocol yang terbaru. Memiliki istilah ‘compute-to-data”, informasi atas komoditas dan entitas akan dijaga kerahasiaanya. Data dan informasi tersebut akan diolah secara spesifik oleh pihak ketiga melalui analisis berbasis komputer. 

Produk yang diluncurkan pada pertengahan Mei lalu ini dapat dijadikan sebagai protokol untuk menganalisa sekumpulan data tersebut. Hasil dari analisa akan dikemas menjadi sebuah data yang bernilai (monetisasi) atau dibagikan sebagai informasi kajian riset teknologi dan ilmiah.

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Indonesia, Raih Keuntungan Optimal Dengan Ini

DuniaFintech.com - Masih bingung bagaimana cara mendapatkan Bitcoin gratis di indonesia? Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan investasi...

Daftar Nama Besar Perusahaan Pemberi Modal Startup Indonesia

DuniaFintech.com - Ekosistem usaha rintisan, atau dikenal dengan sebutan startup telah menjadi tren positif dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Adopsi dan perkembangan...

Aplikasi Penghasil Saldo Gopay yang Banyak Diburu Kaum Milenial, Apa Saja? Simak Disini

DuniaFintech.com - Generasi milenial kini semakin dimudahkan dalam mencari sumber pendapatan tambahan dengan kemajuan teknologi internet. Selain banyaknya pekerjaan sampingan dengan sistem...

Fintech P2P Lending Jadi Primadona, Pinjaman Meroket Di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - Fintech P2P Lending jadi primadona? Pinjaman online lewat fintech peer to peer (P2P) lending meroket di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan...

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com - Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah...
LANGUAGE