25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Investasi atau Trading Aset Kripto? Ini Cara Biar Untung

Dalam perdagangan aset kripto, ada dua metode yang bisa kamu temukan, yaitu investasi kripto vs trading aset kripto.

Meski aktivitas trading dan investasi punya tujuan yang sama, tapi sebenarnya kedua aktivitas ini punya perbedaan signifikan. Apa saja perbedaan tersebut?

Investasi Aset Kripto vs Trading Aset Kripto

Ada perbedaan yang cukup signifikan antara investasi dan trading. Meski sama-sama bertujuan meraih keuntungan, tetapi masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Investasi merupakan kegiatan membeli aset kripto untuk disimpan atau di hold dalam rentang waktu yang panjang.  Berbeda dengan trading yang justru memanfaatkan volatilitas pasar atau harga yang fluktuatif untuk membeli dan menjualnya agar mendapat keuntungan berlipat.

Perbedaan trading dan investasi tidak hanya itu, lho. Ada banyak faktor lainnya yang membedakan antara trading dan investasi, berikut ini penjelasannya.

Durasi Menyimpan Aset

Pada umunya, investasi pada aset kripto punya tujuan jangka panjang. Seorang investor akan bertaruh terhadap peluang dalam rentang waktu tertentu dari aset kripto yang dia pilih.

Investor akan mengendapkan aset kripto tersebut dalam jangka waktu tertentu dan menjualnya dalam beberapa tahun ke depan. Karena itulah, investor mesti melakukan pertimbangan matang-matang jenis aset yang layak.

Pergerakan harga pada aset kripto yang lebih fluktuatif daripada saham jadi tidak begitu mempengaruhi para investor. Meski demikian, volatilitasnya aset kripto juga menjadi momok yang menakutkan bagi para investor. Karena nilai yang bisa berubah kapan saja bisa mempengaruhi nilai investasinya.

Sedangkan, trading yang memiliki jangka waktu lebih pendek lebih bergantung pada pergerakan harga. Trader akan fokus terhadap pergerakan harga dalam waktu yang singkat, hal ini membuat para trader harus terus memperhatikan pergerakan pasar kripto.

Secara sederhana, trader akan membeli aset kripto pada saat harganya rendah, kemudian menjualnya lagi pada saat harga meroket. Volatilitas menjadi hal yang paling penting bagi para trader. Karena pasar aset kripto memiliki volatilitas yang sangat ekstrem, hal ini pula yang membuat pasar kripto menjadi ladang yang menyenangkan bagi para trader.

Risiko yang Dihadapi

Banyak yang menganggap aset kripto sebagai investasi yang paling berisiko. Meski begitu, kripto juga memiliki potensi keuntungan yang berkali-kali lipat pula.

Investasi dalam aset kripto memiliki risiko yang lebih kecil daripada trading.  Sebab investor hanya menyimpan aset kripto mereka dan tidak memperhatikan volatilitas harga secara terus-menerus.

Trading menjadi lebih berisiko karena volatilitas dapat mempengaruhi nilai aset dalam jangka waktu yang singkat, misalkan hitungan jam atau hari. Hal ini dapat memberikan kesempatan trader untuk meraih keuntungan tinggi. Meski begitu, volatilitas juga dapat menyebabkan kerugian bagi para trader yang tidak awas atau waspada terhadap nilai asetnya.

Apalagi, banyak trader kini yang terlibat dalam margin trading. Margin trading secara signifikan juga memiliki risiko yang besar, terutama jika trader mengalami kerugian sehingga dana yang dia pinjam tidak bisa dikembalikan dan membengkak.

Analisis Trading dan Investasi Berbeda

Karena sifat dari investasi adalah simpanan untuk jangka panjang, maka kamu memerlukan analisis fundamental yang menjadi komponen penting mengevaluasi kelayakan dan potensi sebuah aset kripto. Analisis fundamental dalam perdagangan kripto sangat berbeda dengan saham karena kripto tidak memiliki laporan keuangan yang bisa kamu akses.

Indikator yang ada dalam fundamental aset kripto antara lain, tingkat adopsi pembelian aset kripto, serta tingkat penggunaan aset secara umum.

Sedangkan trading hanya memerlukan prediksi atas arah harga dan posisi pasar aset yang kamu miliki. Selebihnya, seorang trader hanya membutuhkan analisis teknis sebagai senjata utamanya. Analisis teknis merupakan sebuah riset perkiraan harga dalam jangka waktu tertentu. Dengan menganalisis riwayat harga melalui indikator dan grafik yang ada.

Nah, itulah beberapa hal yang menjadi perbedaan antara trading kripto vs investasi kripto. Kedua metode ini memiliki tujuan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Akan tetapi, ada kekurangan yang mesti kamu waspadai juga. Sebab, jika kamu tidak menaruh awas, bisa saja bukan yang kamu dapatkan, justru malah kehilangan nilai aset.

Jadi, kamu pilih yang mana?

(Kontributor)

Cek daftar marketplace aset kripto berizin di Indonesia di sini.

Cek daftar Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Penyaluran Pinjaman Akseleran Capai Rp495 Miliar di Kuartal III-2021

Sepanjang kuartal III-2021, penyelenggara fintech P2P lending Akseleran sukses mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha hingga 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak periode Juli...

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...
LANGUAGE