33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Ingin Investasi di Startup? Inilah Faktor-faktor yang Harus Dipertimbangkan

Investasi di bisnis startup atau perusahaan rintisan saat ini mulai kian diminati. Alasannya adalah karena menanamkan uang di perusahaan ini dinilai akan sangat menguntungkan.

Dengan prospek bisnis startup yang mulai kian mendapat perhatian dan terkesan moncer belakangan ini, tidak sedikit orang yang akhirnya terjun untuk berinvestasi di generasi baru lini bisnis ini.

Bisnis startup sendiri memang merupakan usaha rintisan. Kendati demikian, perkembangannya dinilai sangat menjanjikan. Hal itu pun memancing para investor untuk terjun ke dalamnya.

Saat ini, perusahaan yang baru masuk atau masih dalam fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar ataupun mengembangkan produknya itu biasanya mengacu pada perusahaan-perusahaan dengan layanan atau produk berbasis teknologi. Beberapa tahun belakangan, perkembangan perusahaan jenis ini juga cukup pesat di tanah air.

Investasi Bisnis Startup dan Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Meski perkembangan perusahaan rintisan kian pesat dan mulai menjanjikan, tentu perlu diperhatikan bahwa risikonya akan jauh lebih besar ketimbang bisnis yang sudah ada atau tumbuh sebelumnya. Karena itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang harus dipertimbangkan ini apabila ingin investasi di startup.

  1. Kondisi keuangan perusahaan startup harus diperhatikan

Kondisi keuangan perusahaan startup menjadi hal pertama yang harus diketahui sebelum akhirnya terjun untuk ikut berinvestasi di situ. Adapun prestasi, kinerja, dan kerja sama perusahaan terhadap perusahaan atau investor lain akan tercermin dari kondisi keuangan mereka. Maka dari itu, hal ini sangat penting untuk diketahui dan diperhatikan.

Di sisi lain, kondisi keuangan ini lebih menyoroti tentang cara perusahaan itu mengelola keuangan mereka, bukan soal keuntungan yang berhasil diperoleh perusahaan tersebut. Kondisi keuangan yang baik dan stabil mencerminkan kestabilan perusahaan itu ke depannya.

Mampu memilih perusahaan startup dengan kondisi keuangan konsisten dan stabil adalah hal yang sangat penting. Pasalnya, dari situ akan tampak kinerja, strategi, dan sistem yang diterapkan oleh perusahaan berjalan baik.

Oleh sebab itu, untuk mulai berinvestasi di perusahaan startup, perlu diperhatikan kondisi keuangannya. Apabila sebuah perusahaan startup tampak memiliki kondisi keuangan yang baik, jangan ragu untuk berinvestasi di situ.

  1. Tingkat keuntungan dan jangka waktu

Risiko bisnis adalah mutlak dan wajar. Tingginya risiko, termasuk di perusahaan startup, harus siap ditanggung oleh para investor. Namun, sebaliknya, dengan risiko yang kecil, perusahaan hanya akan memberi keuntungan yang rendah. Karena itu, penting bagi investor untuk mengkalkulasikan risiko agar diperoleh gambaran mengenai keuntungan nantinya. 

Di sisi lain, jangka waktu juga penting untuk diperhatikan. Pasalnya, perilaku investor dalam melakukan aktivitas investasi miliknya akan ditentukan oleh hal tersebut. Besarnya risiko yang mungkin ditanggung juga dapat dilihat dari jangka waktu.

Biasanya, investor akan lebih memilih jangka panjang. Hal itu karena risiko yang ditanggung lebih besar sebab saham selalu mengalami perubahan atau berfluktuasi.

  1. Besarnya pemasukan investor saat ini

Penting untuk mengetahui sistem keuangan sendiri sebelum terjun ke dalam bisnis rintisan atau startup ini. Hal itu karena bisnis baru biasanya akan menyerap pendanaan yang lebih banyak.

Dengan mengetahui sistem keuangan sendiri, calon investor juga dapat memantau langsung kestabilan kondisi keuangannya. Di sisi lain, jika masih terkendala dana, jangan memaksakan diri untuk berinvestasi. Lakukan terlebih dahulu pencatatan pemasukan, lalu pergunakan keuntungannya untuk disetorkan ke bisnis startup. 

  1. Sebelum investasi di startup, perhatikan pajak penjualan

Pajak akan selalu dibebankan kepada setiap keuntungan yang diperoleh dari pendapatan investasi. Biasanya, jika sudah memperoleh keuntungan dari penjualan usaha, barulah pajak itu dikenakan.

Maka dari itu, pertimbangkan besaran nilai pajak sebab hal tersebut akan sangat mempengaruhi keuntungan yang potensial bagi investor. Jika pajak yang dibebankan nantinya lumayan banyak, keuntungan yang diraup pun akan jauh lebih sedikit.

  1. Reputasi perusahaan startup

Setiap perusahaan memiliki reputasinya masing-masing, termasuk pada perusahaan startup. Penilaian terhadap kinerja perusahaan bisa menjadi salah satu bentuk reputasi tersebut. Karena itu, sebelum investasi pada startup, pertimbangkan terlebih dahulu reputasi perusahaan itu. Namun, penilaian masing-masing investor-lah yang akhirnya memang sangat menentukan reputasi tersebut.

Selain itu, track record atau rekam jejak perusahaan startup juga penting untuk disimak. Reputasi yang buruk tentu akan membuat investor enggan menanamkan dananya di perusahaan.

Ada banyak indikator reputasi perusahaan, mulai dari prestasi, laba yang diperoleh, hingga nama besar perusahaan itu. Di sisi lain, juga perlu untuk dicermati rekam jejak perusahaan itu selama beberapa tahun belakangan. Penilaian yang bagus terhadap hal itu sejalan dengan baiknya kinerja dan prestasi perusahaan.

Reputasi ini pun penting sebab ia akan menentukan perkembangan perusahaan ke depannya. Dengan reputasi yang buruk, hampir dapat dipastikan bahwa perusahaan itu terancam gagal.

  1. Tingkat pengembalian investasi

Nilai dividen perusahaan startup juga perlu untuk diperhatikan oleh para calon investor. Pasalnya, jaminan pengembalian yang besar memang merupakan harapan dari orang yang menanamkan dananya di sebuah perusahaan, termasuk di perusahaan startup.

Pada periode tertentu, biasanya akan ada pengembalian dan per tahunnya juga akan ada keuntungan dalam jumlah tertentu. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan tingkat keuntungan yang akan didapatkan dari dana investasi di perusahaan startup tersebut. Pemberian keuntungan yang besar tentu sejalan dengan kinerja yang baik sehingga hal itu patut dipertimbangkan.

Tak hanya tingkat pengembalian, dividen yang akan dikucurkan pun pasti juga besar. Hal itu akan sangat menarik minat investor terhadap perusahaan tersebut.  Namun, tetap perlu untuk waspada kamu perlu berhati-hati karena ada juga perusahaan startup yang hanya menjanjikan keuntungan besar, tetapi dalam kenyataannya tidak. Karenanya, penting untuk selektif dalam memilih perusahaan startup yang nantinya akan menjadi tempat berinvestasi.

 

Penulis: Kontributor
Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE