32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Investasi Kripto Bikin Bingung? Kenali Dulu metodenya!

duniafintech.com – Apakah animo masyarakat yang tinggi terhadap investasi  kripto membuat Anda penasaran dan bertanya-tanya, bagaimana bisa aset digital ini dapat memberikan keuntungan? Atau bahkan, apa metode yang tepat untuk meraup banyak keuntungan lewat aset digital ini?

Baca juga : Tertarik Investasi Aset Kripto? Ketahui Poin Penting Ini!

Milken Jonathan, Founder dan CEO Bitocto Indonesia yang ditemui dalam acara Bitocto Indonesia bersama Honest Mining yang bertajuk The Puzzle of Crypto Investing akan menjawab rasa penasaran Anda!

Milken menjelaskan terdapat beberapa metode investasi kripto, antara lain Mining, Staking, Masternode, Trading dan Investing.

Metode investasi kripto yang pertama adalah Mining.

“Mining adalah sebuah proses dimana kekuatan komputer (computing power) mencoba untuk memecahkan algoritma matematika yang cukup kompleks”, kata Milken.

Milken juga menjelaskan tidak semua aset kripto bisa ditambang. Beberapa contoh aset kripto yang bisa ditambang antara lain, Bitcoin, Ethereum, dan Doge coin.

Untuk melakukan pemrosesan ini dengan cara yang aman, komputer-komputer perlu melakukan kalkulasi kompleks yang memakan usaha computing yang sangat besar, sehingga dibutuhkan juga energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih.

“Kalau kita melihat secara global semua para penambang bitcoin, memiliki kekuatan komputer lebih dari 60 juta tera hash per detik dan itu adalah computing power yang sangat sangat kuat dan aman. Untuk melakukan hacking terhadap bitcoin network diperlukan lebih dari 51% daripada kekuatan komputer tersebut untuk berjam-jam dan itu biayanya sangat mahal, bisa jutaan dollar per menit”, jelasnya.

Metode investasi selanjutnya adalah staking, Anda dapat menganalogikan staking seperti tabungan di bank.

 “Kalau kita memiliki 100 juta rupiah ada deposito 6 persen kita bisa hitung kurang lebih kita akan memperoleh berapa rupiah di bank dan jika kita memiliki rupiahnya lebih banyak, tabungan yang akan kita peroleh dari bunga tersebut juga akan lebih banyak”, jelas Milken

Sama seperti halnya mining, tidak semua aset kripto memiliki mekanisme staking, contoh koin yang dapat diterapkan mekaniame staking antara lain, NEO, Stratis atau List coin.

“Untuk melakukan staking ini, mekanismenya cukup simple kita hanya perlu men-download sebuah wallet untuk aset kripto yang mau kita staking dari situs secara gratis dan kita akan running wallet tersebut 24 jam, setelah kita membeli aset kripto tersebut dan deposit ke wallet. Diperlukan listrik yang pastinya dari laptop atau komputer yang sedang Anda gunakan sehingga reward dari staking bisa masuk ke wallet Anda”, jelas Milken.

Jika Anda bingung melakukannya, tersedia pula service provider yang menyediakan jasa staking sehingga Anda bisa langsung deposit koin, namun tentunya dikenakan biaya.

Metode selanjutnya adalah  Masternode, Masternode bertujuan untuk menafsirkan fitur-fitur tambahan di blockchain, contohnya seperti transaksi instant atau transaksi anonim.
Perlu digarisbawahi juga, tidak semua token atau aset kripto memiliki fitur masternode, contoh koin yang dapat diterapkan mekanisme ini seperti Zcoin, dan DASH.

Adapun penyedia jasa masternode ini salah satunya adalah Honest Mining. Namun, jika Anda ingin melakukan hal tersebut sendiri, pasti akan ada hosting cost yang harus ditanggung, kurang lebih 8-10 dollar per bulan.

Metode terakhir dan paling banyak diminati berdasarkan survei Bitocto Indonesia selama periode Januari ̶ Februari 2019, yaitu Trading dan Investing. Trading dan investing sendiri memiliki beberapa sub tindakan yang bisa Anda lakukan salah satunya adalah day trading. Dalam metode ini terdapat tipe investasi, antara lain ICO dan IEO.

Baca juga : Apa Itu IEO dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Itulah beberapa metode investasi kripto, apakah cukup menjawab rasa penasaran Anda dan membuat Anda tertarik untuk meraup keuntungan dari investasi kripto ini?

— Dinda Luvita —

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE