JAKARTA, duniafintech.com – Untuk mempersiapkan rencana jangka panjang di masa depan, diperlukan usaha yang jeli dan tepat, salah satunya adalah dengan beragam jenis investasi.
Namun melakukan investasi tentunya bukan hal yang dapat menghasilkan keuntungan yang instan, karena membutuhkan waktu serta proses dan juga jeli dalam memperhatikan kondisi pasar. Seperti diketahui jenis investasi jangka panjang akan cocok jika kamu memiliki rencana yang lebih dari satu tahun.
Baca juga:Â Cara Investasi Emas di Gojek Ternyata Mudah dan Cuan!
Baca juga:Â Asuransi untuk Investasi yang Perlu Dilirik Para Investor Nih!
Kenali Ragam Jenis Investasi Jangka Panjang
Kali ini tim DuniaFintech.com akan membagikan lima jenis intrumen investasi jangka panjang yang diharapkan bisa mendatangkan pundi-pundi Rupiah untuk kamu.
-
Properti
Properti dikenal sebagai instrumen yang memiliki nilai investasi tinggi dan dimanfaatkan untuk memperoleh passive income. Anda bisa membeli properti (rumah, apartemen, ruko) di lokasi strategis dan kemudian disewakan yang akhirnya berpotensi menghasilkan keuntungan.
Nilai plus dari kepemilikan properti sebagai instrumen investasi adalah harganya yang cenderung naik dan memiliki prospek baik sepanjang tahun. Namun, risiko kerugian yang didapat adalah membutuhkan modal yang besar, biaya perawatan dan pajak yang tinggi.
-
Reksa Dana Saham
Sesuai dengan namanya, reksa dana saham mengalokasikan dananya ke saham (80%) dan 20% sisanya diinvestasikan ke instrumen lainnya, seperti pasar uang dan obligasi.
Dengan tingginya persentase alokasi pada saham, maka tingkat risiko dan imbalnya akan mengikuti pergerakan perdagangan saham. Dikarenakan harga saham yang fluktuatif, maka reksa dana saham cocok digunakan untuk investasi jangka panjang.
- Reksa Dana Campuran
Reksa dana bisa menjadi instrumen investasi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki waktu banyak dan keahlian dalam mengelola investasinya, karena reksa dana akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI).
Reksa dana memiliki beberapa jenis, salah satunya reksa dana campuran. Pada reksa dana jenis ini, modal investor akan ditempatkan oleh MI di beberapa efek sekaligus, seperti pasar uang (deposito), ekuitas (saham), dan surat utang (obligasi).
Reksa dana campuran cocok untuk investor yang memiliki risiko profil moderat dan ingin berinvestasi dalam jangka panjang (3-5 tahun atau lebih).
- Emas
Harga emas yang cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya menjadi alasan banyak masyarakat berinvestasi di emas.
Selain itu, emas memiliki risiko yang minim dan tahan terhadap laju inflasi serta Anda dapat menjual emas kapanpun saat dibutuhkan.
- Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atas perusahaan yang memiliki potensi keuntungan lebih besar dan diikuti dengan potensi kerugian yang besar pula (high risk high return) Investor yang menanamkan modalnya di saham akan berpotensi mendapatkan dividen, yaitu sebuah keuntungan yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham.
Selain mendapat dari dividen, investor juga berpotensi memperoleh keuntungan dari capital gain, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Apabila investor membeli dengan harga per saham Rp.2,000 lalu menjualnya dengan harga Rp.3,000 per saham, maka investor mendapat capital gain sebesar Rp.500 untuk setiap saham yang dijualnya.
Namun, investor juga harus bersedia menanggung risiko apabila perusahaan sedang mengalami kerugian yang berdampak langsung kepada kondisi saham perusahaan itu sendiri.
Demikian informasi seputar jenis investasi jangka panjang. Semoga bermanfaat.
Baca juga:Â Koin Kripto yang Akan Naik dan Berikut Prediksinya ya!
Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com






