26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Jokowi Marah, Pemicunya Lagi-lagi Soal Polemik Minyak Goreng dan BBM yang Terkesan Ditutupi

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutarakan kekesalannya di hadapan seluruh menteri dan kepala lembaga saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2022) kemarin.

Presiden Jokowi melihat para menterinya lambat memberikan penjelasan terhadap masalah-masalah bahan pokok di tengah masyarakat akhir-akhir ini.

“Hadir di sini anggota kabinet, menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil tepat, sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita, harus memiliki kepekaan terhadap kesulitan-kesulitan rakyat,” jelas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/4) yang baru dirilis Sekretariat Presiden pada Rabu (6/4).

Dilansir dari JPNN.com, Jokowi menjelaskan, ekonomi global saat ini berada dalam ketidakpastian, termasuk Indonesia. Dia menambahkan inflasi Amerika Serikat mencapai angka 7,9 dan Uni Eropa 7,5. Menurut Jokowi, biasanya inflasi yang terjadi di negara-negara tersebut berkisar di angka satu.

“Angka-angka seperti ini akan membawa kita, yang saya kira sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan, tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Enggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM . Enggak mungkin,” jelas dia.

Jokowi menambahkan jajarannya harus mengantisipasi harga ketidakpastian energi dan pangan. Apa saja, rakyat Indonesia akan melewati Lebaran.

“Jangan sampai kita ini seperti biasa dan tidak dianggap oleh masyarakat enggak melakukan apa-apa. Tidak ada pernyataan, tidak ada komunikasi harga minyak goreng sudah empat bulan, tidak ada penjelasan apa-apa, mengapa ini terjadi,” jelas dia.

Jokowi juga melihat para menteri yang terkait dengan energi tidak menjelaskan apa-apa mengenai kenaikan harga BBM.

“Pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa,mengenai ini. Hati-hati. Mengapa Pertamax ? Ceritain dong kepada rakyat, ada empati kita gitu, loh. Enggak ada. Yang berkaitan dengan energi enggak ada. Itu yang namanya punya sense of krisis yang tinggi,” jelas Jokowi.

Dalam sidang itu hadir antara lain Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Mendag M Lutfi, dan Ketua KPK Firli Bahuri.

 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE