27.9 C
Jakarta
Rabu, 24 Juli, 2024

Jokowi Marah, Pemicunya Lagi-lagi Soal Polemik Minyak Goreng dan BBM yang Terkesan Ditutupi

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutarakan kekesalannya di hadapan seluruh menteri dan kepala lembaga saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2022) kemarin.

Presiden Jokowi melihat para menterinya lambat memberikan penjelasan terhadap masalah-masalah bahan pokok di tengah masyarakat akhir-akhir ini.

“Hadir di sini anggota kabinet, menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil tepat, sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita, harus memiliki kepekaan terhadap kesulitan-kesulitan rakyat,” jelas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/4) yang baru dirilis Sekretariat Presiden pada Rabu (6/4).

Dilansir dari JPNN.com, Jokowi menjelaskan, ekonomi global saat ini berada dalam ketidakpastian, termasuk Indonesia. Dia menambahkan inflasi Amerika Serikat mencapai angka 7,9 dan Uni Eropa 7,5. Menurut Jokowi, biasanya inflasi yang terjadi di negara-negara tersebut berkisar di angka satu.

“Angka-angka seperti ini akan membawa kita, yang saya kira sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan, tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Enggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM . Enggak mungkin,” jelas dia.

Jokowi menambahkan jajarannya harus mengantisipasi harga ketidakpastian energi dan pangan. Apa saja, rakyat Indonesia akan melewati Lebaran.

“Jangan sampai kita ini seperti biasa dan tidak dianggap oleh masyarakat enggak melakukan apa-apa. Tidak ada pernyataan, tidak ada komunikasi harga minyak goreng sudah empat bulan, tidak ada penjelasan apa-apa, mengapa ini terjadi,” jelas dia.

Jokowi juga melihat para menteri yang terkait dengan energi tidak menjelaskan apa-apa mengenai kenaikan harga BBM.

“Pertamax, menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa,mengenai ini. Hati-hati. Mengapa Pertamax ? Ceritain dong kepada rakyat, ada empati kita gitu, loh. Enggak ada. Yang berkaitan dengan energi enggak ada. Itu yang namanya punya sense of krisis yang tinggi,” jelas Jokowi.

Dalam sidang itu hadir antara lain Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Mendag M Lutfi, dan Ketua KPK Firli Bahuri.

 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU