30.9 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Kakao Berinvestasi Pada Perusahaan Blockchain

duniafintech.com – Operator aplikasi pesan terbesar Korea Selatan, Kakao, kini telah menyoroti kehadiran blockchain dengan berinvestasi di Orbs.

Sekilas mengenai Orbs, Orbs merupakan sebuah perusahaan blockchain Israel. Berita tersebut pertama kali di publikasikan oleh Reuters yang melaporkan pada 13 Desember kemarin.

Baca juga : Asuransi Tunjangan Hidup Mudah Diperoleh di Simplr

Laporan itu menyatakan bahwa Orbs tidak mengungkapkan seberapa besar ukuran investasi yang diberikan kepada mereka. Selain itu, tersiar pula kabar yang menjelaskan bahwa investasi ini “dibangun berdasarkan kemitraan yang ada dengan anak perusahaan Blockchain Kakao, Ground X.”

Seperti yang dilansir dari CoinTelegraph yang melaporkan pada bulan Oktober, Ground X merilis testnet dari platform DApp-nya Klaytn menjelang rilis yang dijadwalkan tahun depan. Kemitraan tersebut memberi tempat untuk kolaborasi “pada aplikasi blockchain dan proyek penelitian dan pengembangan.”

Baca juga : Startup Fintech Malaysia Menangkan Penghargaan di Wifa

Menurut data CrunchBase, perusahaan ini telah mengumpulkan total $ 1,5 miliar dalam empat putaran pendanaan. Selain KakaoTalk, dapat dikatakan proyek inilah yang paling terkenal, konglomerat termasuk aplikasi pembayaran mobile KakaoPay dan bank internet KakaoBank.

Perusahaan Orbs ini, menurut situs resminya, sedang mengembangkan “blockchain hybrid” yang dapat dioperasikan dengan Ethereum (ETH).

Baca juga : Revolut Dapatkan Izin Perbankan Eropa di Lithuania

Ground X juga terlibat dalam penggalangan dana untuk proyek-proyek mereka sendiri. Seperti yang dilaporkan sebelumnya baru-baru ini, anak perusahaan ini telah mendapatkan mayoritas sebesar $ 300 juta  dalam rangka untuk mengembangkan token untuk platform blockchain-nya.

Tentang Kakao

Kakao merupakan perusahaan penyedia layanan pesan instan asal Korea, membukukan pendapatan US$203 juta pada 2013, dengan aba bersih Kakao mencapai US$59 juta di mana 84% di antaranya dihasilkan lewat komisi dari games, e-commerce, dan konten. Sementara 16% lainnya datang dari iklan. Dibandingkan dengan 2012, pendapatan perusahaan melonjak hampir 5 kali lipat. Sementara itu laba bersih meroket 10 kali lipat.

Baca juga : Startup Ini Merintis di Singapura Berkembang di Indonesia

Written by : Dinda Luvita
Picture by : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Hijau Lagi, Cek Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Jumat (9/12/2022). Adapun mayoritas kripto jajaran teratas terpantau mengalami...

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...
LANGUAGE