31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

KANDANG.IN TAWARKAN INVESTASI PETERNAKAN BERBASIS SYARIAH

duniafintech.com – Ada berbagai macam pilihan investasi yang bisa diambil oleh masyarakat. Properti, saham, dan emas adalah beberapa di antaranya. Peternakan pun bisa menjadi bidang investasi. Peluang ini ditawarkan oleh kandang.in.

Kandang.in adalah platform investasi di bidang peternakan yang berdasarkan sistem syariah. Kandang.in dibangun dengan semangat untuk menciptakan solusi dan memperluas kebermanfaatan investasi di sektor peternakan.

Kehadiran platform ini tak terlepas dari fakta bahwa pemasok utama kebutuhan daging nasional adalah peternak dengan skala rumah tangga. Sekitar 98% kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi oleh peternak-peternak skala kecil ini. Sisanya sekitar 2% dipenuhi oleh badan usaha, pedagang dan lain-lain. Namun jumlah peternak ini mengalami penurunan sebesar 30% sejak tahun 2003 hingga 2015.

Masalah permodalan menjadi faktor utama penyebab banyaknya peternak yang gagal melanjutkan usahanya. Sebagian besar peternak memulai usaha dengan menggunakan pemodalan dari pinjaman bank, koperasi, dan lembaga pinjaman lain. Pinjaman tersebut umumnya memiliki suku bunga yang cukup tinggi sehingga memberatkan peternak. Hasil penjualan hewan ternak sebagian besar hanya cukup untuk mengembalikan pinjaman dan bunga dan hanya sebagian kecil keuntungan yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, umumnya peternak rumah tangga ini masih harus bekeja sampingan menjadi tenaga informal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, sistem distributsi rantai pasok di peternakan yang berjenjang yang menyebabkan peternak tidak dapat memperoleh harga jual yang tinggi. Sehingga usaha yang mereka lakukan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Peternak selalu menjadi pihak dengan posisi tawar yang rendah. Diferensiasi keuntungan penjual perantara (makelar) lebih tinggi dibanding keuntungan yang diperoleh peternak. Kondisi ini semakin membuat banyaknya peternak rumah tangga yang memutuskan untuk menghentikan usaha di bidang peternakan. Sebuah kondisi yang ironis jika melihat peran mereka yang cukup sentral dalam memenuhi kebutuhan nasional akan daging sapi.

Di sisi lain, kebutuhan nasional akan daging sapi terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu, pasokan terbatas. Alhasil, terjadi defisit daging sapi yang besar. Defisit kebutuhan daging sapi nasional ini diprediksi akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. Prediksi ini bisa menjadi kenyataan bila tren jumlah peternak yang menurun dari tahun ke tahun terus berlangsung.

Untuk memenuhi defisit ini, Pemerintah harus melakukan impor. Padahal, dengan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, defisit tersebut dapat teratasi agar terealisasi swasembada daging sapi.

Maka, Kandang.in hendak membangun sebuah platform investasi yang sustainable dan saling menguntungkan sehingga dapat memberikan keuntungan bagi investor maupun peternak. Lantas, mengapa berbasis syariah?

Sistem bagi hasil dengan skema syariah merupakan skema yang adil bagi berbagai pihak. Jika keuntungan dari hasil penjualan tinggi, maka bagi hasil yang diperoleh pun akan semakin tinggi. Jika terdapat risiko-risiko yang ditimbulkan dari peternakan yang dilakukan, pihak-pihak yang terlibat akan menanggung risiko itu bersama. Sebuah skema yang tidak memberatkan salah satu pihak. Diharapkan dengan skema ini, maka peternak akan lebih termotivasi dalam merawat ternak untuk dapat menghasilkan nilai bagi hasil yang lebih tinggi.

Tambah pula, Kandang.in telah melakukan penelitian terkait investasi di kalangan masyarakat. Beberapa fakta yang mereka dapatkan adalah sekitar 60% responden muslim ingin melakukan investasi yang bersifat syariah. Namun, pilihan investasi syariah yang saat ini ditawarkan terbatas. Pada akhirnya, mereka enggan untuk melakukan investasi. Padahal, potensi dari masyarakat muslim ini sangat besar.

Sementara itu, masyarakat non-muslim tidak mempermasalahkan dengan skema investasi syariah atau non-syariah. Hal yang menjadi pertimbangan utama mereka adalah nilai ROI, jangka waktu, dan tingkat risiko investasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka Kandang.in mencoba menerapkan skema investasi syariah untuk digunakan dalam membangun platform investasi.

Untuk menunjang kinerja, Kandang.in bekerja sama dengan tenaga profesional yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang peternakan. Sinergi mereka ditujukan untuk menciptakan sebuah sistem yang menjamin kualitas proses pertumbuhan ternak dan menjalankan berbagai best practices dan standar-standar internasional untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas peternakan. Tentu, semua ini dibalut dengan pola investasi berbasis syariah.

Source: kandang.in

Written by: Sebastian Atmodjo

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...

Mengenal Koisan, Game NFT Indonesia yang Pantas Diperhitungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT Koisan yang merupakan produk asli dalam negeri telah hadir meramaikan jagat industri non-fungible token.  Dalam perkembangan teknologi NFT yang kian...

Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis...
LANGUAGE