27.1 C
Jakarta
Kamis, 29 September, 2022

UE TETAPKAN ATURAN BARU CRYPTOCURRENCY DALAM KEGIATAN UNDERGROUND

duniafintech.com – Uni Eropa kembali menetapkan aturan baru dalam pertukaran cryptocurrency untuk mengurangi kegiatan underground (bawah tanah). Pemimpin Uni Eropa capai kesepakatan di Jumat pekan lalu dengan tujuan mencegah pencucian uang bahkan teroris yang berhubungan dengan kegiatan menggunakan Bitcoin dan sejenisnya.

Perjanjian di hari ini akan membawa transparansi yang lebih untuk meningkatkan pencegahan pencucian uang dan memotong pendanaan teroris,” kata Vera Juorova, Komisaris Eropa bidang Hukum. Langkah-langkah yang akan dilalui datang seiring dari paket lengkap undang-undang yang baru, dengan maksud memfokuskan kejahatan keuangan dan penghindaran pajak.

Beberapa peraturan ini juga berlaku mengenai kartu prabayar dan kepercayaan konsumen. Sejauh dari hal yang menyangkut Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, Uni Eropa menginginkan pasar tersebut bisa diakomodasi.

Seperti yang kita lihat pada negara lain, persetujuan baru akan memaksa para exchanger untuk mengumpulkan informasi mengenai siapa penggunanya, sehingga hampir mustahil untuk menggunakannya tanpa bukti identitas yang jelas.

Namun, ada satu aspek tertentu tentang langkah-langkah yang unik, setidaknya untuk saat ini. Uni Eropa ingin wallet provider yang mengorganisasi dalam pengembangan aplikasi seperti bread dan Electrum untuk mengikuti persyaratan ini.

Tidak jelas bagaimana Uni Eropa akan mengatur ini, terutama ketika beberapa pengembang wallet tidak beroperasi di bawah yurisdiksi kepemerintahan. Semua langkah-langkah tersebut akan diberlakukan dalam 18 bulan berikutnya. Beberapa bulan yang lalu, Uni Eropa mengumumkan lewat MiFID 2, seperangkat peraturan untuk efek pasar Eropa yang akan diberlakukan pada tahun depan atau 2018.

Setiap exchanger dan hedge fund yang beroperasi di ruang kripto harus mematuhi regulasi, termasuk beberapa hal yang dimaksudkan guna mendorong revolusi digital dalam market di masa mendatang. Dengan langkah baru dan MiFID 2 di tahun-tahun berikutnya, pasar cryptocurrency di Eropa akan melakukan sejumlah pekerjaan rumah yang lebih banyak dan bahkan mungkin dikonfirmasi untuk menyesuaikan pemerintahan model yang diinginkan.

Source: cryptovest

Writer: Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE