28.3 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Kaspersky: Transaksi Digital Kian Meroket, Bank Harus Hati-Hati

DuniaFintech.com – Perusahaan IT terkemuka, Kaspersky mengingatkan bahwa bank dan layanan keuangan di wilayah Asia Tenggara untuk berhati-hati sebab layanan transaksi digital kian meroket selama pandemi. Kemudahan transaksi digital membuat e-wallet semakin populer untuk menjadi pilihan berbelanja masyarakat. Selain metode pembayaran yang dapat diakses secara cepat, aman, dan nyaman untuk berbelanja, e-wallet saat ini sudah menjadi bagian yang semakin penting.

Lebih lanjut, platform pembayaran digital juga semakin menjadi populer dalam beberapa tahun belakangan sebagai metode pembayaran di toko online maupun offline, karena kehadiran pembayaran fleksibel secara berkala yang ditawarkan dibandingkan metode pembayaran lainnya.

Sejalan dengan laporan Konsultan Global McKinsey yang menunjukkan terjadinya transaksi digital kian meroket imbas dari pembayaran tanpa kontak (contactless payment) sebesar 26 persen di Indonesia selama bulan Juni 2020, sementara itu metode pembayaran lainnya seperti cash dan penggunaan kartu debit/ kredit mengalami penurunan.

Hal ini salah satunya karena berkurangnya risiko belanja tatap muka dan penggunaan uang tunai saat bertransaksi. Kemudahan ini tergambar di survey Facebook, Bain & The Company di Indonesia dan 4 negara Asia Tenggara lainnya, dimana terjadi peningkatan konsumen baru (first adopter) yakni sebesar 28 persen untuk pertama kalinya.

Baca Juga:

Meningkatnya transaksi digital kian meroket di Asia Tenggara ini dipicu oleh adanya pandemi, Kaspersky juga mengingatkan kepada bank dan layanan keuangan di wilayah ini untuk belajar dari serangan siber sebelumnya seperti insiden cyberheist yang menyebabkan kerugian hingga US$81 juta pada 2016.

Kaspersky mengingatkan bagaimana sektor keuangan sesungguhnya dapat memanfaatkan data ancaman untuk memperkuat pertahanan mereka terhadap kelompok kejahatan dunia maya yang canggih seperti Lazarus; cybergang terkenal yang diduga berada di belakang serangan Bank Bangladesh yang merugikan jutaan dolar.

Dalam laporan sebelumnya, Kaspersky telah mengungkapkan bahwa sampel malware yang berkaitan dengan aktivitas kelompok Lazarus muncul di tengah lembaga keuangan, pengembang perangkat lunak kasino untuk perusahaan investasi, dan bisnis mata uang kripto di beberapa negara secara global, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Yeo Siang Tiong, General Manager Asia Tenggara di Kaspersky mengatakan, “lebih dari empat tahun setelah dunia menyaksikan salah satu pencurian siber paling sukses hingga saat ini, sangat penting bagi bank dan lembaga terkait di Asia Tenggara untuk memahami bagaimana memanfaatkan intelijen ancaman untuk menggagalkan upaya canggih apa pun terhadap sistem mereka.”

Pencurian siber senilai US$81 juta ini juga mengakibatkan beberapa tuntutan hukum, kerugian reputasi, miliaran denda, satu dakwaan dan penangkapan, serta beberapa pengunduran diri resmi dari pejabat bank, dan bahkan pemutusan hubungan kerja.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE