25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

KIAT-KIAT CERDAS PEMINJAMAN ONLINE, MEMBANTU MENGATUR KEUANGAN  ANDA!

duniafintech.com – Semakin maraknya pinjaman ditawarkan sesuai dengan kebutuhan. Baik melalui lembaga keuangan bank maupun non-bank. Seperti yang kita ketahui, mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional tidaklah mudah dan harus melewati proses lama dan berbelit. Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang kemudian mencari pinjaman alternatif.

Belakangan ini pun semakin banyak perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman via online sehingga dapat mempermudah proses peminjaman karena prosesnya lebih cepat dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Ada yang memberikan pinjaman langsung dengan dana sendiri. Misalnya, PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) yang Juni lalu resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada pula yang menganut skema peer-to-peer lending. Jadi, perusahaan tekfin hanya sebagai perantara peminjam dan investor pemberi pinjaman. Contoh, PT Kluge Inovasi Indonesia (Artawana).

Baca juga : jamkrindo-masuk-ke-ranah-fintech-bekerja-sama-dengan-amartha/

Budi Raharjo selaku Perencana Keuangan Oneshildt Personal Financial Planning, mengatakan, selama mengikuti aturan main OJK, maka pinjaman online bisa Anda jadikan salah satu alternatif untuk berutang. Sependapat, Eko Endarto selaku Perencana Keuangan Finansial Consulting mengatakan bahwa tidak masalah jika memang Anda ingin meminjam lewat platform online tersebut.

Berikut kiat-kiat cerdas dalam melakukan pinjaman secara online dari Bagus dan Eko yang dilansir dari Kontan.co.id

-Harus disiplin

Budi mengingatkan, Anda harus disiplin dan benar dalam mengelola dana hasil pinjaman itu. Eko pun menambahkan, apabila  Anda sudah mendapatkan fasilitas pinjaman online, gunakan uang tersebut sesuai tujuan awal meminjam. Jangan dipakai buat tujuan lain.

Yang paling penting memang, disiplin dalam penggunaan dan tidak terjebak untuk penggunaan konsumtif. Juga, jadikan sebagai prioritas, yaitu harus diutamakan membayar angsurannya. Kalau bisa, cicilan tidak lebih 30% dari penghasilan,” tegasnya.

Bila ternyata Anda tidak kuat lagi mengangsur, Eko menyarankan, segera melakukan restrukturisasi. Caranya, dengan mencari alternatif pinjaman melalui lembaga keuangan lain yang memberikan bunga lebih rendah. Atau, bisa juga dengan memperpanjang jangka waktu cicilan, agar sesuai dengan kemampuan Anda. Dengan begitu, cicilan tak menganggu keuangan Anda saat ini.

Eko juga menggarisbawahi, sebelum mengajukan pinjaman online, Anda harus menyesuaikan jangka waktu peminjaman dengan tujuan yang ingin dicapai dari dana tersebut. Disamping itu, Budi menambahkan, sebelum meminjam uang dari perusahaan tekfin, sebaiknya Anda mempertimbangkan betul: apakah tujuan penggunaan dana pinjaman itu sifatnya produktif atau tidak. Lalu, pahami syarat-syarat dan biaya administrasinya.

Baca juga : konektifa-bantu-kemudahan-bisnis-dengan-sasaran-umkm-indonesia/

Bagi peminjam, perlu untuk mempelajari persyaratan, skema perhitungan bunga, cara pembayaran angsuran, denda, termasuk penyelesaian bila terjadi kemacetan dalam pembayaran cicilan,” Jelas Budi.

-Manajemen Utang

Setelah mempelajari persyaratan, skema bunga, cara pembayaran angsuran, denda, dan penyelesaian bila terjadi gagal bayar, Budi menambahkan, ada baiknya Anda mempertimbangkan tenor pinjaman. Jangka waktu pinjaman online sebaiknya tidak dalam tempo yang lama. Paling tidak dalam enam bulan Anda harus segera menyelesaikan utang itu.

Budi menambahkan kembali, sebaiknya penggunaan uang hasil pinjaman online buat pengeluaran yang sifatnya produktif dan menghasilkan. Dengan begitu, saat berakhirnya masa kredit, hasil dari konsumsi kredit dan pinjaman tersebut menjadi berkembang dan bisa mengompensasi pembayaran cicilan berikut bunga.

Baca juga : aman-secara-finansial-sebelum-umur-27-tahun-lakukan-5-kebiasaan-ini-dari-sekarang/

Yang penting adalah, mempertimbangkan manajemen utang terutama kemampuan mencicil dengan baik sebelum memutuskan berutang. Dan, implikasi atau dampak cicilan tersebut terhadap keuangan dan kekayaan Anda di masa depan,” tambah Budi.

Eko juga melihat keuntungan dari pinjaman online dari di sisi prosedur dan administrasi. Selain biayanya yang lebih murah, prosesnya juga lebih cepat lantaran semua dilakukan dengan cara online. Dari semua kiat-kiat yang diberikan, poin pentingnya adalah jika sudah terlanjur meminjam, Anda harus disiplin dalam penggunaan dananya dan membayar angsuran setiap bulan.

Written by : Dinda Luvita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE