26.7 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

KONFERENSI BLOCKCHAIN BERIKUTNYA AKAN TEKANKAN SOAL KERJASAMA BARAT DAN TIMUR

duniafintech.com – Konferensi selanjutnya dari Blockchain Connect yang akan diadakan di San Fransisco tahun ini disebut akan fokus membahas tentang kerjasama antara pasar Cina dengan pasar Blockchain di Amerika Serikat. Konferensi ini rencananya akan digelar pada tanggal 26 Januari 2018.

Cina dan Amerika Serikat saat ini merupakan dua pemegang ekonomi terbesar dunia, tidak hanya mendominasi pasar global namun ke skala yang lebih kecil dalam industri Blockchain.

Sampai saat ini, Cina menjadi tuan rumah pangsa terbesar dari kekuatan pertambangan dan volume perdagangan Bitcoin di dunia. Posisi Cina memang telah melemah sampai tingkat tertentu, setelah People’s Bank of Cina memutuskan bahwa semua pertukaran Bitcoin lokal harus ditutup dan mengeluarkan larangan menyeluruh atas Initial Coin Offerings (ICO), yang semuanya diberhentikan pada bulan September 2017 lalu.

Hal ini mengakibatkan sejumlah besar pedagang dan para pemilik mata uang virtual memilih melakukan transaksi ke negara tetangga yakni Jepang, yang telah membangun lingkungan peraturan yang lebih ramah lingkungan pada Bitcoin.

Meskipun begitu Cina tetap menjadi pemain kuat di pasar, dengan banyak startup baru yang berorientasi pada Blockchain muncul dari negara ini pada bulan Desember 2017 lalu. Beberapa pengusaha yang pro pada Bitcoin dan Blockchain pun mulai melakukan perlawanan terhadap peraturan pemerintah yang melarang cryptocurrency dan segala yang berkaitan dengannya.

Pemerintah AS  di sisi lain agak skeptis terhadap Bitcoin. Mereka masih memperdebatkan apa itu Bitcoin dan bagaimana mengaturnya. Namun, pejabat perorangan – kebanyakan justru merupakan mantan pejabat telah menyuarakan banyak opini positif, mulai dari dukungan hangat hingga dukungan dengan melakukan promosi secara langsung.

Karenanya Amerika Serikat telah menjadi lahan subur bagi perusahaan Blockchain selama bertahun-tahun, dengan beberapa pemain paling menonjol dalam industri yang beroperasi dari negara tersebut, seperti Coinbase atau BitPay.

Dorongan besar lainnya ke pasar cryptocurrency datang dalam bentuk perdagangan berjangka Bitcoin, yang telah dimulai pada bulan Desember 2017 di bursa CBOE dan CME, keduanya merupakan pemain institusional utama yang berbasis di Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, AS dan Cina tetap menjadi dua negara paling penting yang mendorong pertumbuhan Bitcoin dan industri terkait. Konferensi Connect Blockchain mengakui fakta ini dan bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kedua komunitas yang dipisahkan oleh Samudera Pasifik.

Diselenggarakan oleh perusahaan media SV Insight dan empat mitra lainnya peserta dalam acara ini diperkirakan akan melebihi 1.000 orang, banyak di antaranya adalah pakar terkenal. dan pemimpin opini dari komunitas Blockchain AS dan Cina, seperti Charlie Lee atau Tim Draper.

Pidato yang direncanakan akan dilakukan di acara tersebut mencakup beberapa masalah yang hanya muncul di pasar dan belum dipahami dengan baik, seperti meningkatnya pergeseran dari ICO ke cryptocurrency fork untuk penggalangan dana dan aplikasi Blockchain di bidang kesehatan. Ada konferensi ini diharapkan akan memberikan atmosfer baru tidak hanya bagi Cina dan Amerika Serikat, namun bagi seluruh pelaku industri di seluruh dunia.

Source: cointelegraph.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Payment Gateway: Manfaat & Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu payment gateway dan contohnya? Buat para pelaku bisnis, istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Sistem PaymentGateway...

Cari Pinjaman Bunga Rendah? Ini Solusinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pinjaman bunga rendah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan dana di masyarakat. Belakangan ini, tren menggunakan layanan pinjaman online atau pinjol cukup...

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...
LANGUAGE