31.3 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

KONFERENSI BLOCKCHAIN BERIKUTNYA AKAN TEKANKAN SOAL KERJASAMA BARAT DAN TIMUR

duniafintech.com – Konferensi selanjutnya dari Blockchain Connect yang akan diadakan di San Fransisco tahun ini disebut akan fokus membahas tentang kerjasama antara pasar Cina dengan pasar Blockchain di Amerika Serikat. Konferensi ini rencananya akan digelar pada tanggal 26 Januari 2018.

Cina dan Amerika Serikat saat ini merupakan dua pemegang ekonomi terbesar dunia, tidak hanya mendominasi pasar global namun ke skala yang lebih kecil dalam industri Blockchain.

Sampai saat ini, Cina menjadi tuan rumah pangsa terbesar dari kekuatan pertambangan dan volume perdagangan Bitcoin di dunia. Posisi Cina memang telah melemah sampai tingkat tertentu, setelah People’s Bank of Cina memutuskan bahwa semua pertukaran Bitcoin lokal harus ditutup dan mengeluarkan larangan menyeluruh atas Initial Coin Offerings (ICO), yang semuanya diberhentikan pada bulan September 2017 lalu.

Hal ini mengakibatkan sejumlah besar pedagang dan para pemilik mata uang virtual memilih melakukan transaksi ke negara tetangga yakni Jepang, yang telah membangun lingkungan peraturan yang lebih ramah lingkungan pada Bitcoin.

Meskipun begitu Cina tetap menjadi pemain kuat di pasar, dengan banyak startup baru yang berorientasi pada Blockchain muncul dari negara ini pada bulan Desember 2017 lalu. Beberapa pengusaha yang pro pada Bitcoin dan Blockchain pun mulai melakukan perlawanan terhadap peraturan pemerintah yang melarang cryptocurrency dan segala yang berkaitan dengannya.

Pemerintah AS  di sisi lain agak skeptis terhadap Bitcoin. Mereka masih memperdebatkan apa itu Bitcoin dan bagaimana mengaturnya. Namun, pejabat perorangan – kebanyakan justru merupakan mantan pejabat telah menyuarakan banyak opini positif, mulai dari dukungan hangat hingga dukungan dengan melakukan promosi secara langsung.

Karenanya Amerika Serikat telah menjadi lahan subur bagi perusahaan Blockchain selama bertahun-tahun, dengan beberapa pemain paling menonjol dalam industri yang beroperasi dari negara tersebut, seperti Coinbase atau BitPay.

Dorongan besar lainnya ke pasar cryptocurrency datang dalam bentuk perdagangan berjangka Bitcoin, yang telah dimulai pada bulan Desember 2017 di bursa CBOE dan CME, keduanya merupakan pemain institusional utama yang berbasis di Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, AS dan Cina tetap menjadi dua negara paling penting yang mendorong pertumbuhan Bitcoin dan industri terkait. Konferensi Connect Blockchain mengakui fakta ini dan bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kedua komunitas yang dipisahkan oleh Samudera Pasifik.

Diselenggarakan oleh perusahaan media SV Insight dan empat mitra lainnya peserta dalam acara ini diperkirakan akan melebihi 1.000 orang, banyak di antaranya adalah pakar terkenal. dan pemimpin opini dari komunitas Blockchain AS dan Cina, seperti Charlie Lee atau Tim Draper.

Pidato yang direncanakan akan dilakukan di acara tersebut mencakup beberapa masalah yang hanya muncul di pasar dan belum dipahami dengan baik, seperti meningkatnya pergeseran dari ICO ke cryptocurrency fork untuk penggalangan dana dan aplikasi Blockchain di bidang kesehatan. Ada konferensi ini diharapkan akan memberikan atmosfer baru tidak hanya bagi Cina dan Amerika Serikat, namun bagi seluruh pelaku industri di seluruh dunia.

Source: cointelegraph.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE