25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Ini Strategi Pemerintah agar Konsumsi Orang RI Tahun 2024 Meningkat

JAKARTA, duniafintech.com – Konsumsi orang RI menjadi sorotan pemerintah. Terkait konsumsi masyarakat atau konsumsi orang RI yang melemah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah menyiapkan sejumlah strategi.

Adapun konsumsi orang RI ini diyakini mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024. Menurut Tim Ahli Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, pemerintah sudah memantau daya beli masyarakat menengah ke bawah yang melemah. 

Hal itu terlihat dari data tabungan di bawah Rp 100 juta yang pertumbuhannya melambat dan angka konsumsi 40% masyarakat terbawah yang juga melambat.

Baca juga: Bahaya Pinjaman Online: Dampak Konsumsi Masyarakat

Konsumsi Orang RI

Tingkatkan Konsumsi Orang RI

Disampaikan Iskandar, untuk mengatasi melemahnya daya beli masyarakat atau konsumsi orang RI kelas menengah ke bawah ini, pemerintah telah menyiapkan program bantuan sosial. Dirinya meyakini bahwa program tersebut akan mampu mempertahankan daya beli mereka.

“Bagaimana cara meningkatkan kelompok ini, tentunya dengan government spending yang sudah dilakukan sejak tahun lalu, yaitu dengan memberikan bantuan sosial,” ucapnya, seperti dinukil dari CNBC Indonesia, Senin (12/2/2024).

Di lain sisi, untuk masyarakat kelas menengah ke atas, ia menilai bahwa daya beli kelompok ini masih kuat. Meski demikian, konsumsi kelas menengah ke atas bergeser untuk membeli surat berharga negara atau surat utang negara. 

Iskandar pun menyampaikan bahwa akses masyarakat membeli SUN atau SBN itu dipermudah dengan adanya penjualan ritel.

“Mereka dapat tambahan lebih dari tabungan mereka ke instrumen tersebut,” paparnya.

Lebih jauh, untuk mendorong kelas ini berbelanja, Iskandar pun mengharapkan era suku bunga tinggi akan segera berakhir. 

Dirinya berpandangan bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, telah memberikan kode akan segera menurunkan suku bunga acuannya pada semester II 2024. 

Maka dari itu, ia pun berharap agar kebijakan yang sama diambil oleh Bank Indonesia.

Baca juga: Keterbatasan Penyaluran BBM di Daerah, BPH Migas Perlukan Regulasi Pembatasan Konsumsi BBM

Konsumsi Orang RI

“Jadi, tergantung juga seberapa cepat suku bunga di Indonesia mengalami penurunan, kalau bisa lebih cepat maka konsumsi ini terus bisa meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 sebesar 5,05%. Pertumbuhan tersebut mengalami perlambatan daripada tahun 2022 yang mencapai 5,31%.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini ditengarai disebabkan oleh konsumsi orang RI yang melambat. Hal tersebut terlihat dari data konsumsi rumah tangga yang hanya mampu tumbuh 4,82% pada 2023, dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,94%.

Porsi konsumsi rumah tangga dalam struktur keseluruhan ekonomi atau produk domestik bruto merupakan yang terbesar, yakni 53,18%. Diikuti investasi atau pembentukan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 29,33%, dan ekspor 21,75%.

Konsumsi Orang RI

Baca juga: Kemendag Dukung Harbolnas Tingkatkan Konsumsi Masyarakat dengan Belanja Online

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE