29.6 C
Jakarta
Rabu, 26 Januari, 2022

Kontrol Supply untuk Menaikkan Harga Bitcoin

duniafintech.com – Industri cryptocurrency lahir selama kejatuhan krisis ekonomi 2008 yang menyebabkan resesi hebat. Satoshi Nakamoto merancang Bitcoin sebagai cryptocurrency pertama yang bertujuan menghapus kontrol yang dimiliki pemerintah dan bank atas dana individu.

Nakamoto merancang pasokan BTC agar memiliki batasan yang kuat sehingga cryptocurrency akan memiliki atribut deflasi, tetapi pasokan yang terbatas juga memiliki efek dramatis pada harga Bitcoin karena pasang surut dan arus permintaan.

Baca juga: Danakoo, Solusi Pembiayaan Berbasis Syariah

Bagaimana Kontrol Supply Menaikkan Harga Bitcoin?

Pihak perantara saat ini mengendalikan sebanyak 16% dari pasokan Bitcoin, 10 tahun setelah kemunculannya. Dan presentase kontrol akan terus meningkat karena masuknya bank, bisnis dan pihak-pihak lain yang mencoba mendapatkan sebagian dari pasokan Bitcoin.

Tapi apakah ada gunanya mengendalikan jumlah supply seperti ini? Apakah ada manfaatnya terhadap kenaikan harga Bitcoin dan apakah sistem ini bertentangan dengan konsep awal diciptakannya Bitcoin?

Bagaimana Pihak Perantara yang Menahan Bitcoin Memengaruhi Harganya?

Nilai apapun akan mengalami kenaikan dan penurunan tergantung penawaran dan permintaan yang ada di pasar. Jika suatu barang langka dan memiliki permintaan yang cukup tinggi, nilainya yang dirasakan akan meningkat dan mereka yang tertarik untuk membeli barang tersebut akan lebih bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk barang tersebut.

Inilah yang dilakukan oleh para calo di eBay dengan membebankan premi sebesar $1.000 untuk sebuah iPhone yang harganya memang sudah mahal di hari peluncurannya. Tidak ada cukup stok sementara orang yang mengincar barang itu jumlahnya sangat banyak. Karena itu, banyak orang bersedia membayar harga eceran yang lebih tinggi untuk bisa memilikinya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Bitcoin. Lantas apa yang akan terjadi jika pihak perantara lain seperti bank mulai meraup pasokan Bitcoin seiring dengan pertumbuhan industri? Bagaimana hal ini bisa memengaruhi harga Bitcoin di masa depan?

Baca juga: Investree Rilis Layanan Online Seller Financing Syariah

Seperti yang ditunjukkan oleh Chief Strategy Officer CoinShares Meltem Dimirors yang juga menjabat sebagai anggota dewan Blockchain Forum Ekonomi Dunia, lebih dari 16% dari pasokan BTC sudah dikendalikan oleh perantara seperti pertukaran seperti Binance, atau aplikasi seperti Abra.

Jumlah ini hanya akan tumbuh dengan diluncurkannya Bakkt, Fidelity Digital Asset, dan banyak operasi ritel dan institusional lainnya yang tidak diragukan lagi akan memasuki pasar cryptocurrency dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun mendatang.

Penawaran dan permintaan adalah dinamika sederhana dan jika perusahaan-perusahaan yang bertindak sebagai perantara ini ‘melahap’ sebagian besar supply Bitcoin yang ada, maka kenaikan harga adalah suatu kepastian. Kepastian ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak orang di komunitas cryptocurrency memandang peluncuran Bakkt atau VanEck / Solid X ETF, yang memerlukan Bitcoin sebagai katalisator untuk menaikkan harganya. Meskipun di sisi lain, ini akan bertentangan dengan visi Satoshi saat dia pertama kali menciptakan kripto aset ini.

-Dita Safitri-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Binary Option Ilegal dan Dilarang, Dua Nama Crazy Rich Ini Terseret

JAKARTA, duniafintech.com – Di jagat maya belakangan ini ramai diperbincangkan soal afiliator sistem trading Binary Option. Adapun keberadaannya pun dianggap sudah menipu dan merugikan...

NET TV IPO: Saham Diburu Investor Asing hingga Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com – Pada Rabu (26/1/2022), PT Net Visi Media Tbk atau NET TV resmi melantai di bursa saham Indonesia setelah melakukan Initial Public...

Sri Mulyani Luncurkan E-Materai, Startup Ini Sediakan Fiturnya

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah meluncurkan materai elektronik atau e-materai. Menyambut kebijakan tersebut, Startup Fintech Paper.id melunucurkan fitur tersebut. CTO & Co-Founder...

Permodalan Fintech Akan Lebih Tinggi, Pemain Mulai Siapkan Strategi

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis fintech lending yang berjumlah 103 platform, per 3 Januari 2022 seluruhnya telah mengantongi izin usaha...

Cara Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di ATM, Mudah dan Praktis

JAKARTA, duniafintech.com - Cara setor tunai BCA tanpa kartu ternyata bisa dilakukan lewat ATM BCA terdekat di rumah Anda. PT Bank Central Asia TBK...
LANGUAGE