29.7 C
Jakarta
Minggu, 27 September, 2020

Korea Utara Akan Gelar Konferensi Kripto, Tertarik?

duniafintech.com – Korea Utara dilaporkan berencana untuk mengadakan konferensi internasional tentang teknologi Blockchain dan mata uang kripto.

Menurut Radio Free Asia yang berbasis di AS, Konferensi Blockchain Internasional Korea akan diadakan di ibukota Pyongyang pada awal Oktober. Acara akan diadakan selama dua hari mulai tanggal 1 Oktober.

Helatan ini akan menyatukan ahli di bidang mutakhir dari seluruh dunia yang juga akan mengadakan diskusi dengan pejabat bisnis Korea Utara. Meskipun ini disebut sebagai acara Blockchain internasional publik pertama di negara itu, Korea Utara tentu tidak asing dengan berita terkait kripto.

Baca juga: Italia Beli Klub Sepak Bola dengan Bitcoin?

Rekam Jejak Peretas Korea Utara Mungkin Akan Menjadi Masalah di Konferensi Ini

Berita tentang acara Pyongyang mendatang muncul setelah laporan lain yang melibatkan rezim komunis mengeksploitasi kelemahan keamanan digital di Barat untuk memperoleh modal kripto melalui cara-cara terlarang. Lazarus Group, sindikat cybercrime yang sering dikaitkan dengan Korea Utara, telah menggunakan malware baru yang disesuaikan untuk menginfeksi beberapa sistem operasi.

Para peneliti di perusahaan keamanan cyber Kaspersky mengklaim bahwa peretas yang diduga hacker Korea Utara baru-baru ini memulai kampanye baru bernama “Applejeus” menggunakan trojan bernama Fallchill. Perangkat lunak pencuri cryptocurrency ditemukan setelah menembus sistem TI dari pertukaran cryptocurrency tanpa nama yang berbasis di Asia.

Serangan itu terjadi setelah salah satu karyawan platform mengunduh aplikasi perdagangan crypto yang terinfeksi dari situs web yang tampak sah. Para ahli menemukan bahwa trojan Fallchill telah dirancang ulang untuk tidak hanya menargetkan PC Windows tetapi juga perangkat macOS dan mungkin mesin Linux.

Baca juga: Dilema Bergaji Tinggi Tapi Tak Merasa Cukup

Banyak Warga Sipil Korea Utara yang Mungkin Tak Paham Bitcoin

Selain kabar peretasan yang banyak dituduhkan kepada pemerintahan Kim Jong Un selama ini, konferensi Bitcoin yang akan digelar inipun konon benar-benar akan berada dalam pengawasan pemerintah. Banyak orang yakin bahwa sebagian besar warga sipil di sana sebenarnya tidak paham dengan Bitcoin karena selama ini negara itu menutup diri dari teknologi. Entah apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh negara komunis itu, kita lihat saja nanti.

Source: atimes.com, bitcoin.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mau Pasang Iklan Berjalan? Kenalan Dulu Yuk dengan 5 Startup Indonesia Ini

Duniafintech.com - Implementasi ide bisnis advertising atau pasang iklan berjalan di bodi kendaraan sudah dahulu muncul di Amerika Serikat lima tahun lalu....

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...

Sulit Menyisihkan Uang? Inilah Cara Menabung Paling Efektif yang Sesuai dengan Kemampuan

Duniafintech.com - Tak hanya berfungsi menghindari utang karena adanya kebutuhan darurat, menabung juga bermanfaat untuk menambah pundi-pundi keuangan di masa depan. Meskipun...

Dukung Kreator Indonesia, Sony Luncurkan Kamera Seri Alpha 7S III dengan Tampilan Klasik

Duniafintech.com - Sony luncurkan kamera seri Alpha 7S III yang menjadi penerus Alpha 7S II. Sony Alpha 7S III akan segera tersedia...

E-Commerce Jadikan Permintaan Asuransi Digital Melonjak

DuniaFintech.com - Penyelenggara niaga berbasis elektronik, e-commerce menghadirkan tren positif terhadap startup asuransi berbasis digital (insurtech). Adalah 2 startup insurtech, Qoala dan...
LANGUAGE