28.7 C
Jakarta
Kamis, 16 Juli, 2020

Korea Utara Akan Gelar Konferensi Kripto, Tertarik?

duniafintech.com – Korea Utara dilaporkan berencana untuk mengadakan konferensi internasional tentang teknologi Blockchain dan mata uang kripto.

Menurut Radio Free Asia yang berbasis di AS, Konferensi Blockchain Internasional Korea akan diadakan di ibukota Pyongyang pada awal Oktober. Acara akan diadakan selama dua hari mulai tanggal 1 Oktober.

Helatan ini akan menyatukan ahli di bidang mutakhir dari seluruh dunia yang juga akan mengadakan diskusi dengan pejabat bisnis Korea Utara. Meskipun ini disebut sebagai acara Blockchain internasional publik pertama di negara itu, Korea Utara tentu tidak asing dengan berita terkait kripto.

Baca juga: Italia Beli Klub Sepak Bola dengan Bitcoin?

Rekam Jejak Peretas Korea Utara Mungkin Akan Menjadi Masalah di Konferensi Ini

Berita tentang acara Pyongyang mendatang muncul setelah laporan lain yang melibatkan rezim komunis mengeksploitasi kelemahan keamanan digital di Barat untuk memperoleh modal kripto melalui cara-cara terlarang. Lazarus Group, sindikat cybercrime yang sering dikaitkan dengan Korea Utara, telah menggunakan malware baru yang disesuaikan untuk menginfeksi beberapa sistem operasi.

Para peneliti di perusahaan keamanan cyber Kaspersky mengklaim bahwa peretas yang diduga hacker Korea Utara baru-baru ini memulai kampanye baru bernama “Applejeus” menggunakan trojan bernama Fallchill. Perangkat lunak pencuri cryptocurrency ditemukan setelah menembus sistem TI dari pertukaran cryptocurrency tanpa nama yang berbasis di Asia.

Serangan itu terjadi setelah salah satu karyawan platform mengunduh aplikasi perdagangan crypto yang terinfeksi dari situs web yang tampak sah. Para ahli menemukan bahwa trojan Fallchill telah dirancang ulang untuk tidak hanya menargetkan PC Windows tetapi juga perangkat macOS dan mungkin mesin Linux.

Baca juga: Dilema Bergaji Tinggi Tapi Tak Merasa Cukup

Banyak Warga Sipil Korea Utara yang Mungkin Tak Paham Bitcoin

Selain kabar peretasan yang banyak dituduhkan kepada pemerintahan Kim Jong Un selama ini, konferensi Bitcoin yang akan digelar inipun konon benar-benar akan berada dalam pengawasan pemerintah. Banyak orang yakin bahwa sebagian besar warga sipil di sana sebenarnya tidak paham dengan Bitcoin karena selama ini negara itu menutup diri dari teknologi. Entah apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh negara komunis itu, kita lihat saja nanti.

Source: atimes.com, bitcoin.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Paypal Hadirkan Layanan Aset Kripto di Platformnya Telah Terkonfirmasi

DuniaFintech.com - Apa benar Paypal hadirkan layanan aset kripto? Hal tersebut kini bukan hanya rumor belaka karena PayPal telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya...

Cara Mudah Mendaftarkan Bisnis di Dompet Digital

DuniaFintech.com - Kini tak perlu lagi bingung mencari bagaimana cara mudah mendaftarkan bisnis di dompet digital. Beberapa informasi ini pastinya wajib dibaca,...

Kondisi Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, Apakah Mampu Bertahan Hadapi Krisis?

DuniaFintech.com - Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia di masa pandemi? Sebagai salah satu negara dengan perekonomian yang patut diperhitungkan di ASEAN, Indonesia mampu...

Jadi Jutawan di Usia Muda? Inilah yang Harus Dilakukan

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau jadi jutawan di usia muda, memang masalah uang merupakan hal yang sensitif. Hidup di masa sekarang...

Ethereum Menuju 5 Tahun, Siap jadi Terdepan di DeFi dan Kripto

DuniaFintech.com - Pengembang blockhain ternama, Ethereum telah memasuki usianya yang ke 5 tahun sejak didirikan pada 2015. Menurut para pengamat industri terkait, di...
LANGUAGE