Kabar positif datang dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Setelah bertahun-tahun mencatat kerugian sejak melantai di bursa, perusahaan teknologi ini akhirnya membukukan laba bersih perdana sebesar Rp257,9 miliar pada kuartal I-2026.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting sejak IPO di Bursa Efek Indonesia pada 2022.
Kinerja Keuangan Berbalik Positif
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan ini masih mencatat rugi Rp283 miliar. Kini, kondisi tersebut berbalik seiring peningkatan pendapatan yang signifikan.
Pendapatan GOTO tumbuh 26,3% secara tahunan (YoY) menjadi:
- Rp5,34 triliun (Q1 2026)
- Naik dari Rp4,2 triliun (Q1 2025)
Pertumbuhan ini menunjukkan strategi efisiensi dan monetisasi layanan mulai membuahkan hasil.
Sumber Pendapatan Utama GOTO
Berikut lini bisnis utama yang menyumbang pendapatan GOTO:
1. Jasa Pengiriman (Kontributor Terbesar)
- Pendapatan: Rp1,56 triliun
- Kontribusi: 29,2%
- Pertumbuhan: +12,07% YoY
Layanan ini tetap menjadi tulang punggung bisnis, terutama dari aktivitas transportasi dan pengantaran.
2. Imbalan Jasa Platform
- Pendapatan: Rp1,52 triliun
- Kontribusi: 28,5%
Sumber ini berasal dari:
- Mitra driver
- Merchant
- Pengguna layanan Gojek
3. Bisnis Fintech (P2P Lending)
- Pendapatan: Rp1,31 triliun
- Pertumbuhan: +72,43% YoY (tertinggi)
Segmen fintech menjadi mesin pertumbuhan tercepat, mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan keuangan digital di Indonesia.
4. Lini Bisnis Lainnya
- E-commerce: Rp288 miliar (Tokopedia)
- Iklan: Rp136 miliar
- Lain-lain: Rp518 miliar
Pernyataan Manajemen
Direktur Utama Hans Patuwo menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh ekosistem:
“GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.”
Sementara Direktur Keuangan Simon Ho menegaskan bahwa perusahaan kini memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat, termasuk:
- Arus kas bebas positif
- Operating leverage yang mulai optimal
- Target EBITDA tahunan Rp3,2–3,4 triliun
Meski kinerja operasional membaik, harga saham emiten itu masih menghadapi tekanan:
- Harga IPO (2022): Rp338 per saham
- Harga saat ini: sekitar Rp53
- Penurunan: -84,32% sejak IPO
Dana IPO sebesar Rp13,5 triliun sendiri telah sepenuhnya digunakan hingga 2025 sesuai rencana perusahaan.
Apa Arti Laba Perdana Ini?
Pencapaian laba ini menunjukkan bahwa model bisnis GOTO mulai matang, dengan:
- Monetisasi layanan yang lebih efektif
- Pertumbuhan fintech yang agresif
- Efisiensi operasional yang meningkat
Namun, tantangan masih ada, terutama dalam mengembalikan kepercayaan investor di pasar saham.
Kesimpulan
Laba bersih Rp257,9 miliar menjadi milestone penting bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk setelah perjalanan panjang sejak IPO.
Didukung oleh bisnis pengiriman, komisi mitra, dan fintech, GOTO menunjukkan tanda-tanda transformasi menuju profitabilitas berkelanjutan.
Ke depan, investor akan mencermati apakah tren positif ini dapat dipertahankan sekaligus mendorong pemulihan harga saham di pasar.





