25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Langkah BI dan Kemenparekraf Pulihkan Sektor Pariwisata

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat memiliki langkah akan memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pemulihan pariwisata untuk mendukung penguatan ekonomi nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan langkah BI dan Kemenparekraf pemulihan sektor terkait pariwisata-ekraf sangat strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, mengingat perannya yang besar dalam menyumbang devisa dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Menurutnya saat ini momentum pemulihan pariwisata terus berlangsung seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang membaik serta pelonggaran pembatasan mobilitas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Bidik Indonesia Sebagai Pasar Utama, OYO Siap Perkuat Investasi di Sektor Pariwisata

Namun, dia menambahkan tantangan perlambatan ekonomi global, risiko stagflasi dan tingginya ketidakpastian perlu diwaspadai. Oleh karena itu, dia menilai momentum pemulihan pariwisata harus selalu dioptimalkan antara lain konsistensi kebijakan serta percepatan pemulihan dan pengembangan pariwisata baik yang menyasar wisman maupun wisnus untuk mendukung penguatan transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan peran terkai pariwisata-ekraf antara lain melalui penguatan advokasi dan kajian, pengembangan UMKM serta digitalisasi sistem pembayaran pendukung pariwisata,” kata Dody.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu mengungkapkan langkah BI dan Kemenparekraf pemerintah terus mengoptimalkan peluang dari travel demand global yang masih tinggi serta terus mempermudah akses wisman dan mobilitas wisnus. Lalu, dia menambahkan diikuti oleh kebijakan berlanjutnya stimulus untuk mendukung pemulihan pelaku usaha, serta mempercepat vaksinasi dan memperluas CHSE.

“Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi untuk memastikan pengembangan destinasi berjalan dengan baik untuk memperkuat pariwisata nasional ke depan,” kata Vinsensius.

Baca juga: Viral Ajakan UAS untuk Boikot, Pengaruhi Sektor Pariwisata Singapura?

Langkah BI dan Kemenparekraf

10 Langkah BI dan Kemenparekraf Pulihkan Sektor Pariwisata

Oleh sebab itu, Bank Indonesia (BI) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyepakati 10 langkah strategis untuk mendorong pemulihan pariwisata guna mendukung penguatan ekonomi nasional:

  1. Melanjutkan dan mengoptimalkan pelonggaran wisatawan, termasuk dengan mengkaji penyempurnaan regulasi terkait visa;
  2. Mendorong percepatan perbaikan kapasitas dan frekuensi angkutan udara, khususnya untuk menunjang mobilitas ke destinasi wisata, sejalan dengan permintaan yang meningkat;
  3. Mempercepat pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), termasuk dengan didukung oleh peningkatan dukungan amenitas dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan (quality tourism);
  4. Melanjutkan pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan destinasi pariwisata lainnya, didukung oleh alokasi anggaran dan pengaturan pengelolaan aset yang telah terbangun;
  5. Memastikan terselenggaranya event skala internasional dan nasional yang telah terjadwal, termasuk agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 dan rangkaian kegiatan pendukung keketuaan ASEAN pada 2023;
  6. Meningkatkan sinergi dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE);
  7. Melanjutkan dukungan insentif dan peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dan desa wisata, termasuk melalui dukungan kebijakan makroprudensial untuk sektor prioritas;
  8. Mendorong sinergi program dalam pengembangan UMKM pendukung pariwisata dan desa wisata, termasuk memperluas digitalisasi transaksi pembayaran antara lain melalui QRIS dan memanfaatkan potensi dari QRIS antarnegara;
  9. Mendorong promosi pembukaan pariwisata Indonesia yang lebih luas melalui rangkaian kegiatan Bangga Berwisata Indonesia (BBWI) 2023;
  10. Mengakselerasi vaksinasi dan memperluas penerapan Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) berstandar SNI di destinasi wisata.

Baca juga: Keren! Jawa Barat Rekrut 108 Konten Kreator Buat Promosikan Pariwisata

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE