26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Berita Kripto Hari Ini: Asyik, Bitcoin-Ethereum Kompak Naik!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini, Selasa (4/9/2022), datang dari dua aset kripto teratas, Bitcoin dan Ethereum, yang kompak naik.

Sebagai informasi, pada perdagangan hari ini, harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya tampak mengalami pergerakan yang beragam.

Adapun mayoritas kripto teratas yang sebelumnya sempat melemah, pada pagi ini terpantau kembali menguat. Berikut ini berita selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Berita Kripto Hari Ini: BTC dan ETH Menguat

Menurut data dari Coinmarketcap, pada Selasa pagi ini, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni Bitcoin (BTC), berhasil menguat 1,72% dalam 24 jam dan 1,94% sepekan. Kini, harga BTC ada di level US$19.536 per koin atau sekitar Rp298,9 juta (dengan asumsi kurs Rp15.302 per US$).

Menyusul di belakang BTC, ada Ethereum (ETH) yang juga kembali ikut menguat pada pagi ini. ETH diketahui naik tipis 1,55% dalam 24 jam, tetapi melemah 0,84% dalam sepekan sehingga kini harganya berada di level US$1.317 per koin.

Sementara itu, Binance coin (BNB) mesti terkoreksi setelah kemarin sempat menguat. Adapun dalam 24 jam terakhir, BNB koreksi 0,09%, tetapi masih menguat 3,87% sepekan sehingga harganya dipatok pada angka US$285,90 per koin.

Cardano pun ikut menguat dan dalam satu hari terakhir berhasil naik 0,42%, tetapi masih melemah 4,38% sepekan sehingga kini harganya ada di level US$0,4268 per koin. Solana (SOL), juga kembali menempatkan diri di zona hijau. Dalam sehari terakhir, SOL diketahui melesat 1,46%, tetapi masih anjlok 2,07% sepekan sehingga harganya berada di level US$32,86 per koin.

Di lain sisi, ada juga XRP yang ikut menguat pada pagi ini. XRP diketahui naik 0,70% dalam 24 jam terakhir dan 2,21% sepekan sehingga harganya kini US$0,4605 per koin. Pada hari ini, Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) pun sama-sama menguat 0,01% sehingga harga keduanya masih bertahan di level US$1,00.

Sementara itu, Binance USD (BUSD) melemah 0,03% dalam 24 jam terakhir dan harganya pun masih berada di level US$1,00. Untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam diketahui telah mengalami penguatan ke level US$941,6 miliar, dari sebelumnya di level US$929 miliar.

Penyebab Pasar Kripto Loyo Awal Oktober— Berita Kripto Hari Ini

Pada awal Oktober 2022, pasar kripto tampak masih belum kuat untuk melaju ke zona hijau pada Senin (3/10/2022) pagi. Padahal, Oktober digadang-gadang sebagai periode terbaik untuk market bullish, yang kemudian mencuatkan istilah “Uptober.”

Terkait hal itu, Afid Sugiono selaku trader Tokocrypto menerangkan bahwa, secara teknikal, market kripto turun berguguran lantaran Bitcoin gagal menembus level psikologis US$20.000 atau sekitar Rp305,5 juta pada akhir pekan.

“Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada sebagian investor yang siap untuk melakukan aksi jual di kisaran level tersebut,” katanya Afid dalam analisis pasar harian.

Adapun sebelum akhir pekan lalu, pasar kripto diketahui sempat reli lantaran pelemahan Dolar AS. Lantas, investor pun mulai melakukan aksi borong di akhir September dalam rangka mengoleksi portofolio mereka di akhir kuartal III tahun ini.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Tak Tahu Rimbanya, Do Kwon Jadi Buronan Internasional! 

Para pemodal ini sengaja melancarkan aksi akumulasi lantaran meyakini bahwa bulan ini akan kembali mengulangi fenomena tahunan yang disebut “uptober,” yaitu sebuah kondisi saat harga aset kripto kompak reli kencang di Oktober setelah terpukul di bulan sebelumnya, September.

“Menurut Bitcoin Monthly Returns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021),” tuturnya.

Akan tetapi, baru memasuki Oktober, market kripto belum langsung panas sehingga investor masih wait and see untuk terus melakukan akumulasi. Diduga kuat, tingginya investor melakukan aksi jual di akhir pekan terjadi karena pergerakan pasar saham AS yang juga berkinerja buruk. Hasilnya, investor pun kurang bergairah dan meninggalkan aset berisiko.

Selain itu, investor pun mempertimbangkan prospek makroekonomi yang kelabu sebelum menentukan sikap di pasar kripto. Sebagai informasi, Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis, 30 September 2022, lalu melaporkan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2022 sebesar -0,6% secara tahunan.

“Artinya, ekonomi AS resmi melanjutkan kontraksi setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi -1,6 persen di kuartal I. Secara teori, AS sejatinya sudah masuk ke fase resesi ekonomi, karena pertumbuhan minus dalam dua kuartal berturut-turut,”  jelasnya.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Isu KDRT, Koin Kripto Leslar Malah Meroket

berita kripto hari ini

“Crypto Winter” Bikin Popularitas Kripto Turun di AS

Popularitas cryptocurrency dengan investor Amerika dilaporkan tengah menurun. Survei Bankrate September, pada 2022 ini, menyatakan bahwa hanya sekitar 21% orang Amerika yang merasa nyaman berinvestasi dalam cryptocurrency.

Angkan itu turun dari 35% pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi di tengah kondisi yang disebut “crypto winter”. Sekalipun tingkat kenyamanan turun dengan investor lintas generasi, penurunan tersebut paling tajam di kalangan milenial.

Dalam hal ini, hampir 30% investor Amerika Serikat berusia antara 26 dan 41 tahun yang merasa nyaman pada 2022 ketimbang hampir 50% pada 2021. Meski demikian, penurunan ini tidak mengejutkan sebab hampir US$2 triliun atau sekitar Rp30.395 triliun sudah hilang dari seluruh pasar kripto sejak November 2021 silam. Harga mata uang digital populer seperti Bitcoin telah berjuang untuk mencapai level tertinggi 2021.

Menurut salah satu perwakilan Bankrate, James Royal, trader aset apa pun merupakan penggemar keuntungan. Dengan cryptocurrency utama, seperti Bitcoin dan Ethereum, turun lebih dari 70% dari tertinggi sepanjang masa, tidak heran kemudian kalau peminatnya pun turun.

“Penurunan harga kripto tidak membantu penyebab menarik lebih banyak orang ke kripto,” katanya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Sebagai informasi, Bitcoin sendiri telah diperdagangkan antara US$18.000 dan US$25.000 sejak Juni—turun dari rekor tertinggi lebih dari US$65.000 pada November 2021.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Terseret KDRT, Kripto Lesti dan Rizky Billar Rontok! 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE