26 C
Jakarta
Rabu, 7 Desember, 2022

Berita Kripto Hari Ini: Tak Tahu Rimbanya, Do Kwon Jadi Buronan Internasional! 

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini mengulas seputar kisah pendiri koin Kripto Terra Luna, Do Kwon yang entah di mana keberadaannya. 

Do Kwon kini menjadi orang paling dicari oleh otoritas Korea Selatan (Korsel). Bahkan kini dirinya menjadi salah satu buronan internasional. 

Hal ini dipicu oleh runtuhnya harga kripto yang dibangunnya bernama Terra Luna beberapa waktu lalu. Lantas bagaimana perkembangan kasusnya? Mari kita simak ulasan berita kripto hari ini. 

Do Kwon Jadi Buronan Internasional– Berita Kripto Hari Ini

Pihak Interpol telah mengeluarkan red notice untuk pengembang token kripto Terra LUNA dan TerraUSD Do Kwon. Nilai kedua kripto ini anjlok dalam pada bulan Mei 2022 lalu yang membuat banyak investor rugi besar.

Interpol meminta lembaga penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkap pendiri Terraform Labs yang startup blockchainnya runtuh awal tahun ini dan merugikan US$40 miliar dana investor tersebut. 

Kwon menghadapi dakwaan di Korea Selatan atas hilangnya dana investor di dua token kripto yang dikembangkannya, kata jaksa, dikutip dari laporan TechCrunch, sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia. 

Jaksa Korea Selatan telah meningkatkan penyelidikan mereka ke Do Kwon dalam beberapa pekan terakhir. Awal bulan ini, Jaksa Korea Selatan menuduh Do Kwon tidak kooperatif, dan justru melarikan diri.

Berita Kripto Hari Ini

Dapat Red Notice Interpol 

Mereka meminta Interpol, organisasi kepolisian global, untuk mengeluarkan pemberitahuan merah atau red notice untuk Kwon awal bulan ini.

Nilai Terra LUNA dan TerraUSD anjlok hingga mendekat US$0 pada Mei lalu karena hilangnya kepercayaan investor terhadap fundamental token kripto itu. Dana investor yang ada dalam token itu pun menguap begitu saja.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Awal Pekan, Gerak BTC dan ETH Masih Lesu

Do Kwon, dengan persetujuan dari komunitas Terraform, menghidupkan kembali proyek crypto, tetapi ia menghindari apa yang disebut komponen stablecoin algoritmik untuk saat ini. Depegging TerraUSD (UST), stablecoin perusahaan sebelumnya, mendorong jatuhnya token LUNA saat mereka saling terkaitt. 

Runtuhnya token LUNA juga berkontribusi pada kebangkrutan Three Arrows Capital, yang pernah menjadi dana lindung nilai kripto profil tinggi tersebut. 

Hancurnya nilai kedua token kripto itu juga sangat berdampak pada sejumlah pemberi pinjaman crypto termasuk BlockFi dari siapa ia telah meminjam miliaran dolar.

Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Do Kwon awal bulan ini, dan menjadi sebuah langkah yang membuat banyak investor menjual posisi mereka di token Luna yang dihidupkan kembali.

“Kami sedang dalam proses membela diri di berbagai yurisdiksi – kami telah memegang teguh integritas yang sangat tinggi, dan berharap untuk mengklarifikasi fakta selama beberapa bulan ke depan,” kata Do Kwon dalam tweet bulan ini.

Bagaimana Nasib Kriptonya? – Berita Kripto Hari Ini

Dalam wawancara dengan platform media kripto Coinage pada Agustus kemarin, Do Kwon mengatakan dia telah pindah ke Singapura karena kekhawatiran tentang keselamatan keluarganya dan menolak saran bahwa relokasi itu karena kecelakaan atau upaya untuk menghindari penyelidik.

Baca jugaCatat! Investasi Kripto Terpercaya Hanya di 25 Exchanger Ini

Kemudian, tak butuh waktu lama, berita surat penangkapan Do Kwon tersebut langsung memberi dampak negatif bagi kripto Terra, USTC, LUNC dan LUNA.

Token baru di jaringan Terra v.20, LUNA, langsung terjun bebas lebih dari 30 persen dalam 24 jam terakhir, karena proyek terancam tersendat, bahkan gagal, karena tidak adanya Do Kwon setelah ditangkap. Hal itu tampak miris, sebagaimana dilansir dari Blockchain Media. 

Padahal, pada tanggal 9 September lalu, harga LUNA sempat meroket lebih dari 200 persen karena rencana ambisius yang sempat diutarakan oleh Do Kwon.

Dan untuk token LUNC, harganya telah jatuh lebih dari 20 persen dalam 24 jam terakhir ini. 

Sebelumnya, token ini sempat melesat lebih dari 500 persen sejak Agustus lalu karena adanya proposal tax burn yang diharapkan mampu memulihkan token Terra lama ini, yang juga menaikkan harga USTC.

Jika Do Kwon dipenjara, kemungkinan harga kripto Terra akan terus merosot lebih dalam lagi, sampai ada solusi baru yang mampu menggantikan peran Pendiri Terra tersebut dalam pengembangan ekosistem baru.

Itulah ulasan seputar berita kripto hari ini yang membahas soal Do Kwon. Semoga informasi tersebut bermanfaat buat Anda.

Baca jugaInvestasi Kripto Terpercaya bagi Pemula, Coba 5 Aplikasi Ini

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE