33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Masjid di Inggris Terima Mata Uang Kripto, Bitcoin Halal?

duniafintech.com – Masjid yang terletak di negara Inggris ini telah menyatakan bahwa menjadi penerima pertama sumbangan dalam bentuk mata uang kripto.

Baca juga : Merealisasikan Masa Depan Digital, Las Vegas ke Jakarta

Penasihat agama di Masjid Ramadan di Dalston, London Timur ini, mengatakan mata uang kripto itu halal jika “ditransaksikan dengan cara yang sah”.

Ada perdebatan signifikan tentang cryptocurrency bagi para Muslim, dengan tokoh-tokoh nya. Salah satunya Mufti Mesir yang mengatakan bahwa mata uang kripto tersebut haram, atau dilarang karena digunakan oleh beberapa orang untuk kegiatan ilegal.

Baca juga : Tips Memilih WebHosting Yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Menurtnya, karena sifat anonim mata uang kripto tersebut, Bitcoin telah menjadi alat transaksi yang terkait dengan pembelian obat dan barang ilegal lainnya secara online.

Tapi masjid di Inggris ini telah menyatakan bahwa umat Islam dapat menggunakannya untuk donasi Ramadhan mereka, yang dikenal sebagai zakat.

Baca juga : Merealisasikan Masa Depan Digital, Las Vegas ke Jakarta

Dengan zakat ini, umat muslim dimaksudkan untuk memberikan 2,5 persen dari harta mereka untuk amal selama Ramadhan, sumbangan tahunan wajib ini berlaku untuk semua umat Muslim terkecuali bagi umat Muslim yang tidak bercukupan.

Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Shacklewell Lane ini, akan menerima sumbangan dalam dua jenis mata uang kripto yang berbeda, yaitu Bitcoin dan Ethereum.

Penerimaan sumbangan ini juga  telah mendapatkan saran dari Shoreditch startup Combo Innovation sebagai perusahaan blockchain yang berfokus pada keuangan Islam.

Sumbangan tersebut nampakanya akan digunakan untuk melakukan perbaikan di masjid, menawarkan bantuan kepada keluarga yang berjuang untuk membayar biaya pemakaman dan tempat tinggal dan memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Zayd al Khair yang merupakan seorang penasihat agama di masjid tersebut, mengatakan:

“Setiap uang atau mata uang tidak halal – diperbolehkan – atau haram – tidak diizinkan.”

“Tolak ukurnya dapat dilihar dari nilai yang diwakilinya. Jika uang ditransaksikan dengan cara yang sah maka itu adalah halal.” ungkapnya dilansir dari Telegraph.

“Kami tidak selalu tahu sumber sumbangan uang tunai, tetapi kami juga mengambil ini dengan itikad baik.” tambahnya.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Strategi Bisnis Cepat Kaya ala Bob Sadino, Modal Kecil Untung Besar

DuniaFintech.com - Tak sedikit orang yang membatalkan niat membuka usaha karena mengaku tak punya dana. Padahal modal uang bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan bisnis yang...

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...
LANGUAGE