30.9 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

MENAKAR POTENSI BISNIS STARTUP BANDUNG PADA PILKADA JABAR

duniafintech.com – Digaungkannya gong penutup drama Pilkada DKI sekaligus menandakan dimulainya lelakon drama Pilkada Jawa Barat. Meski gong pagelaran baru akan digaungkan pada 2018 nanti, para pemain sudah mulai bersiap sedari sekarang. Dari drama Pilkada DKI kita tahu satu hal, meski terpolarisasi ke dua hal, suguhan drama Pilkada DKI menyita perhatian seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat DKI, melainkan seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Untuk rangkaian tahun 2017 hingga 2018, kontestasi Pilkada berlanjut di Jawa Barat, Tanah Pasundan. Belum diketahui apakah perhelatan akbar Pilkada tanah Pasundan akan semeriah Pilkada DKI, namun satu hal yang pasti, masyarakat Indonesia kini sudah melek politik. Politik sudah tidak lagi hanya dibicarakan di kalangan politisi saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Di media sosial, di jalan-jalan, di sekolah atau kampus, pusat perbelanjaan, hingga di warung-warung kopi sekalipun.

Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat tentu juga tengah sibuk mempersiapkan perhelatan Pilkada Jawa Barat yang diadakan pada tahun 2018 nanti. Tak hanya politisi dan elemen pemerintahan, perekonomian tentu juga tengah bersiap. Tak terkecuali sektor industri kreatif dan teknologi. Tidak dapat dimungkiri kestabilan politik kota Bandung beberapa tahun ke belakang berdampak positif pada sektor perekonomian, khususnya industri kreatif dan teknologi.

Rapor impresif Bandung soal industri kreatif dan teknologi membuat Bandung dijuluki sebagai Silicon Valley-nya Indonesia, hal ini ditandai oleh kelahiran Lembah Digital Bandung/Bandung Digital Valley (BDV). Bandung Digital Valley (BDV) adalah sebuah wadah kreasi anak muda Bandung yang ingin berwirausaha melalui bidang teknologi.

Potensi Bisnis Digital Bandung Lahir di BDV

Perkembangan teknologi digital yang demikian pesat tidak dapat dimungkiri turut berimbas pada kemajuan industri kreatif. Bandung sebagai salah satu kota di dunia yang dianugrahi “Kota Kreatif Dunia” oleh UNESCO melahirkan sebuah gerakan inisiatif untuk membangun awareness tentang isu technopreneur.

Memahami hal itu, pada tahun 2011 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memprakarsai kelahiran Bandung Digital Valley (BDV) yang fokus utamanya adalah mengembangkan program inkubator bagi bisnis startup. Salah satu program inkubator yang dilahirkan di BDV adalah Indigo Creative Nation.

Indigo Creative Nation sendiri adalah sebuah wujud nyata sumbangsih Telkom Indonesia dalam mendorong pertumbuhan industri digital melalui program-program Incubator dan Accelerator Startup Digital, dari mulai tahapan prainkubasi (ideation) hingga ke akses pendanaan (funding).

Keuntungan yang didapat dari program Indigo Creative Nation adalah sebagai berikut;

  • Mentoring

Di sini mitra startup diberi kesempatan untuk mendapatkan mentor bisnis yang andal di bidang startup dan teknologi.

  • Pendanaan

Sebagai mitra, Anda akan mendapatkan pendanaan awal startup digital hingga mencapai Rp 2 miliar.

  • TelkomGroup Market Access

Tersedia akses ke lebih dari 150 juta pelanggan, 200 ribu perusahaan, dan 3 juta pelanggan Indihome.

  • TelkomGroup Resources dan Telkom API

Difasilitasi infrastruktur PT Telkom Indonesia, mencakup hosting atau API.

  • Global VC & Incubator/Accelerator Support

Mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan jaringan investor global atau global accelerator.

Di sini startup/entrepreneur yang dinilai berhasil membuat ide, produk, maupun inovasi bisnis digital, akan digodok lewat platform startup Incubator. Pada saat yang sama, hal ini juga bertujuan untuk mendorong tumbuhnya digital-preneur baru dalam industri digital. Mitra startup/entrepreneur akan mendapatkan fasilitas-faslitas seperti: co-working space, lounge, startup cubicle, meeting room, cafe, dan perpustakaan.

Situasi politik yang kondusif boleh dikatakan memberi dampak positif pada awareness masyarakat tentang technopreneur yang kemudian melahirkan BDV. Kelahiran BDV meramaikan pasar startup berbasis teknologi di Bandung. Hal ini menjadi faktor penentu yang dapat menarik pemodal-pemodal baik lokal maupun asing untuk menanamkan investasinya, tentu saja berdampak positif pada laju roda perekonomian baik Bandung maupun Jawa Barat.

Memahami Kota Bandung sebagai pusat perkembangan industri kreatif dan teknologi, serta sumbangsih Bandung Digital Valley yang telah menghasilkan perusahaan-perusahaan startup lokal bereputasi internasional, kontestasi Pilkada Jabar nanti tentu akan membawa dampak tertentu pada ekosistem bisnis startup Bandung..

Sumber:

Picture: pixabay.com

Written by: Hendratanu Wijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Jika Tak Lakukan Arahan Kominfo, Google Cs Bakal Diblokir di Indonesia 20 Juli, Benarkah? 

JAKARTA, duniafintech.com - Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Dedy Permadi mengimbau kepada para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang ada...

Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2 dan 3 Segera Dihapus, 10 RS Sudah Uji Coba

JAKARTA, duniafintech.com – BPJS Kesehatan berencana menghapus skema pembayaran iuran kelas 1, 2 dan 3. Adapun rencana penghapusan kelas BPJS Kesehatan akan dimulai pada...

Jadi Sektor Investasi, Begini Penerapan Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Penerapan prinsip P2P Lending Syariah sekarang diperhitungkan untuk banyak sektor investasi. Bentuk pengalaman dalam mengajukan pinjaman dana mampu memperlihatkan bagaimana potensi sistem...

Update Harga Kripto Senin 27 Juni 2022, Bitcoin dan Ethereum Lesu

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah harga kripto menguat pada akhir pekan kemarin, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya kini berbalik arah ke zona merah...

Hidup Makin Susah, Negara Tetangga Ini Guyur BLT dan Subsidi Rp 261 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Negara tetangga Indonesia, Malaysia diproyeksikan menghabiskan 77,3 miliar ringgit atau setara USD17,6 miliar atau Rp 261 triliun untuk subsidi dan bantuan...
LANGUAGE