25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

SASAR ONLINE MARKET, GRAB AKUISISI KUDO SENILAI 1,3 TRILIUN RUPIAH

duniafintech.com – Beberapa waktu lalu, Grab, salah satu pemain besar dalam bisnis jaringan pemberi jasa transportasi berbasis online dikabarkan mengakuisisi startup pembayaran online asal Indonesia, Kudo. Hooi Ling Tan Co pendiri Grab menyatakan dengan akuisisi tersebut, Kudo membuka jalan Grab untuk masuk ke dunia offlline.

Bagi Anda yang belum mengenal apa itu Kudo, di sini kami coba bahas sedikit mengenai Kudo.

Didirikan pada tahun  2014 oleh duo sahabat lulusan Haas School of Business, University of California Berkeley, Albert Lucius dan Agung Nugroho, nama Kudo sendiri sebenarnya adalah sebuah akronim, “Kios untuk Dagang Online”. Dari arti namanya saja sudah merepresentasikan apa itu Kudo. Sebuah perusahaan teknologi yang menciptakan platform digital kepada jutaan rakyat Indonesia untuk memiliki peluang usaha dengan menjadi reseller jutaan  produk dari berbagai merchant ternama. Pada dasarnya, layanan yang Kudo tawarkan adalah untuk menjembatani dunia perdagangan online dan offline.

Dalam pengaplikasiannya, model bisnis yang Kudo usung mengandalkan beberapa alat utama, yakni komputer tablet, aplikasi Kudo, dan fitur pembayaran online.

Namun, yang menjadi minat utama Grab mengakuisisi Kudo adalah jaringan perdagangan baik online maupun offline, serta fitur pembayaran online. Dengan mengintegrasikan fitur pembayaran online dan offline Kudo, berikut keunggulan jangkauan Kudo yang luas di kota-kota kecil akan memperkuat dan memperluas layanan GrabPay dalam menghadirkan pengalaman berbelanja online yang nyaman.

Langkah Grab mengakuisisi Kudo merupakan bagian dari program investasi 700 juta dolar AS atau sekitar 9.3 triliun rupiah yang siap Grab gelontorkan di Indonesia selama empat tahun ke depan. Grab memang belakangan memandang serius pasar Indonesia yang populasinya lebih dari 250 juta. Mengutip dari Reuters, dikabarkan dana yang Grab gelontorkan untuk mengakuisisi Kudo senilai lebih dari $100 juta atau sekitar RP 1.3 triliun.

Sumber : www.beritasatu.com

Written by : Hendratanu Wijaya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE