25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

MENAKER : BPJS KETENAGAKERJAAN HARUS TANGGAP PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL

duniafintech.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan menanggapi perubahan di era ekonomi digital dewasa ini. Menurutnya, era dunia ekonomi digital mampu memberikan dampak pada pergerakan sektor formal menuju sektor informal.

Era digital yang memanfaatkan teknologi internet dengan karakteristik unik dan didominasi generasi muda cenderung bekerja sebagai pekerja mandiri. Hal ini, secara tidak langsung menuntut kinerja yang lebih dari BPJS Ketenagakerjaan.

Perubahan tersebut menuntut kinerja tinggi BPJS Ketenagakerjaan dalam bentuk kepercayaan, pelayanan yang makin cepat, ramah dan valid sehingga memberikan hasil yang maksimal,” kata Menaker Hanif dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Haiyani Rumondang pada acara Rakernas BPJS Ketenagakerjaan di Bandung, Rabu (12/7).

Dalam dunia bisnis maupun dalam bermasyarakat ketika berinteraksi, kepercayaan adalah sesuatu hal yang sangat mahal nilainya dan untuk mendapatkannya pun perlu perjuangan apalagi mempertahankan yang namanya kepercayaan. Oleh karena itu Menaker mengegaskan kembali, BPJS Ketenagakerjaan harus menerapkan tata kelola yang baik dan akuntabel. Dengan begitu dapat terus membangun dan mempertahankan kepercayaan para tenga kerja yang menggunakan BPSJ Ketenagakerjaan.

Saya berharap BPJS Ketenagakerjaan mampu lebih berkomitmen tinggi dalam pelayanan dengan mengoptimalkan prinsip tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel,” ujar Menaker Hanif.

Menaker juga menekankan, BPJS Ketenagakerjaan harus meningkatkan keanggotaan dengan penyederhanaan prosedur dan memanfaatkan teknologi. Penerapan berbagai teknologi yang ada, tentunya akan memberi kemudahan untuk mengembangkan efisiensi pekerjaan dan kualitas layanan menjadi lebih baik.

BPJS Ketenagakerjaan harus mampu memperluas cakupan kepesertaan secara komprehensif dan signifikan melalui penyederhanaan prosedur dan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan performa kinerja organisasi secara efektif dan efisien,” ungkap Menaker Hanif.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini telah melindungi 22,6 juta tenaga kerja dengan peserta aktif per Juni 2017 mencapai 23,2 juta tenaga kerja dari target sebesar 26,2 juta tenaga kerja pada akhir tahun 2017.

Agar target tercapai perlu dibangun kebersamaan dan nilai-nilai organisasi ETHIKA (Iman, Ekselen, Teladan, Harmoni, Integritas, Kepedulian, Antusias) untuk memunculkan keselarasan, timbulnya inisiatif dan strategi baru serta menciptakan kolaborasi yang positif untuk mencapai visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Menaker Hanif.

Source : merdeka.com

Written by: Andriani Supri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE