26.1 C
Jakarta
Jumat, 10 Juli, 2020

MENARIK! BIAYA PENGIRIMAN MAKANAN DI PERUSAHAAN INI BISA DIBAYAR DENGAN BITCOIN

duniafintech.com – Kabar menarik datang dari Jerman. Di tengah-tengah menurunnya harga Bitcoin, ternyata tidak menyurutkan pamor Bitcoin di mata dunia sebagai mata uang digital masa depan. Pernyataan ini dibuktikan dengan adanya terobosan baru dari perusahaan pengiriman makanan terbesar di Jerman, Lieferando, yang mengumumkan secara resmi bahwa para pelanggan kini dapat membayar biaya pengiriman makanan dengan menggunakan Bitcoin.

Keputusan itu dibuat setelah Lieferando diakuisisi oleh Takeaway.com, yang berbasis di Belanda. Akuisisi tersebut dilakukan karena melihat perkembangan pesat Lieferando, baik dilihat dari segi jumlah pelanggan, popularitas, dan pendapatan perusahaan. Berdasarkan data yang diambil dari cointelegraph.com, pendapatan Lieferando telah mencapai lebih dari $18 juta. Namun, terlepas dari diakuisisinya Lieferando oleh Takeaway.com, pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015, Lieferando sebetulnya juga telah menerima Bitcoin dalam platform sistem pembayaran mereka. Perusahaan tersebut sementara menurunkan integrasi terhadap Bitcoin dalam waktu sekitar dua tahun, dalam rangka untuk proses akuisi rebranding perusahaan. Setelah proses akuisisi selesai, pembayaran biaya pengiriman menggunakan Bitcoin kini dapat diterapkan kembali.

Mengapa semakin banyak perusahaan menerima Bitcoin?

Pada awal pekan ini dikabarkan pula bahwa perusahaan penyedia layanan Point of Sale (PoS) terbesar di Jepang, AirRegi, secara resmi juga telah mulai mengintegrasikan Bitcoin sebagai metode pembayaran. Setelah proses integrasi selesai, maka lebih dari 260.000 pedagang akan menerima Bitcoin di Jepang, termasuk restoran, kafe, bar, dan toko. Dan salah satu perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di Jepang, yaitu perusahaan elektronik Bic Camera juga telah menerima Bitcoin.

Salah satu alasan utama bagi para pedagang menerima Bitcoin adalah, biaya transaksi dengan Bitcoin jauh lebih terjangkau daripada biaya transaksi dengan menggunakan kartu kredit yang harus ditanggung pedagang sekitar 2%. Sebagian besar konsumen tidak menyadari biaya itu karena kebanyakan pedagang biasanya mau tidak mau menutupi biaya transaksi itu untuk pelanggan mereka. Dengan demikian, biaya transaksi dengan menggunakan Bitcoin yang saat ini hanya berkisar antara $0,2 sampai dengan $1 cukup murah  bagi para pedagang untuk mereka tanggung.

Aktivasi Segregated Witness (SegWit) kemungkinan akan memacu permintaan Bitcoin dari merchant karena biaya transaksi menjadi lebih murah dan jaringan menjadi lebih efisien.

Written by: Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

PNM Mekaar Berbasis Digital Luncur, Mudahkan Pencairan Pembiayaan Nasabah

DuniaFintech.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu,...

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mencapai Masa Pensiun

DuniaFintech.com - Mencapai masa pensiun kadang terasa melegakan karena mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan menumpuk, di sisi lain juga menjadi beban bagi...

Layanan TokoCabang di Tokopedia Bantu Pengusaha di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - E-commerce Tokopedia mengungkapkan adanya peningkatan pemanfaatan fitur TokoCabang, sebuah layanan untuk ketersediaan pasokan hingga pemenuhan permintaan selama masa pandemi COVID-19....

Mau Dapat Beasiswa? Kunjungi Beberapa Situs Ini

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau dapat beasiswa? Rasanya, hampir setiap orang punya impian untuk meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, bukan?...

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com - Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah...
LANGUAGE