25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

MENARIK! BIAYA PENGIRIMAN MAKANAN DI PERUSAHAAN INI BISA DIBAYAR DENGAN BITCOIN

duniafintech.com – Kabar menarik datang dari Jerman. Di tengah-tengah menurunnya harga Bitcoin, ternyata tidak menyurutkan pamor Bitcoin di mata dunia sebagai mata uang digital masa depan. Pernyataan ini dibuktikan dengan adanya terobosan baru dari perusahaan pengiriman makanan terbesar di Jerman, Lieferando, yang mengumumkan secara resmi bahwa para pelanggan kini dapat membayar biaya pengiriman makanan dengan menggunakan Bitcoin.

Keputusan itu dibuat setelah Lieferando diakuisisi oleh Takeaway.com, yang berbasis di Belanda. Akuisisi tersebut dilakukan karena melihat perkembangan pesat Lieferando, baik dilihat dari segi jumlah pelanggan, popularitas, dan pendapatan perusahaan. Berdasarkan data yang diambil dari cointelegraph.com, pendapatan Lieferando telah mencapai lebih dari $18 juta. Namun, terlepas dari diakuisisinya Lieferando oleh Takeaway.com, pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015, Lieferando sebetulnya juga telah menerima Bitcoin dalam platform sistem pembayaran mereka. Perusahaan tersebut sementara menurunkan integrasi terhadap Bitcoin dalam waktu sekitar dua tahun, dalam rangka untuk proses akuisi rebranding perusahaan. Setelah proses akuisisi selesai, pembayaran biaya pengiriman menggunakan Bitcoin kini dapat diterapkan kembali.

Mengapa semakin banyak perusahaan menerima Bitcoin?

Pada awal pekan ini dikabarkan pula bahwa perusahaan penyedia layanan Point of Sale (PoS) terbesar di Jepang, AirRegi, secara resmi juga telah mulai mengintegrasikan Bitcoin sebagai metode pembayaran. Setelah proses integrasi selesai, maka lebih dari 260.000 pedagang akan menerima Bitcoin di Jepang, termasuk restoran, kafe, bar, dan toko. Dan salah satu perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di Jepang, yaitu perusahaan elektronik Bic Camera juga telah menerima Bitcoin.

Salah satu alasan utama bagi para pedagang menerima Bitcoin adalah, biaya transaksi dengan Bitcoin jauh lebih terjangkau daripada biaya transaksi dengan menggunakan kartu kredit yang harus ditanggung pedagang sekitar 2%. Sebagian besar konsumen tidak menyadari biaya itu karena kebanyakan pedagang biasanya mau tidak mau menutupi biaya transaksi itu untuk pelanggan mereka. Dengan demikian, biaya transaksi dengan menggunakan Bitcoin yang saat ini hanya berkisar antara $0,2 sampai dengan $1 cukup murah  bagi para pedagang untuk mereka tanggung.

Aktivasi Segregated Witness (SegWit) kemungkinan akan memacu permintaan Bitcoin dari merchant karena biaya transaksi menjadi lebih murah dan jaringan menjadi lebih efisien.

Written by: Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE