31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Metaverse Makin Serius, Aset Kripto Lebih Menjanjikan di 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Para raksasa teknologi seperti Meta (Facebook), Google, Apple, dan Microsoft dikabarkan tengah menyiapkan perangkat keras dan lunak mereka untuk mendukung pengguna dalam berinteraksi di dunia virtual atau Metaverse.

Dukungan perangkat ini memungkinkan pengguna untuk bermain atau bekerja di ruang virtual reality 3D, dan menarik informasi dari internet hingga mengintegrasikannya dengan dunia nyata secara real time.

Dengan dukungan terhadap teknologi Metaverse yang semakin serius, hal itu membuat sejumlah koin kripto yang terhubung dengan projek ini memiliki potensi yang lebih tinggi untuk dipertahankan di 2022.

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan, masa depan cryptocurrency masih panjang. Menurutnya, apa yang masyarakat umum kenal saat ini terkait kripto baru sebatas kripto sebagai moda pembayaran di dunia nyata, seperti untuk membeli pizza dan minuman di Amerika Serikat (AS), namun belum sebagai alat pembayaran virtual.

Dengan berkembangnya konsep Metaverse yang dipopulerkan oleh Mark Zuckerberg dari Facebook dan munculnya konsep Non Fungible Token (NFT) membuat masa depan kripto semakin berkembang, yaitu sebagai alat pembayaran digital.

“Ini masih terlalu early, tapi kita kurva belajarnya itu baru tahun ini (2021). Dengan adanya metaverse, NFT, ternyata ini lho yang namanya kripto sebagai moda pembayaran itu, sama seperti dolar dan rupiah,” katanya kepada Duniafintech.com, Selasa (4/1).

Oleh sebab itu, dia optimistis aset kripto akan lebih menjanjikan di 2022. Dia bilang, salah satu token yang memiliki potensi tinggi di 2022 ini adalah Sandbox (SAND) Polygon (Matic), di mana lewat jaringan blockchain-nya menghadirkan revolusi di pasar virtual.

Sandbox (SAND) saat ini tengah mengembangkan projeknya yang terdesentralisasi di dunia game. Mereka pun tengah mengembangkan beberapa bidang NFT baru seperti arsitektur, fashion, konser virtual, art gallery dan museum.

Sedangkan Polygon, menjadi solusi penskalaan Layer 2 di dalam jaringan Ethereum (ETH), yang berarti proyek ini tidak berupaya untuk meningkatkan lapisan blockchain. Proyek ini berfokus mengurangi kompleksitas skalabilitas dan transaksi blockchain instan.

Teknologi ini memungkinkan setiap sidechain di Polygon mencapai hingga 65.536 transaksi per blok. Secara komersial, sidechains Polygon dirancang untuk mendukung berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang tersedia di ekosistem Ethereum.

Selain itu, Matic juga dipakai untuk transaksi di dalam projek Next Earth, sebuah projek untuk menciptakan bumi virtual yang beroperasi pada blockchain Ethereum dengan jaringan Polygon. Dengan projek ini, semua orang dapat memiliki aset real estate virtual berdasarkan lahan yang terdapat di Bumi.

“Jadi kalau kita mau transaksi beli tanah kita harus pakai koinnya SAND atau koin lainnya, atau kalau di Next Earth kita bayarnya pakai Matic-nya polygon, itu baru kelihatan kripto sebagai moda pembayaran,” ucapnya.

Selain SAND dan Matic, menurutnya koin lainnya juga memiliki potensi yang besar, tergantung kepada projek dan pengembangan koin tersebut di dalam teknologi blockchain, apakah akan digunakan di dalam Metaverse atau NFT seperti game, fashion, konser virtual, atau bahkan amal.

Tentu saja di luar koin-koin dengan kapitalisasi market besar seperti Bitcoin (BTC), Ethereum, Doge, Binance, Tether, Solana, Cardano, XRP, dan Terra.

“Ini masih baru karena NFT dan Metaverse masih baru, jadi sangat early stage. Tapi memang harus diperhatikan lagi ketika invest di kripto projeknya seperti apa, apakah dia sebagai currency atau platform atau blockchain platform yang dipakai oleh koin lain seperti Ethereum. Jadi kita harus tahu kegunaan setiap koin seperti apa,” terangnya.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...
LANGUAGE